URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Pemerintah Kabupaten Semarang mengalokasikan anggaran Rp12,6 miliar untuk pelaksanaan Pilkades serentak 2026 yang akan diikuti 142 desa. Hal itu disampaikan Bupati Semarang Ngesti Nugraha di Ungaran, Rabu (29/7/2026). Meski anggaran telah disiapkan, jadwal pelaksanaan masih menunggu terbitnya Peraturan Menteri Dalam Negeri sebagai dasar hukum teknis, sehingga pemerintah daerah belum dapat menetapkan hari pemungutan suara.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Pilkades Serentak 142 Desa di Kabupaten Semarang Masih Menunggu Lampu Hijau Kemendagri, Rp12,6 Miliar Sudah Disiapkan

Pilkades Serentak 142 Desa di Kabupaten Semarang Masih Menunggu Lampu Hijau Kemendagri, Rp12,6 Miliar Sudah Disiapkan

Pilkades Serentak 142 Desa di Kabupaten Semarang Masih Menunggu Lampu Hijau Kemendagri, Rp12,6 Miliar Sudah Disiapkan

Ilustrasi
Ilustrasi
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Pemerintah Kabupaten Semarang memastikan kesiapan anggaran untuk menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak pada 2026. Meski dana sebesar Rp12,6 miliar telah dialokasikan dalam APBD 2026, pelaksanaan pesta demokrasi desa itu masih menanti terbitnya Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) sebagai dasar hukum pelaksanaannya.

Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengungkapkan, jumlah desa yang akan mengikuti Pilkades bertambah dari rencana awal 140 desa menjadi 142 desa. Penambahan itu terjadi setelah Kepala Desa Wirogomo, Kecamatan Banyubiru, dan Kepala Desa Gedangan, Kecamatan Tuntang, meninggal dunia.

“Awalnya 140 desa, kemudian bertambah menjadi 142 desa karena ada dua kepala desa yang meninggal dunia,” kata Ngesti, Rabu (29/7/2026).

Menurutnya, anggaran Rp12,6 miliar telah disiapkan untuk membiayai seluruh tahapan Pilkades, termasuk kebutuhan pengamanan yang melibatkan unsur Polri, TNI, hingga pemerintah kecamatan.
Ngesti menjelaskan, meski Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 16 Tahun 2026 sudah diterbitkan, pemerintah daerah belum dapat menetapkan jadwal Pilkades karena masih menunggu Permendagri sebagai aturan teknis.

“Setelah regulasi terbit, kami akan menyesuaikan dengan Peraturan Bupati sekaligus merevisi Peraturan Daerah bersama DPRD Kabupaten Semarang,” jelasnya.

Ia berharap proses tersebut dapat segera rampung sehingga Pilkades tetap bisa dilaksanakan pada 2026 sesuai rencana. Sehingga Pilkades tetap dapat terlaksana pada 2026.

“Kalau anggaran di 2026 tapi pelaksanaan di 2027, kami juga akan kerepotan menyiapkan anggaran kembali,” ujarnya.

Ngesti juga mengajak seluruh masyarakat menjaga situasi tetap kondusif selama tahapan Pilkades berlangsung.

“Mari bersama-sama menjaga ketenteraman dan keamanan di wilayah masing-masing. Karena rata-rata masyarakat dalam satu desa saling mengenal, kondusivitas harus tetap dijaga,” tuturnya.

Sementara Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) Kabupaten Semarang, Budi Rahardjo, mengatakan kebutuhan pembiayaan Pilkades telah diakomodasi melalui bantuan keuangan APBD Kabupaten Semarang serta dukungan APBDes di masing-masing desa.

Ia menjelaskan, pelaksanaan Pilkades ditargetkan berlangsung pada Desember 2026 agar selaras dengan berakhirnya masa jabatan 140 kepala desa pada Maret 2027. Namun, kepastian tanggal pemungutan suara masih bergantung pada terbitnya Permendagri.

“Penentuan hari H masih menunggu Permendagri. Saat ini prosesnya masih dalam tahapan penyusunan regulasi melalui Propemperda,” katanya.

Budi optimistis potensi gesekan di tengah masyarakat dapat ditekan selama seluruh tahapan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Karena itu, Dispermades terus mengingatkan pemerintah desa agar menjalankan setiap proses berdasarkan regulasi.

