RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Drama Gol di Piala Dunia U-17: Meksiko vs Venezuela Berakhir Imbang dengan 2-2

Drama Gol di Piala Dunia U-17: Meksiko vs Venezuela Berakhir Imbang dengan 2-2

Drama Gol di Piala Dunia U-17: Meksiko vs Venezuela Berakhir Imbang dengan 2-2

Tangkapan Layar akun Twitter @theafndotcom

Pertandingan Meksiko vs Venezuela pada Piala Dunia U-17

Timnas Meksiko U-17 menghadapi kendala saat berhadapan dengan Venezuela U-17 dalam laga Grup F Piala Dunia U-17 2023 di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, pada Rabu (15/11), di mana mereka tidak mampu mengalahkan tim lawan yang hanya bermain dengan 10 pemain.

Pertandingan berlangsung hanya enam menit ketika Venezuela memimpin melalui gol sundulan Alejandro Cichero. Meski unggul 1-0, Venezuela terus mendominasi pertandingan meskipun petaka terjadi pada menit ke-40 ketika Giovanny Sequera mendapatkan kartu merah setelah melakukan pelanggaran keras terhadap Brandon Lomeli.

Skor 1-0 untuk Venezuela bertahan hingga akhir babak pertama, namun Meksiko menghadapi kesulitan untuk memanfaatkan keunggulan jumlah pemain. Baru pada menit ke-62, Meksiko berhasil menyamakan kedudukan melalui gol sundulan Stephano Carrillo setelah menerima umpan silang.

Raul Chabrand memimpin timnya untuk berbalik unggul 2-1 pada menit ke-67 melalui gol indah Luis Ortiz, yang melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti tanpa bisa diantisipasi oleh kiper Jorge Sanchez.

Meskipun bermain dengan 10 pemain, Venezuela tetap tampil apik, dan usaha keras mereka membuahkan hasil dengan memperoleh penalti setelah kiper Paolo Bedolla melakukan pelanggaran. Nicola Profeta sebagai eksekutor berhasil membawa Venezuela menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Skor imbang ini bertahan hingga akhir pertandingan.

Meskipun Meksiko hanya berhasil meraih satu poin, Venezuela tetap memimpin klasemen Grup F dengan empat poin. Namun, posisi mereka bisa tergeser jika Jerman berhasil mengalahkan Selandia Baru pada pertandingan selanjutnya.

Tag :

BACA JUGA :

Piala Dunia U-17 Tuntas Sukses Digelar, Pj Gubernur Jateng Ucapkan Terima Kasih pada Masyarakat
Piala Dunia U-17 Tuntas Sukses Digelar, Pj Gubernur Jateng Ucapkan Terima Kasih pada Masyarakat
jerman vs prancis
Timnas Jerman U17 Raih Kemenangan Spektakuler di Final Piala Dunia U17
Argentina vs Mali
Mali Mendominasi! Kemenangan 3-0 Atas Argentina Bawa Mereka ke Posisi Tiga Besar
Argentina vs Jerman
Jerman U-17 Sabet Kemenangan Dramatis Melalui Adu Penalti dan Tempuh Jalur Final Piala Dunia U-17 2023
Muat Lebih

INFOGRAFIS

TERKINI

BPBD Kabupaten Semarang Siapkan 150 Tangki Air Bersih Hadapi Kemarau, Enam Desa Sudah Terdampak
BPBD Kabupaten Semarang Siapkan 150 Tangki Air Bersih Hadapi Kemarau, Enam Desa Sudah Terdampak
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang menyiapkan 150 tangki air bersih atau setara 750.000 liter untuk mengantisipasi dampak musim kemarau 2026 yang diprediksi berlangsung lebih...
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Sabtu, 25 Juli 2026, didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB menunjukkan suhu udara di Semarang mencapai 20,8 derajat Celsius dengan kelembapan 80 persen, sementara BMKG mengingatkan potensi kemudahan kebakaran hutan dan lahan akibat cuaca yang cenderung kering.
25 Juli 2026: Cuaca Semarang Cerah, BMKG Waspadai Potensi Kebakaran Hutan dan Lahan di Jawa Tengah
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Sabtu, 25 Juli 2026, didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB...
8c949158-0ae8-4db6-b256-648cb0ed60d0
Motor tanpa Plat Nomor Oleng, Tabrak Pohon di Muwardi Salatiga, Korban Meninggal
Kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di Jalan Muwardi, Kota Salatiga, Jumat (24/7/2026) dini hari. Seorang pengendara sepeda motor Honda Beat berinisial J (43), warga Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang,...
Petani cabai di Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, menghadapi penurunan harga saat musim panen meski produksi meningkat. Cabai sret kini hanya dihargai sekitar Rp20.000 per kilogram, sedangkan cabai merah keriting sekitar Rp16.000 per kilogram di tingkat petani. Melimpahnya hasil panen dan berkurangnya pembeli menyebabkan harga turun, sehingga keuntungan petani menjadi sangat tipis meski produktivitas tanaman cukup tinggi.
Panen Cabai Berlimpah, Petani Sumowono Justru Gigit Jari karena Harga Anjlok
Petani cabai di Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, menghadapi penurunan harga saat musim panen meski produksi meningkat. Cabai sret kini hanya dihargai sekitar Rp20.000 per kilogram, sedangkan cabai...
Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga mewisuda dua mahasiswa difabel pada Wisuda ke-12 yang digelar pada 24–25 Juli 2026 sebagai wujud komitmen menghadirkan pendidikan tinggi Islam yang inklusif. Kampus menegaskan kesetaraan akses pendidikan melalui penyediaan layanan ramah disabilitas, sejalan dengan program prioritas Kementerian Agama, sekaligus mewisuda total 1.299 lulusan pada periode tersebut.
Wisuda ke-12 UIN Salatiga, Dua Mahasiswa Difabel Sukses Raih Gelar Sarjana
Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga mewisuda dua mahasiswa difabel pada Wisuda ke-12 yang digelar pada 24–25 Juli 2026 sebagai wujud komitmen menghadirkan pendidikan tinggi Islam yang inklusif. Kampus...
Muat Lebih

POPULER

Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga
Desa Nyatnyono, yang terletak di lereng puncak Suroloyo di Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, dikenal sebagai destinasi wisata religi yang menarik. Di sini, terdapat makam waliyullah Hasan Munadi dan putranya, Hasan Dipuro, yang menjadi pusat perhatian masyarakat sebagai leluhur dan penyebar agama Islam. Selain makam, desa ini juga memiliki peninggalan sejarah berupa Masjid Subulussalam dan Sendang Kalimah Toyyibah yang dihormati oleh warga setempat.
Melihat Sejarah Sendang Kalimah Toyyibah Nyatnyono, Mata Air Keramat Peninggalan Waliyullah Hasan Munadi