URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Petugas kepolisian yang dalam hal ini Satlantas Polres Semarang menemukan sejumlah fakta dalam kasus kecelakaan maut yang terjadi di ruas tol Bawen arah Ungaran, tepatnya di KM 438.500 masuk Desa Derekan, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang pada Sabtu (24/9/2022).

Mbak Google

KABAR RASIKA

Fakta Baru Laka Maut Tol Bawen, Polisi: Sopir Elf Konsumsi Obat, Tak Ada Bekas Pengereman

Fakta Baru Laka Maut Tol Bawen, Polisi: Sopir Elf Konsumsi Obat, Tak Ada Bekas Pengereman

Fakta Baru Laka Maut Tol Bawen, Polisi: Sopir Elf Konsumsi Obat, Tak Ada Bekas Pengereman

Kasat Lantas Polres Semarang AKP Dwi Himawan Chandra. (Foto/win)
Kasat Lantas Polres Semarang AKP Dwi Himawan Chandra. (Foto/win)
featured-img

UNGARAN – Petugas kepolisian yang dalam hal ini Satlantas Polres Semarang menemukan sejumlah fakta dalam kasus kecelakaan maut yang terjadi di ruas tol Bawen arah Ungaran, tepatnya di KM 438.500 masuk Desa Derekan, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang pada Sabtu (24/9/2022).

Berdasarkan keterangan dari Kasat Lantas Polres Semarang AKP Dwi Himawan Chandra, temuan fakta itu didapatkan dari hasil olah TKP dan pemeriksaan para saksi.[irp posts=”43125″ name=”Laka Maut Tol Bawen, Korban Meninggal Bertambah 2 Orang”]

“Dari tas milik sopir Elf atas nama Muhammad Iqbal Lazuardi ditemukan sejumlah obat flu dan anti radang,” katanya saat ditemui di Ungaran, Selasa (27/9/2022).

Obat-obatan yang dimaksud terdiri dari Divoltar, Molacort, Omeprazole dan Flutanol. Dari keempat jenis obat tersebut, terdapat tiga jenis bungkus obat yang sudah terbuka, yakni Molacort dan Flutanol masing-masing dua butir, serta Divoltar 1 butir.

“Dari informasi medis yang kami terima, dua obat itu bisa menyebabkan kantuk. Dugaan awal, sopir mengonsumsi obat tersebut sebelum melakukan perjalanan,” terangnya.

Dugaan itu diperkuat dengan keterangan saksi yang mengatakan bahwa sopir sempat menyampaikan jika kondisi tubuhnya sedang tidak fit.

“Sehingga kuat dugaan sopir memaksakan diri untuk membawa kendaraan,” bebernya.

Kemudian hasil penyelidikan yang lain, lanjut Himawan, diketahui KBM Elf sempat berhenti untuk beristirahat di rest area 575 B daerah Ngawi dan kembali melanjutkan perjalanan sekira pukul 02.00 WIB. Informasi yang didapat, rombongan itu akan melaksanakan shalat subuh di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT).

“Pada pukul 03.30 WIB mereka mengalami nasib nahas. Kalaupun lancar, kecil kemungkinan mereka bisa shalat subuh di MAJT. Berarti ada kesan terburu-buru mengejar waktu,” urainya.

Tidak ada bekas pengereman di sekitar TKP kecelakaan tersebut. Sehingga kesimpulan sementara, pengemudi tidak mengetahui keberadaan truk yang ada di depannya karena rasa kantuk sebagai efek obat dan juga minimnya lampu penerangan.

“Tak jauh dari TKP sebenarnya ada jalur penyelamat, namun mungkin karena faktor human error berupa ngantuk dan kehilangan konsentrasi serta tidak cukup penerangan, terjadilah kecelakaan itu,” tandasnya. (win)

BACA JUGA :

Polres Semarang memastikan laporan titik panas di kawasan hutan Watu Gajah, Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, bukan merupakan kebakaran hutan maupun lahan. Kasat Reskrim Polres Semarang Bodia Teja Lelana menjelaskan hasil verifikasi lapangan pada Jumat (1/8/2026) menunjukkan hotspot berasal dari bekas pembakaran rumput di lahan warga yang telah padam, sehingga kondisi dinyatakan aman dan terkendali.
Titik Panas di Pringapus Terekam Satelit NASA, Polres Semarang Temukan Bekas Pembakaran Rumput
Istiono Tertabrak Sepeda Motor Di Jalan Lingkar Salatiga saat Berjalan Kaki
Pejalan Kaki Tertabrak Sepeda Motor di Jalan Lingkar Salatiga
Sebuah rumah milik Sarwoto di Dusun Siroto, Kelurahan Susukan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, terbakar pada Kamis (30/7/2026) pagi. Kebakaran diduga dipicu bara api yang masih tersisa di tungku kayu setelah digunakan memasak air sebelum pemilik rumah pergi ke pasar. Petugas Damkar dan BPBD berhasil memadamkan api, tidak ada korban jiwa, sementara kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp15 juta.
Lupa Matikan Tungku Api Saat ke Pasar, Rumah Warga Susukan Ungaran Timur Terbakar
Sebuah truk bernomor polisi N 9906 UE diduga gagal menanjak dan mengalami kecelakaan di Jalan Raya Karanggede, Dusun Bawangan, Desa Reksosari, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Rabu (29/7/2026) sekitar pukul 11.20 WIB. Truk yang melaju dari Klego menuju Salatiga itu mundur setelah kehilangan tekanan angin pada kompresor, diduga menyenggol sepeda motor sebelum menghantam bangunan. Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan dan mendata dampak yang ditimbulkan.
Gagal Nanjak, Truk alami Laka di Reksosari Suruh, Motor dan Bangunan jadi Korban
Pemerintah Kabupaten Semarang melalui Kepala Kesbangpol Suyana mengungkapkan Kabupaten Semarang menempati peringkat ketujuh kasus narkoba tertinggi di Jawa Tengah berdasarkan data BNN Jawa Tengah. Pernyataan itu disampaikan di Ungaran, Rabu (29/7/2026), menyusul meningkatnya penyalahgunaan narkoba yang menyasar pelajar dan ditemukannya kasus penanaman ganja oleh seorang warga. Pemkab pun memperkuat pencegahan melalui program Gada Krisna dengan membentuk relawan antinarkoba hingga tingkat desa.
Kabupaten Semarang Peringkat Ketujuh Kasus Narkoba di Jateng, Petani Kedapatan Tanam Ganja dalam Pot
Sebuah truk box Isuzu bernomor polisi B-9973-TCH terguling di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, tepatnya dekat Hotel Family, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Sidomukti, Senin (27/7/2026) malam. Kecelakaan tunggal diduga dipicu ban selip saat melintasi jalan menurun dan menikung yang licin akibat hujan. Pengemudi dan seorang penumpang mengalami luka ringan hingga fraktur, kemudian dilarikan ke RSU dr Soebarkat Tjitrodiatmodjo untuk mendapat perawatan.
Truk Box Terguling di JLS Salatiga Saat Hujan, Dua Orang Luka-luka

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Bupati Semarang Ngesti Nugraha
Pertumbuhan Kawasan Industri Picu Permukiman Baru, Pemkab Semarang Siapkan Penataan
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dilaksanakan di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, selama 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Komandan Kodim 0714/Salatiga Fajar Hapsari Nugroho menyatakan program ini berfokus pada pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,25 kilometer yang menghubungkan Desa Cukil dan Desa Kemetul, disertai pembangunan rumah tidak layak huni, rehabilitasi fasilitas ibadah, serta pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan akses dan kesejahteraan warga.
TMMD Reguler ke-129 di Kabupaten Semarang Resmi Bergulir, Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Warga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga