URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Dishub Kabupaten Semarang memastikan tidak ada korban pengendara motor dalam kecelakaan di turunan Exit Tol Bawen, Senin (4/5/2026), lalu mengevaluasi keselamatan dengan mendorong pembongkaran pulau jalan, peningkatan sistem lampu lalu lintas berbasis teknologi, serta penanganan faktor human error dan teknis kendaraan.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Evaluasi Usai Kecelakaan Bawen, Dishub Dorong Perombakan Pulau Jalan dan Sistem Lampu Lalu Lintas

Evaluasi Usai Kecelakaan Bawen, Dishub Dorong Perombakan Pulau Jalan dan Sistem Lampu Lalu Lintas

Evaluasi Usai Kecelakaan Bawen, Dishub Dorong Perombakan Pulau Jalan dan Sistem Lampu Lalu Lintas

Kanalisasi jalur di turunan menjelang Exit Tol Bawen dinilai efektif menekan fatalitas korban kecelakaan bagi pengguna sepeda motor. Foto: win
Kanalisasi jalur di turunan menjelang Exit Tol Bawen dinilai efektif menekan fatalitas korban kecelakaan bagi pengguna sepeda motor. Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN — Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Semarang, Djoko Noerjanto, memastikan tidak ada korban dari pengendara sepeda motor dalam kecelakaan lalu lintas di turunan menjelang Exit Tol Bawen yang terjadi pada Senin (4/5/2026) sore. Ia menilai kanalisasi lalu lintas di lokasi tersebut relatif berhasil menekan fatalitas.

Namun demikian, pihaknya tetap akan melakukan evaluasi menyeluruh. Salah satu langkah yang akan ditempuh adalah mendorong pengelola jalan tol Jasamarga Jogja–Bawen (JJB) untuk membongkar pulau jalan yang dinilai berpotensi memicu kecelakaan. Djoko mengakui sebelumnya koordinasi sempat keliru karena mengira kewenangan berada pada Trans Marga Jateng (TMJ) , padahal saat ini dikelola oleh JJB.

“Besok akan kami ajak berdiskusi untuk menentukan bagian pulau jalan mana saja yang perlu dibongkar,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (5/5/2026).

Djoko menerangkan, faktor utama kecelakaan masih didominasi kesalahan manusia (human error), yang diperkirakan mencapai 83 hingga 85 persen. Selain itu, faktor teknis kendaraan seperti kelebihan muatan dan kondisi rem juga masih dalam proses analisis lebih lanjut.

“Di sisi lain, turunan panjang menuju Bawen sebenarnya telah dilengkapi rambu oleh Balai Pengelola Transportasi Darat. Namun, perilaku pengemudi dinilai masih menjadi tantangan utama,” katanya.

Terkait rekayasa lalu lintas, Dishub juga mengevaluasi efektivitas alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL) di lokasi tersebut. Saat ini, sistem lampu lalu lintas masih bersifat mandiri dengan multiprogram, yang pengaturannya menyesuaikan waktu dan tingkat kepadatan berdasarkan survei.

“Kami mengusulkan peningkatan sistem menjadi berbasis teknologi yang lebih canggih, seperti smart traffic light berbasis CCTV hingga Intelligent Transport System (ITS) yang mampu menyesuaikan siklus lampu secara otomatis berdasarkan kondisi arus lalu lintas,” sambungnya.

Selain itu, pihaknya juga mengusulkan perbaikan tampilan timer lampu lalu lintas agar lebih besar dan mudah terlihat oleh pengendara dari jarak jauh. Saat ini, perangkat seperti Variable Message Sign (VMS) masih bersifat pinjaman dan belum permanen.

Untuk jangka panjang, pemerintah berharap ada dukungan lintas instansi, termasuk Balai Pelaksanaan Jalan Nasional dan pemilik lahan, guna menyediakan fasilitas putar balik yang lebih aman. Dengan demikian, perpotongan arus ke kanan dapat dihilangkan sehingga siklus lampu lalu lintas menjadi lebih sederhana dan antrean kendaraan dapat dikurangi.

“Harapannya ke depan tidak ada lagi perpotongan dari dalam Tol ke arah kanan yang berisiko, sehingga arus lalu lintas lebih lancar dan aman,” pungkasnya. (win)

Panas Sebentar, Aksi Demo di Gedung DPRD Salatiga Mahasiswa-Polisi Saling Dorong
Panas Sebentar, Aksi Demo di Gedung DPRD Salatiga Mahasiswa-Polisi Saling Dorong
Jalan Rusak Wringinputih Segera Dibeton, Perusahaan Tanggung Biaya Perbaikan
Jalan Rusak Wringinputih Segera Dibeton, Perusahaan Tanggung Biaya Perbaikan
Sebanyak 12 gunungan hasil bumi dikirab warga RW 04 Kelurahan Tegalrejo, Kota Salatiga, dalam tradisi Grebeg Malam 1 Sura menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H. Kegiatan yang digelar sebagai wujud syukur kepada Tuhan ini diisi doa bersama dan kirab gunungan yang melambangkan harapan akan kesehatan, keberkahan, kelimpahan rezeki, serta kerukunan bagi masyarakat.
Arak Gunungan, Warga Tegalrejo Salatiga Berharap dapat Berkah
DPRD Kabupaten Semarang menindaklanjuti keluhan warga Desa Tlompakan, Kecamatan Tuntang, terkait kerusakan jalan akibat aktivitas truk pengangkut material tambang galian C. Setelah inspeksi lapangan pada 16 Juni 2026, DPRD menemukan kerusakan cukup parah serta pelanggaran operasional truk, dan meminta perusahaan segera memperbaiki jalan atau berisiko menghadapi rekomendasi peninjauan ulang izin.
Jalan Desa Tlompakan Tuntang Rusak Dihajar Truk Tambang, DPRD Ultimatum Perusahaan

