KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

DPRD Kabupaten Semarang Nilai Kopdes Merah Putih Berpotensi Saingi Ritel Modern, Asal Pasokan Barang Lengkap

DPRD Kabupaten Semarang Nilai Kopdes Merah Putih Berpotensi Saingi Ritel Modern, Asal Pasokan Barang Lengkap

DPRD Kabupaten Semarang Nilai Kopdes Merah Putih Berpotensi Saingi Ritel Modern, Asal Pasokan Barang Lengkap

Warga berbelanja telur di KKMP Lodoyong, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Selasa (21/7/2026). Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Komisi B DPRD Kabupaten Semarang menilai Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih memiliki peluang besar menjadi penggerak ekonomi masyarakat sekaligus mampu bersaing dengan ritel modern. Namun, hal itu harus didukung dengan kelengkapan barang dan kepastian regulasi pengelolaan koperasi.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang, Said Riswanto, usai melakukan kunjungan ke Kopdes Merah Putih Bergas Kidul dan Koperasi Kelurahan Merah Putih Lodoyong, Kecamatan Ambarawa, Selasa (21/7/2026).

Menurut Said, Kopdes Merah Putih Bergas Kidul telah memiliki sarana pendukung yang memadai dan mencatat omzet sekitar Rp800 ribu hingga Rp1 juta per hari. Namun, kelengkapan barang dagangan masih perlu ditingkatkan.

“Kalau barangnya bisa selengkap minimarket modern, ditambah barang-barang subsidi seperti LPG, beras, minyak goreng, hingga pupuk tersedia, saya kira koperasi ini bisa bersaing karena lokasinya juga strategis,” ujarnya.

Sementara itu, di Kelurahan Lodoyong, Said mengapresiasi perkembangan koperasi yang dibentuk langsung oleh masyarakat. Dalam waktu sekitar sembilan bulan sejak berbadan hukum, jumlah anggotanya meningkat dari tiga orang menjadi 157 orang dengan omzet harian mencapai sekitar Rp3,5 juta.

Meski demikian, ia menyoroti belum adanya pedoman teknis mengenai pengelolaan aset, keanggotaan, hingga hubungan antara koperasi yang sudah lama berdiri dengan koperasi baru dalam program nasional tersebut.

“Kami masih menunggu pedoman itu. Jangan sampai keberadaan koperasi baru justru menghilangkan koperasi yang sudah ada sebelumnya,” katanya.

Menanggapi kekhawatiran bahwa koperasi akan mematikan toko kelontong, Said menegaskan konsep Kopdes Merah Putih justru untuk memperkuat ekonomi kerakyatan sesuai amanat Pasal 33 UUD 1945.

“Harapannya koperasi menjadi pemain ekonomi yang kuat sehingga ekonomi tidak hanya dikuasai swasta. Ini bentuk konsolidasi ekonomi berbasis kebersamaan,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Koperasi Kelurahan Merah Putih Lodoyong, Tri Sasmiyarti, mengatakan kendala utama yang dihadapi saat ini bukan operasional, melainkan keterbatasan sarana dan fasilitas. Ia menjelaskan koperasi yang berdiri sejak November 2025 tersebut kini mencatat omzet sekitar Rp100 juta per bulan dan mengklaim menjadi salah satu koperasi dengan omzet tertinggi di Jawa Tengah. Untuk menjaga harga tetap murah, koperasi menjalin kerja sama langsung dengan sejumlah produsen.

“Kami konsepnya grosir. Bahkan ada pedagang pasar yang mengambil barang dari sini karena harganya lebih murah,” ujarnya.

Saat ini koperasi memiliki 12 agen di tingkat RW dan bermitra dengan 23 pelaku UMKM. Tri menegaskan keberadaan koperasi tidak mematikan usaha kecil, melainkan menjadi pemasok barang bagi para pedagang.

“Kami tidak mengambil pasar mereka. Justru mereka yang berjualan, kami yang menyuplai barang dengan harga lebih murah,” katanya.

Meski demikian, koperasi masih menghadapi kendala dalam penyediaan gudang dan armada distribusi. Selama ini kendaraan operasional masih harus menyewa sehingga biaya distribusi menjadi lebih tinggi.

“Harapannya, kami juga mendapatkan fasilitas. Sehingga bisa menekan biaya operasional,” jelasnya.

Salah seorang warga Pandean, Kelurahan Lodoyong, Ani Alfianti (53), mengaku merasakan manfaat kehadiran koperasi tersebut. Ia mengatakan harga LPG 3 kilogram di koperasi sekitar Rp19 ribu, lebih murah dibandingkan di luar yang mencapai sekitar Rp22 ribu. Selain gas, ia juga rutin membeli beras, telur, dan tepung di koperasi karena lokasinya dekat dengan rumah.

“Enak, dekat dari rumah dan harganya lebih murah,” ujarnya. (win)

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Polres Semarang menyiapkan satuan tugas penegakan hukum untuk mengantisipasi perjudian atau praktik botoh dalam Pilkades serentak 2026. Pengamanan juga mencakup potensi konflik antarcalon dan isu lokal di 140 desa pada 19 kecamatan. Sebanyak 787 personel disiapkan dan diperkuat personel BKO serta satu SST Brimob dengan sistem rayonisasi.
Cegah Pilkades di Kabupaten Semarang Jadi Arena Judi, Polisi Siapkan Satgas Penegakan Hukum
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Selasa, 6 Oktober 2026, didominasi kondisi cerah hingga berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat suhu udara Semarang 27,7°C dengan kelembapan 75%. Suhu harian diprakirakan berkisar 27–36°C dengan kelembapan 40–75%, sedangkan hujan ringan berpotensi terjadi di sebagian pegunungan Jawa Tengah bagian tengah.
09 Oktober 2026: Cuaca Semarang Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi di Pegunungan
Pemkab Semarang memperpanjang jatuh tempo pembayaran PBB-P2 hingga 31 Oktober 2026. Wajib pajak yang membayar sampai batas waktu tersebut tidak dikenai sanksi administrasi keterlambatan sebesar 1 persen. Kebijakan ini diambil untuk meringankan beban masyarakat sekaligus mendukung kesehatan fiskal dan likuiditas keuangan daerah.
Bayar PBB-P2 Sebelum 31 Oktober, Warga Kabupaten Semarang Bebas Denda
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Bank Indonesia menggelar program stabilisasi harga dan hilirisasi pangan di Tarubudaya, Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin (12/10/2026). Program ini menyediakan beras seharga Rp11.000 per kilogram dan cabai rawit merah Rp10.000 per kemasan 200 gram, sekaligus memperkuat produksi pertanian dan membantu pedagang menghadapi kenaikan biaya bahan baku.
Tekan Inflasi, BI dan Pemprov Jateng Gelar Tebus Murah 6 Ton Beras dan 600 Kg Cabai
[pekok2]