“Kalau sesuai regulasi nggak ada masalah. Kami bisanya membina dan memfasilitasi,” tandasnya. (win)

BACA JUGA :

Tak Menyerah pada Keterbatasan, Perajin Difabel Kuda Lumping Asal Ambarawa Kembangkan Usaha Lewat UEP
Tak Menyerah pada Keterbatasan, Perajin Difabel Kuda Lumping Asal Ambarawa Kembangkan Usaha Lewat UEP
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Pemerintah Kabupaten Semarang melalui Kepala Kesbangpol Suyana mengungkapkan Kabupaten Semarang menempati peringkat ketujuh kasus narkoba tertinggi di Jawa Tengah berdasarkan data BNN Jawa Tengah. Pernyataan itu disampaikan di Ungaran, Rabu (29/7/2026), menyusul meningkatnya penyalahgunaan narkoba yang menyasar pelajar dan ditemukannya kasus penanaman ganja oleh seorang warga. Pemkab pun memperkuat pencegahan melalui program Gada Krisna dengan membentuk relawan antinarkoba hingga tingkat desa.
Kabupaten Semarang Peringkat Ketujuh Kasus Narkoba di Jateng, Petani Kedapatan Tanam Ganja dalam Pot
Petani Desa Kemetul, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, mengembangkan budidaya padi semi organik melalui dem area seluas 10 hektare yang melibatkan 21 petani. Program yang telah berjalan hampir tiga tahun ini berhasil meningkatkan produktivitas hingga lebih dari 9 ton per hektare, sekaligus mendorong pengolahan hasil panen menjadi beras bernilai jual lebih tinggi serta pemanfaatan limbah pertanian untuk mendukung konsep zero waste.
Gunakan Great Farm, Petani Kemetul Mulai Bidik Pasar Premium Beras Sehat
Komunitas relawan di kawasan lereng Gunung Merbabu, Kabupaten Semarang, menggalakkan patroli Kejantara sebagai langkah antisipasi terhadap kebakaran hutan. Taman Nasional Gunung Merbabu (TNGMb) merupakan wilayah yang rentan terhadap kebakaran, terutama saat musim kemarau. Relawan bekerja sama dengan TNGMb untuk mengaktifkan patroli Kejantara dan telah menyiapkan berbagai peralatan penanganan kebakaran, termasuk bak penampungan air hujan.
Merbabu Dijaga Ketat Saat Kemarau, Posko 24 Jam Disiapkan hingga Pompa Air Berdaya Jangkau 3 Kilometer
Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Jawa Tengah menggelar Olimpiade Aksi dan Syiar Ekonomi Syariah (OASE) 2026 di Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan, Kota Semarang, pada 28–30 Juli 2026. Kegiatan yang menjadi transformasi Festival Santri Jawa Tengah (FITRAH) ini melibatkan pelajar, mahasiswa, pelaku UMKM, komunitas kreatif, dan masyarakat umum untuk memperkuat literasi serta ekosistem ekonomi syariah yang inklusif melalui edukasi dan berbagai kompetisi.
BI Jateng Perluas Literasi Ekonomi Syariah Lewat OASE 2026

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Wali Kota Salatiga bersama Ketua DPRD, Sekretaris Daerah, Ketua Tim Penggerak PKK, dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melaksanakan ziarah ke makam para mantan Wali Kota Salatiga pada Senin (21/7/2026) sebagai rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-1276 Kota Salatiga. Ziarah dilakukan di TPU Ngemplak dan Makam Sidomulyo untuk mendoakan serta memberikan penghormatan kepada almarhum John Manuel Manoppo dan Letkol Soegiman atas jasa dan pengabdian mereka dalam membangun Kota Salatiga
Jelang Hari Jadi, Robby bersama Istri Tabur Bunga di Makam Mantan Wali Kota
Pemerintah Kabupaten Semarang meluncurkan tiga proyek perubahan, yakni Pangan Berdikari, Sadewa, dan Gada Krisna di Balai Desa Kemetul, Kecamatan Susukan, Selasa (28/7/2026). Bupati Ngesti Nugraha menyatakan program tersebut dirancang untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana, serta mencegah penyalahgunaan narkoba melalui kolaborasi lintas sektor dan pemberdayaan masyarakat berbasis desa.
Tiga Program Perubahan Diluncurkan, Pemkab Semarang Perkuat Ketahanan Pangan, Mitigasi Bencana hingga Perang Melawan Narkoba
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026