BACA JUGA :

Panas Sebentar, Aksi Demo di Gedung DPRD Salatiga Mahasiswa-Polisi Saling Dorong
Panas Sebentar, Aksi Demo di Gedung DPRD Salatiga Mahasiswa-Polisi Saling Dorong
Jalan Rusak Wringinputih Segera Dibeton, Perusahaan Tanggung Biaya Perbaikan
Jalan Rusak Wringinputih Segera Dibeton, Perusahaan Tanggung Biaya Perbaikan
Sebanyak 12 gunungan hasil bumi dikirab warga RW 04 Kelurahan Tegalrejo, Kota Salatiga, dalam tradisi Grebeg Malam 1 Sura menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H. Kegiatan yang digelar sebagai wujud syukur kepada Tuhan ini diisi doa bersama dan kirab gunungan yang melambangkan harapan akan kesehatan, keberkahan, kelimpahan rezeki, serta kerukunan bagi masyarakat.
Arak Gunungan, Warga Tegalrejo Salatiga Berharap dapat Berkah
DPRD Kabupaten Semarang menindaklanjuti keluhan warga Desa Tlompakan, Kecamatan Tuntang, terkait kerusakan jalan akibat aktivitas truk pengangkut material tambang galian C. Setelah inspeksi lapangan pada 16 Juni 2026, DPRD menemukan kerusakan cukup parah serta pelanggaran operasional truk, dan meminta perusahaan segera memperbaiki jalan atau berisiko menghadapi rekomendasi peninjauan ulang izin.
Jalan Desa Tlompakan Tuntang Rusak Dihajar Truk Tambang, DPRD Ultimatum Perusahaan

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

TERKINI

18 Juni 2026 Pasang Laut Semarang Puncak Pukul 10.00–13
18 Juni 2026: Pasang Laut Semarang Puncak Pukul 10.00–13.00 WIB, Tinggi Air Capai 1 Meter
BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang memprakirakan pasang laut maksimum di wilayah pesisir Semarang dan Perairan Semarang–Demak terjadi pada Kamis (18/6/2026) antara pukul 10.00 hingga...
Cuaca di Semarang dan sebagian besar wilayah Jawa Tengah pada Kamis, 18 Juni 2026, diprakirakan cerah berawan hingga berawan sepanjang hari. Berdasarkan prakiraan BMKG, hujan ringan masih berpotensi terjadi secara tidak merata pada sore hingga awal malam di kawasan pegunungan dan dataran tinggi. Suhu udara diperkirakan mencapai 34 derajat Celsius dengan kelembapan berkisar 50–80 persen.
18 Juni 2026: Cuaca Semarang dan Jawa Tengah Didominasi Cerah Berawan, Hujan Ringan Berpotensi di Wilayah Pegunungan
Cuaca di Semarang dan sebagian besar wilayah Jawa Tengah pada Kamis, 18 Juni 2026, diprakirakan cerah berawan hingga berawan sepanjang hari. Berdasarkan prakiraan BMKG, hujan ringan masih berpotensi terjadi...
Panas Sebentar, Aksi Demo di Gedung DPRD Salatiga Mahasiswa-Polisi Saling Dorong
Panas Sebentar, Aksi Demo di Gedung DPRD Salatiga Mahasiswa-Polisi Saling Dorong
Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Salatiga Menggugat menggelar demonstrasi di depan DPRD Kota Salatiga, Rabu (17/6/2026), untuk menyampaikan kritik terhadap sejumlah kebijakan nasional dan...
Jalan Rusak Wringinputih Segera Dibeton, Perusahaan Tanggung Biaya Perbaikan
Jalan Rusak Wringinputih Segera Dibeton, Perusahaan Tanggung Biaya Perbaikan
Polemik kerusakan jalan di Desa Wringinputih, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, akhirnya menemukan solusi setelah perusahaan yang diduga menjadi penyebab kerusakan menyatakan kesediaan memperbaiki...
Sebanyak 12 gunungan hasil bumi dikirab warga RW 04 Kelurahan Tegalrejo, Kota Salatiga, dalam tradisi Grebeg Malam 1 Sura menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H. Kegiatan yang digelar sebagai wujud syukur kepada Tuhan ini diisi doa bersama dan kirab gunungan yang melambangkan harapan akan kesehatan, keberkahan, kelimpahan rezeki, serta kerukunan bagi masyarakat.
Arak Gunungan, Warga Tegalrejo Salatiga Berharap dapat Berkah
Sebanyak 12 gunungan hasil bumi dikirab warga RW 04 Kelurahan Tegalrejo, Kota Salatiga, dalam tradisi Grebeg Malam 1 Sura menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H. Kegiatan yang digelar sebagai wujud...
Muat Lebih

POPULER

Ngaku Habib, Pria di Kabupaten Semarang Cabuli Delapan Santri
Ngaku Habib, Pria di Kabupaten Semarang Cabuli Delapan Santri
Harga Ayam Hidup Anjlok hingga Rp11
Harga Ayam Hidup Anjlok hingga Rp11.000 per Kg, Pinsar Sebut Overproduksi dan Dominasi Middleman Jadi Penyebab