URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Pemerintah Kabupaten Semarang memproyeksikan pendapatan daerah 2027 sebesar Rp1,92 triliun, turun Rp399,89 miliar dari APBD 2026 akibat berkurangnya pendapatan asli daerah dan transfer pemerintah. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyampaikan rancangan KUA-PPAS dalam rapat paripurna DPRD, Jumat (10/7/2026), dengan defisit Rp20 miliar yang akan ditutup melalui SILPA 2026.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Pendapatan Kabupaten Semarang 2027 Diproyeksi Turun Rp399,89 Miliar, Pemkab Siapkan APBD dengan Defisit Rp20 Miliar

Pendapatan Kabupaten Semarang 2027 Diproyeksi Turun Rp399,89 Miliar, Pemkab Siapkan APBD dengan Defisit Rp20 Miliar

Pendapatan Kabupaten Semarang 2027 Diproyeksi Turun Rp399,89 Miliar, Pemkab Siapkan APBD dengan Defisit Rp20 Miliar

Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyerahkan Rancangan KUA-PPAS Tahun 2027 kepada Ketua DPRD Kabupaten Semarang Bondan Marutohening usai rapat paripurna di DPRD setempat, Jumat (10/7/2026). Foto: win
Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyerahkan Rancangan KUA-PPAS Tahun 2027 kepada Ketua DPRD Kabupaten Semarang Bondan Marutohening usai rapat paripurna di DPRD setempat, Jumat (10/7/2026). Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Pemerintah Kabupaten Semarang memproyeksikan pendapatan daerah pada Tahun Anggaran 2027 sebesar Rp1,92 triliun atau turun Rp399,89 miliar (17,23 persen) dibanding APBD Penetapan Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp2,32 triliun. Penurunan tersebut berdampak pada berkurangnya belanja daerah, sehingga APBD 2027 diproyeksikan mengalami defisit Rp20 miliar.

Hal itu disampaikan Bupati Semarang Ngesti Nugraha saat menyampaikan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2027 dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Semarang, Jumat (10/7/2026).

“Penyusunan KUA-PPAS 2027 mengacu pada RKPD Tahun 2027 sebagai tahun ketiga pelaksanaan RPJMD Kabupaten Semarang 2025-2029 dengan agenda pembangunan Penguatan Pondasi Daya Saing SDM dan Ekonomi dalam Keberlanjutan Kabupaten Semarang Berdikari,” jelasnya.

Ngesti menjelaskan, lima prioritas pembangunan tahun depan meliputi peningkatan kualitas sumber daya manusia yang inklusif dan berdaya saing, peningkatan tata kelola pemerintahan yang akuntabel, transparan dan berbasis digital, peningkatan produktivitas sektor unggulan daerah, penurunan tingkat kriminalitas, serta peningkatan kualitas infrastruktur dan lingkungan hidup berkelanjutan. Terkait kondisi fiskal daerah, Ngesti mengungkapkan target pendapatan daerah pada 2027 direncanakan sebesar Rp1,92 triliun.

“Apabila dibandingkan dengan rencana pendapatan pada APBD Penetapan Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp2,32 triliun maka terdapat penurunan sebesar Rp399,89 miliar atau 17,23 persen yang berasal dari penurunan Pendapatan Asli Daerah sebesar Rp1,77 miliar dan penurunan Pendapatan Transfer sebesar Rp398,12 miliar,” ujarnya.

Menurut dia, berkurangnya pendapatan transfer merupakan konsekuensi dari kebijakan pemerintah di tingkat pusat dan provinsi.

“Penurunan target pendapatan transfer mempedomani alokasi definitif dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah,” katanya.

Sementara itu, belanja daerah pada Rancangan KUA-PPAS 2027 direncanakan sebesar Rp1,94 triliun atau turun Rp460,64 miliar dibandingkan APBD 2026 yang mencapai Rp2,40 triliun.

“Penurunan belanja tersebut dipengaruhi oleh penurunan belanja operasi, belanja modal dan belanja transfer,” ujar Ngesti.

Meski demikian, pemerintah daerah tetap memproyeksikan adanya defisit anggaran. Dari total rencana belanja daerah apabila dibandingkan dengan rencana pendapatan daerah, maka pada Rancangan KUA PPAS Tahun Anggaran 2027 terdapat defisit sebesar Rp20 miliar.

“Untuk menutup defisit anggaran tersebut, Pemerintah Kabupaten Semarang pada Tahun Anggaran 2027 memproyeksikan penerimaan pembiayaan sebesar Rp20 miliar yang bersumber dari Sisa Lebih Perhitungan APBD (Silpa) Tahun Anggaran 2026,” jelasnya.

Ngesti menambahkan, apabila setelah penetapan pagu definitif pendapatan transfer terjadi perubahan kebijakan maupun kemampuan keuangan daerah, maka pemerintah akan melakukan penyesuaian terhadap pendapatan, belanja maupun pembiayaan daerah.

