RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Gelar FKP, Antrean Panjang di RSUD Soebarkat Salatiga jadi Pembahasan

Gelar FKP, Antrean Panjang di RSUD Soebarkat Salatiga jadi Pembahasan

Gelar FKP, Antrean Panjang di RSUD Soebarkat Salatiga jadi Pembahasan

Acara Forum Konsultasi Publik RSUD Salatiga. (foto Arief Rasika)

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Masih adanya antrean panjang pasien di RSUD dr. Soebarkat Tjitrodarmodjo Salatiga menjadi sorotan dalam Forum Konsultasi Publik (FKP) Layanan Kesehatan yang digelar bersama masyarakat dan sejumlah pemangku kepentingan di Ruang Kaloka, Kantor Setda, Selasa, 26 Mei 2026. Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, menegaskan Pemkot Salatiga tengah menyiapkan sistem digital untuk memperbaiki pelayanan rumah sakit.

Menurut Robby, persoalan antrean panjang selama ini menjadi salah satu keluhan paling sering disampaikan masyarakat. Karena itu, digitalisasi layanan dinilai menjadi solusi penting agar pelayanan lebih tertata dan pasien tidak lagi menumpuk dalam waktu bersamaan.

“Rumah sakit pasti ada kekurangan dan kelebihan. Lewat forum ini kami ingin mendengar langsung keluhan masyarakat agar bisa segera dicarikan solusi,” ujar Robby.

Ia menjelaskan, salah satu langkah yang disiapkan ialah penerapan sistem pendaftaran berbasis aplikasi. Dengan sistem tersebut, pasien dapat datang sesuai jadwal pemeriksaan tanpa harus menunggu lama di rumah sakit.

“Kalau semua pasien datang bersamaan tentu antreannya panjang. Nantinya pasien datang sesuai jam pelayanan sehingga lebih tertib dan nyaman,” ujarnya.

Selain sistem antrean, Robby juga menyoroti lamanya waktu tunggu pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD) akibat keterbatasan informasi ketersediaan ruang rawat inap. Menurutnya, kondisi itu sering memicu ketidaknyamanan bagi pasien maupun keluarga.

Karena itu, Pemkot Salatiga mendorong adanya sistem informasi ruangan yang terintegrasi agar pasien yang membutuhkan perawatan dapat segera memperoleh kamar tanpa harus menunggu berjam-jam di IGD. “Sering ada pasien menunggu lama karena belum tahu kamar kosong di mana. Ini yang harus dibenahi lewat sistem digital,” tegasnya.

Sementara itu, Dirut RSUD dr. Soebarkat Tjitrodarmohko, dr, Ita Rima Rahmawati mengatakan, pihak rumah sakit terus melakukan pembenahan layanan melalui penguatan pelayanan spesialistik, pengembangan sarana prasarana, hingga peningkatan kompetensi SDM. Ia menegaskan, RSUD Salatiga juga terus mendorong digitalisasi pelayanan demi meningkatkan kenyamanan dan kepuasan masyarakat.

“Kami berharap forum ini menjadi ruang menerima masukan dan evaluasi agar pelayanan kesehatan di Kota Salatiga semakin berkualitas dan terpercaya,” ujarnya.

Robby berikan keterangan media

BACA JUGA :

Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani
Sebanyak 8.100 porsi Ayam Kecap Rempah Nusantara dimasak serentak di sembilan kota Indonesia pada Minggu (6/9/2026), termasuk 750 porsi di Semarang. Kegiatan Bright Gas bersama pelanggan dan komunitas tersebut digelar untuk memperingati Hari Pelanggan Nasional sekaligus membidik pencatatan Rekor MURI.
Bukan Masak Biasa! 8.100 Porsi Ayam Kecap Diburu Jadi Rekor MURI, Semarang Sumbang 750 Porsi
Pemkab Semarang meminta PT PLN menunda sementara kajian dan rencana eksplorasi panas bumi di kawasan Gunung Ungaran, Jumat (4/9/2026). Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyebut keputusan tersebut diambil untuk menjaga kondusivitas masyarakat di tengah kekhawatiran yang berkembang. Pemkab juga meminta PT Geo Dipa Energi meningkatkan komunikasi dan sosialisasi terkait kegiatan geothermal di Banyubiru.
Rencana Geothermal Gunung Ungaran Ditunda, Bupati Semarang Minta PLN Setop Kegiatan
Sebanyak 756 pekerja PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terkena PHK akibat efisiensi perusahaan pada 2026. Disnaker Kabupaten Semarang menyebut keputusan tersebut telah disepakati melalui perjanjian bersama, sementara pembayaran pesangon rata-rata Rp30 juta per pekerja dilakukan bertahap selama 10 bulan karena tekanan industri perkayuan.
756 Pekerja di Kabupaten Semarang Kena PHK, Disnaker Kawal Pembayaran Pesangon
Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran