KAWAN PEMANDU JALAN

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Dua Penggali Sumur Pingsan Karena Gas, Satu Orang Meninggal Dunia

Dua Penggali Sumur Pingsan Karena Gas, Satu Orang Meninggal Dunia

Dua Penggali Sumur Pingsan Karena Gas, Satu Orang Meninggal Dunia

SEMARANG – Dua orang penggali sumur jatuh dan pingsan lantaran menghirup gas ketika bekerja di sumur milik Faizah warga Bungkusrejo RT 8 RW 3, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang.

Akibat kejadian itu, satu orang meninggal dunia bernama Sudar (65) sedangkan korban lainnya berhasil selamat bernama Jamak (45). Keduanya merupakan warga Desa Tepuskulon RT 1 RW 10, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang.

Kepala Kantor SAR Semarang Heru Suhartanto menjelaskan, kejadian itu bermula pada Minggu (26/12/12) sekitar pukul 08.00 WIB, Sudar (65) turun terlebih dahulu untuk menggali sumur. Kemudian, setelah mencapai kedalaman sekitar 8 meter, sumur tersebut mengeluarkan bau gas dan pingsan. Jamak yang mengetahui hal tersebut lantas berinisiatif turun untuk menolong rekannya namun gagal.

“Akhirnya keduanya menghirup gas tidak bisa naik keatas,” ujarnya kepada RASIKAFM Senin (27/12/2021).

Heru menerangkan, setelah mendapat informasi tersebut, pihaknya memerintahkan Koordinator Unit Siaga Borobudur Basuki memberangkat 1 tim rescue disertai alat vertikal untuk melakukan evakuasi.

“Tim SAR gabungan melaksanakan evakusi dengan metode lowering 1 recuer turun untuk evakuasi,” katanya.

Alhasil, pada pukul 11.00 WIB, korban Jamak (45) berhasil dievakusi ditarik keatas dengan metode Lifting dalam keadaan selamat selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Syubbanul Wathon untuk mendapatoan perawran.

“Evakusi masih berlanjut, pada pukul 11.20 WIB, Sudar berhasil dievakusi dalam keadaan meninggal dunia selanjutnya jasadnya dibawa ke RST Soedjono Kabupaten Magelang untuk proses lebih lanjut,” imbuhnya.

“Setelah evakuasi selesai operasi SAR dinyatakan selesai, selanjutnya tim SAR gabungankembali kesatuan masing-masing,” tutupnya.

Disisi lain, dirinya menghimbau kepada masyarakat jika hendak melakukan hal serupa alangkah baiknya mempersiapkan alat untuk keselamatan diri sendiri guna mencegah terjadinya kejadian yang berakibat fatal.

Kabar Terkini

POPULER

Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Kota Semarang menjadi pusat pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026 selama 10 hari, 11–20 September. Rangkaian dimulai dengan kedatangan kafilah dan Malam Ta’aruf, dilanjutkan pembukaan pada 12 September yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Kompetisi berlangsung 13–18 September, sebelum city tour, penutupan, dan kepulangan kafilah ke daerah masing-masing.
Catat Jadwalnya, MTQ Nasional XXXI Digelar 11-20 September di Semarang
Pawai Ta’aruf MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang, Sabtu (12/9/2026), menampilkan keragaman budaya sekaligus semangat toleransi masyarakat. Wali Kota Semarang Agustina mengapresiasi keterlibatan masyarakat lintas agama dalam kegiatan tersebut. Lebih dari 1.000 peserta dari 38 kontingen mengikuti pawai sepanjang sekitar 2,5 kilometer dari Balai Kota menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah.
Mandra "Sidoel" ikut Pawai Pembukaan MTQ di Semarang
[pekok2]