“Penyesuaian dilakukan utamanya untuk pemenuhan belanja yang bersifat wajib mengikat serta yang bersifat prioritas,” tegasnya. (win)

BACA JUGA :

Perekonomian Jawa Tengah tetap tumbuh pada triwulan II 2026 dengan dukungan konsumsi rumah tangga, investasi, industri pengolahan, dan perdagangan. Konsumsi tumbuh 4,31 persen, investasi 8,84 persen dengan realisasi Rp25,53 triliun, industri pengolahan 5,03 persen, dan perdagangan 7,52 persen. Sektor akomodasi dan makan-minum mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 12,80 persen seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi.
Ekonomi Jateng Tetap Tumbuh, Industri dan Perdagangan Jadi Penopang
Pemkab Semarang segera mencatat tanah hibah dari Kementerian Pertanian seluas sekitar 2,3 hektare sebagai aset daerah setelah dokumen administrasinya lengkap, Selasa (11/8/2026). Tanah eks Balai Penyuluhan Pertanian yang dihibahkan sejak 1991 tersebut diperkirakan bernilai Rp58 miliar. Pemkab Semarang juga menunggu proses sertifikasi tanah 14,8 hektare dari Badan Bank Tanah di Desa Branjang yang bernilai sekitar Rp60 miliar.
35 Tahun Mangkrak, Tanah Hibah Kementan untuk Pemkab Semarang Akhirnya Tuntas
Tim gabungan kepolisian mengamankan dua terduga pelaku kasus dugaan perampokan yang menewaskan pemilik konter Royal Phone, Chandra Waskito, di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Penangkapan dilakukan di Kota Semarang dan Kabupaten Semarang pada Jumat (7/8/2026), kurang dari 48 jam setelah kejadian, setelah polisi mengembangkan penyelidikan dengan melibatkan Polda Jawa Tengah, Polres Semarang, dan Polres Grobogan untuk mengungkap peran serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Misteri Perampokan Royal Phone Ambarawa Terkuak, Polisi Ringkus Dua Terduga Pelaku
Polres Semarang mengungkap temuan serpihan tulang yang diduga bagian dari tulang kepala serta bercak darah di TKP konter Royal Phone, Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Jumat (7/8/2026), dalam penyelidikan kasus dugaan perampokan disertai pembunuhan terhadap Chandra Waskito. Polisi juga telah memeriksa tujuh saksi, menemukan 53 unit telepon genggam di mobil tempat jasad korban ditemukan di Gubug, Kabupaten Grobogan, dan masih menunggu hasil otopsi untuk memastikan penyebab kematian.
Serpihan Tulang Ditemukan di TKP Royal Phone Ambarawa, 53 Unit HP Ditinggal Di Dalam Mobil Korban
Satpol PP dan Damkar Kabupaten Semarang memperkuat upaya pencegahan kebakaran di TPA Blondo, Kecamatan Bawen, selama musim kemarau dengan penyemprotan rutin di titik rawan dan peningkatan kesiapsiagaan personel. Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Semarang, Anang Sukoco, menyebut langkah tersebut dilakukan menyusul meningkatnya kasus kebakaran yang telah mencapai 80 kejadian hingga awal Agustus 2026, didominasi kebakaran hutan dan lahan.
Cegah Kebakaran TPA Blondo, Damkar Kabupaten Semarang Rutin Semprot Titik Rawan
Polres Semarang meningkatkan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) memasuki musim kemarau dengan memperkuat kesiapsiagaan personel, memetakan wilayah rawan, serta mengintensifkan patroli terpadu bersama TNI, BPBD, dan instansi terkait. Kapolres Semarang, Heru Dwi Purnomo, menegaskan langkah tersebut dilakukan untuk meminimalkan risiko kebakaran melalui pencegahan, edukasi masyarakat, dan penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan.
Musim Kemarau Kian Memuncak, Kapolres Semarang: Tindak Tegas Pelaku Pembakaran Hutan dan Lahan!

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Pemkab Semarang segera mencatat tanah hibah dari Kementerian Pertanian seluas sekitar 2,3 hektare sebagai aset daerah setelah dokumen administrasinya lengkap, Selasa (11/8/2026). Tanah eks Balai Penyuluhan Pertanian yang dihibahkan sejak 1991 tersebut diperkirakan bernilai Rp58 miliar. Pemkab Semarang juga menunggu proses sertifikasi tanah 14,8 hektare dari Badan Bank Tanah di Desa Branjang yang bernilai sekitar Rp60 miliar.
35 Tahun Mangkrak, Tanah Hibah Kementan untuk Pemkab Semarang Akhirnya Tuntas
Satreskrim Polres Semarang menetapkan TI (25) dan DPP (20) sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (6/8/2026). Polisi mengungkap aksi tersebut direncanakan sehari sebelumnya dan dilakukan dengan memukul korban menggunakan palu sebelum kedua tersangka membawa 53 telepon genggam serta mobil korban ke Gubug, Grobogan. Keduanya kini dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan dengan ancaman pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.
Kronologi Perampokan Disertai Pembunuhan Bos Royal Phone Ambarawa, Korban Dihabisi Pakai Palu di Bagian Kepala
Pemerintah Kota Salatiga dan LPK Serbaindo menjalin kolaborasi strategis untuk memperluas kesempatan kerja ke Jepang melalui pelatihan dan penempatan tenaga kerja resmi. Audiensi yang dipimpin Direktur LPK Serbaindo, Iman Abdul Rahman, bersama Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, membahas penyusunan nota kesepahaman (MoU), sosialisasi ke sekolah dan masyarakat, serta pengembangan kerja sama internasional guna meningkatkan kualitas SDM dan menekan angka pengangguran di Salatiga.
Perluas Kesempatan, LPK Serbaindo dan Pemkot Salatiga siap Kirim Tenaga Kerja ke Jepang

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved