KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Kabupaten Semarang Peringkat Ketujuh Kasus Narkoba di Jateng, Petani Kedapatan Tanam Ganja dalam Pot

Kabupaten Semarang Peringkat Ketujuh Kasus Narkoba di Jateng, Petani Kedapatan Tanam Ganja dalam Pot

Kabupaten Semarang Peringkat Ketujuh Kasus Narkoba di Jateng, Petani Kedapatan Tanam Ganja dalam Pot

Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Semarang, Suyana. Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Semarang dinilai semakin memprihatinkan. Berdasarkan data dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Jawa Tengah, Kabupaten Semarang menempati peringkat ketujuh daerah dengan kasus narkoba tertinggi di Jawa Tengah.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Semarang, Suyana, mengatakan kondisi tersebut menjadi ancaman serius terhadap kondusivitas daerah, terutama bagi generasi muda yang menjadi sasaran peredaran narkoba.

“Data dari BNN Jawa Tengah menunjukkan Kabupaten Semarang berada di posisi ketujuh. Ini sangat memprihatinkan karena sangat mengganggu kondusivitas wilayah, terutama anak-anak muda yang nantinya menjadi generasi penerus,” ujar Suyana di Ungaran, Rabu (29/7/2026).

Ia mengungkapkan, penyalahgunaan narkoba kini mulai menyasar kalangan pelajar, mulai dari tingkat SMP hingga SMA. Selain itu, ditemukan pula kasus seorang petani di Kecamatan Jambu yang menanam ganja di dalam pot.

“Yang ditemukan hanya satu pot ganja milik seorang petani. Meski hanya satu pot, ini tetap mengkhawatirkan. Kami berharap tidak merambah ke masyarakat lainnya,” katanya.

Berdasarkan data Kesbangpol, sepanjang tahun 2025 tercatat sebanyak 22 kasus narkoba di Kabupaten Semarang. Sementara data tahun 2026 masih dalam proses pendataan dan akan dirilis setelah akhir tahun.

Sebagai upaya pencegahan, Pemerintah Kabupaten Semarang meluncurkan program Gada Krisna yang berfokus pada pencegahan penyalahgunaan narkoba hingga ke tingkat desa. Program tersebut dilakukan melalui pembentukan kader relawan antinarkoba di desa serta sosialisasi secara masif kepada masyarakat melalui pertemuan RT, PKK, kegiatan keagamaan, hingga berbagai forum kemasyarakatan.

“Harapan kami, masyarakat semakin paham bahaya narkoba sehingga bisa mencegah sejak dini dan menciptakan generasi unggul tanpa narkoba untuk mendukung terwujudnya Kabupaten Semarang Berdikari,” pungkas Suyana. (win)

Kabar Terkini

POPULER

Seorang siswa kelas 4 SD Hj Isriati Moenadi, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, berinisial R diduga menjadi korban perundungan oleh teman sekelas pada Rabu (23/9/2026). R mengalami sejumlah memar, luka di belakang telinga, bibir pecah, serta trauma setelah kejadian. Pihak sekolah mengaku telah memberikan konsekuensi kepada siswa yang terlibat dan menyiapkan pembinaan serta upaya pemulihan kondisi psikologis korban.
Diduga Jadi Korban Perundungan Berulang, Siswa SD Hj Isriati Moenadi Ungaran Alami Luka hingga Trauma
Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Peserta Aksi Jateng Guyub Kecewa Tak Diizinkan Transit di Kantor Bupati Semarang
Peserta Aksi Jateng Guyub Kecewa Tak Diizinkan Transit di Kantor Bupati Semarang
[pekok2]