URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
DPRD Kabupaten Semarang mendesak Pemkab Semarang memperketat aktivitas tambang galian C melalui revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) menyusul banyaknya keluhan masyarakat terkait kerusakan jalan, banjir, dan ancaman kerusakan lingkungan. Usulan yang disampaikan Komisi B pada Senin (20/7/2026) itu bertujuan membatasi kawasan pertambangan agar risiko bencana dan kerusakan daerah resapan air dapat diminimalkan.

Mbak Google

KABAR RASIKA

DPRD Kabupaten Semarang Desak Galian C Dipersempit, Nilai Kerusakan Lingkungan Tak Sebanding dengan Manfaat

DPRD Kabupaten Semarang Desak Galian C Dipersempit, Nilai Kerusakan Lingkungan Tak Sebanding dengan Manfaat

DPRD Kabupaten Semarang Desak Galian C Dipersempit, Nilai Kerusakan Lingkungan Tak Sebanding dengan Manfaat

Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang, Said Riswanto ditemui usai rapat paripurna, Senin (20/7/2026). Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – DPRD Kabupaten Semarang mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang memperketat keberadaan tambang galian C melalui revisi tata ruang. Desakan itu muncul menyusul banyaknya keluhan masyarakat terkait kerusakan jalan, banjir, hingga ancaman kerusakan lingkungan yang dinilai semakin parah akibat aktivitas pertambangan.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang, Said Riswanto, menilai keuntungan yang diterima daerah dari aktivitas galian C tidak sebanding dengan dampak yang harus ditanggung masyarakat.

“Perizinan memang menjadi kewenangan pemerintah provinsi. Akan tetapi, antara yang didapat pemerintah dengan dampak yang diakibatkan galian C itu saya pikir kurang imbang. Kerusakan lingkungan dan jalan-jalan rusak tidak sebanding dengan manfaat maupun pajak yang diterima,” tegas Said ditemui usai rapat paripurna di DPRD Kabupaten Semarang, Senin (20/7/2026).

Menurutnya, kebutuhan material batu sebenarnya dapat dipenuhi dari daerah lain yang memiliki gunung berapi aktif sehingga pasokan material terus tersedia. Sementara di Kabupaten Semarang, eksploitasi dilakukan dengan terus mengeruk kawasan perbukitan yang memiliki fungsi penting bagi lingkungan.

“Jika aktivitas penambangan terus dibiarkan, cadangan batuan akan habis dan berpotensi mengurangi daerah resapan air serta meningkatkan risiko bencana. Ini yang harus dipikirkan,” ujarnya.

Karena itu, Komisi B mendorong agar rencana perubahan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Semarang menjadi momentum untuk membatasi bahkan memperkecil kawasan yang diperbolehkan menjadi lokasi galian C.

“Kami mengusulkan agar kawasan galian C diperkecil dalam perubahan tata ruang. Kalau memungkinkan, ya jangan ada lagi. Itu harapan kami,” katanya.

Said menyebut usulan tersebut juga berkaitan dengan rencana perubahan tata ruang yang akan diajukan pemerintah daerah pada 2027, termasuk penyesuaian terhadap kebijakan Lahan Sawah Dilindungi (LSD). Langkah ini berangkat dari banyaknya aspirasi masyarakat yang mengeluhkan dampak aktivitas tambang, terutama kerusakan infrastruktur jalan dan meningkatnya potensi banjir di sejumlah wilayah Kabupaten Semarang.

“Ini berdasarkan keluhan masyarakat. Kemarin banyak banjir, kemudian jalan rusaknya parah. Daerah-daerah yang berbatasan dengan Boyolali juga merasakan dampaknya,” pungkasnya. (win)

BACA JUGA :

Warga Jangli, Tembalang, Kota Semarang, menemukan kerangka manusia di lahan kosong tepi jalan tol pada Jumat (4/9/2026). Kerangka yang diduga perempuan itu diperkirakan telah meninggal sekitar satu tahun dan diduga berkaitan dengan hilangnya Mozza Axillia Gunarsa. Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan forensik untuk memastikan identitasnya.
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu
Muhammad Rivai, warga Cebongan, Salatiga, melaporkan penanganan perkara dugaan penipuan dan/atau penggelapan mobil Nissan Grand Livina ke Itwasda Polda Jateng pada Kamis (3/9/2026). Langkah itu ditempuh setelah terdakwa AG divonis 1 tahun 8 bulan, sementara kendaraan milik Rivai yang bernilai sekitar Rp150 juta belum diketahui keberadaannya.
Livina Hilang, Setelah Ketemu tak ada Kejelasan , Korban Melapor ke Itwasda Polda
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi mengamankan lokasi dan menyelidiki pihak yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Sebanyak 756 pekerja PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terkena PHK akibat efisiensi perusahaan pada 2026. Disnaker Kabupaten Semarang menyebut keputusan tersebut telah disepakati melalui perjanjian bersama, sementara pembayaran pesangon rata-rata Rp30 juta per pekerja dilakukan bertahap selama 10 bulan karena tekanan industri perkayuan.
756 Pekerja di Kabupaten Semarang Kena PHK, Disnaker Kawal Pembayaran Pesangon
Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak
Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Tim Penilai Blackspot Therapy Polda Jawa Tengah melakukan survei dan penilaian Jalur Penyelamat di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, Selasa (1/9/2026), untuk memetakan potensi kerawanan kecelakaan. Tim memeriksa kondisi jalan, rambu, marka, fasilitas keselamatan, dan lingkungan sekitar sebagai dasar penyusunan rekomendasi penanganan.
Tim Polda Jateng Cek Jalur Penyelamat JLS Salatiga, Amati Situasi Lalin Penyebab Laka

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved