RASIKAFM.COM | SALATIGA — Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso atau yang akrab disapa Mendag Busan mengajak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Salatiga memanfaatkan berbagai program Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk memperluas pasar hingga menembus ekspor.
Ajakan tersebut disampaikan saat Mendag Busan berdiskusi dengan sekitar 30 pelaku UMKM dari sektor kuliner, fesyen, dan kerajinan tangan di Toko Oleh-Oleh dan Wisata Edukasi Argotelo, Salatiga, Kamis (18.6.2026).
Dalam kesempatan itu, Busan menegaskan Kemendag memiliki berbagai fasilitas yang dapat dimanfaatkan UMKM agar mampu naik kelas menjadi eksportir. Mulai dari pelatihan, perluasan akses pasar, hingga pendampingan bisnis ke luar negeri.
“Kemendag memiliki berbagai instrumen pendukung ekspor yang siap dimanfaatkan pelaku UMKM. Para pelaku UMKM juga dapat terhubung ke jaringan perwakilan perdagangan RI di luar negeri untuk mencari pasar dan mengikuti penjajakan bisnis (business matching). Kami berkomitmen mendampingi pelaku usaha agar produk dalam negeri berjaya di pasar global,” kata Busan.
Dijelaskan sejumlah program yang bisa dimanfaatkan pelaku UMKM antara lain Export Coaching Program, layanan otomasi Surat Keterangan Asal (SKA) yang memberikan kemudahan tarif bea masuk di negara tujuan ekspor yang telah memiliki perjanjian dagang dengan Indonesia, hingga keanggotaan INAEXPORT yang membuka akses jaringan pasar internasional dan mempertemukan eksportir dengan calon pembeli dari berbagai negara.
Selain itu, jaringan perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri juga siap memfasilitasi pertemuan bisnis secara langsung melalui skema one-on-one business matching.
Pada kesempatan tersebut, Mendag mengundang para pelaku UMKM Salatiga untuk berpartisipasi dalam Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 yang akan digelar pada 14-18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Banten.
Pameran dagang terbesar di Indonesia itu akan mempertemukan pelaku usaha dengan buyer dari berbagai negara secara langsung.
“TEI adalah momentum penting yang tidak boleh dilewatkan,” ujar Mendag Busan.
Pemilik Argotelo, Toni Anandya, mengaku merasakan langsung manfaat program promosi dagang yang difasilitasi Kemendag. Ia menyebut keikutsertaan Argotelo dalam TEI ke-40 pada Oktober 2025 lalu berhasil membuka akses pasar internasional.
Melalui ajang tersebut, produk olahan singkong yang diproduksi Argotelo berhasil menjalin komunikasi dengan calon pembeli dari Australia dan Uni Emirat Arab.
“Kami harap bisa mendapatkan akses untuk ikut pameran ke luar negeri untuk bertemu buyer di luar negeri. Menurut rekan-rekan kami, hasil pameran di luar negeri itu signifikan, jadi kami mengharapkan hal tersebut,” kata Toni.










