URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
DPRD Kota Semarang menggelar rapat dengar pendapat dengan manajemen Pakuwon di Semarang, Rabu, untuk membahas proyek kawasan terpadu senilai Rp9 triliun di lahan patahan aktif. Pembahasan dilakukan menyusul kekhawatiran warga terkait dampak pematangan lahan yang menyebabkan 14 rumah retak. Pakuwon menyatakan akan memperbaiki kerusakan dan menerapkan teknologi soldier pile guna menjaga kestabilan lereng.

Mbak Google

KABAR RASIKA

DPRD Semarang Soroti Proyek Pakuwon di Lahan Patahan Aktif, 14 Rumah Warga Retak

DPRD Semarang Soroti Proyek Pakuwon di Lahan Patahan Aktif, 14 Rumah Warga Retak

DPRD Semarang Soroti Proyek Pakuwon di Lahan Patahan Aktif, 14 Rumah Warga Retak

featured-img
📰 Dikutip dari: antara.com

BACA JUGA :

PBB: Hampir 50 Ribu Warga Kembali ke Lebanon Selatan, 106 Ribu Masih Mengungsi
PBB: Hampir 50 Ribu Warga Kembali ke Lebanon Selatan, 106 Ribu Masih Mengungsi
Swiss Hajar Bosnia 4-1, Puncaki Klasemen Sementara Grup B Piala Dunia 2026
Swiss Hajar Bosnia 4-1, Puncaki Klasemen Sementara Grup B Piala Dunia 2026
Piala Dunia 2026: Republik Ceko Ditahan Imbang Afrika Selatan 1-1
Piala Dunia 2026: Republik Ceko Ditahan Imbang Afrika Selatan 1-1
Iran dan Kuwait Bahas MoU AS-Iran, Dorong Stabilitas Kawasan dan Keamanan Selat Hormuz
Iran dan Kuwait Bahas MoU AS-Iran, Dorong Stabilitas Kawasan dan Keamanan Selat Hormuz
KPK Sita Rumah dan Aset Tanah Milik Bupati Pekalongan Nonaktif Fadia Arafiq
KPK Sita Rumah dan Aset Tanah Milik Bupati Pekalongan Nonaktif Fadia Arafiq
36 Ribu Petugas BPS Diterjunkan untuk Sensus Ekonomi 2026 di Jawa Tengah
36 Ribu Petugas BPS Diterjunkan untuk Sensus Ekonomi 2026 di Jawa Tengah

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Harga Ayam Hidup Anjlok hingga Rp11
Harga Ayam Hidup Anjlok hingga Rp11.000 per Kg, Pinsar Sebut Overproduksi dan Dominasi Middleman Jadi Penyebab
Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di Kabupaten Semarang memicu kekhawatiran sejumlah orang tua karena status pendaftaran anak belum terverifikasi hingga hari kedua pelaksanaan, Rabu (3/6/2026). Banyak calon murid mendatangi SMP Negeri 2 Ungaran untuk memastikan proses seleksi, sementara pihak sekolah menyebut verifikasi dilakukan bertahap akibat tingginya jumlah pendaftar dan banyaknya kesalahan administrasi.
Cemas Status Pendaftaran Murid Belum Bergerak, Orang Tua Cari Kepastian ke Sekolah