[audio_player]
[posts_like_dislike]
Fakultas Hukum Universitas Kristen Satya Wacana (FH UKSW) mengadakan Law Festival For Public Service di Pendapa Bung Karno, Halaman Kantor DPRD Kota Salatiga, Jawa Tengah, pada Rabu (9/7/2025) pagi, dengan tujuan memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat terkait persoalan hukum.

Mbak Google

KABAR RASIKA

FH UKSW Gelar Law Festival For Public Service, Berikan Konsultasi Hukum kepada Masyarakat

FH UKSW Gelar Law Festival For Public Service, Berikan Konsultasi Hukum kepada Masyarakat

FH UKSW Gelar Law Festival For Public Service, Berikan Konsultasi Hukum kepada Masyarakat

FH UKSW saat gelar Law Festival For Public Service di Pendapa Bung Karno, Halaman Kantor DPRD Kota Salatiga, Jawa Tengah (Jateng), Rabu (9/7/2025)

Foto Arief Rasika

FH UKSW saat gelar Law Festival For Public Service di Pendapa Bung Karno, Halaman Kantor DPRD Kota Salatiga, Jawa Tengah (Jateng), Rabu (9/7/2025)

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Fakultas Hukum Universitas Kristen Satya Wacana (FH UKSW) menggelar Law Festival For Public Service di Pendapa Bung Karno, Halaman Kantor DPRD Kota Salatiga, Jawa Tengah (Jateng), Rabu (9/7/2025) pagi. Kegiatan itu bertujuan untuk memberikan dampak langsung kepada masyarakat terkait persoalan hukum yang dialami masyarakat.

Kepada rasikafm.com, Dekan FH UKSW Prof Christina Maya mengatakan, kegiatan festival ini ada beberapa kegiatan diantaranya, diseminasi tugas talenta unggul 2 (Presentasi Karya Ilmiah Mahasiswa FH UKSW, terbuka untuk umum), penyuluhan hukum untuk masyarakat dan banyak booth layanan publik dari berbagai instansi.

Prof Maya menjelaskan, kegiatan ini sebagai bentuk kontribusi kampus terhadap masyarakat secara langsung. Mahasiswa bisa menampilkan hasil penelitiannya dalam bentuk disemenasi dan menjelaskan kepada dosen penguji, sekaligus kepada masyarakat.

“Kami ingin mahasiswa ini membumi-lah, men-share ini lho hasil penelitian kami. Untuk peserta disemenasi ini ada 47 mahasiswa,” terang Prof Maya.

Dikatakan, diseminasi talenta unggul ini merupakan mata kuliah, mahasiswa bersama dosen pembimbing untuk membuat penelitian. Kemudian disemenasikan kepada penguji. Hasil penelitian itu juga bisa digunakan untuk pengganti tugas akhir skripsi.

Selain itu, kegiatan ini juga sebagai penerangan hukum untuk masyarakat. Sehingga pihaknya juga membuka stand dengan bekerjasama dengan Polres Salatiga, lembaga bantuan hukum, kejaksaan negeri Salatiga, pengadilan negeri Salatiga, dan lainnya. Diharapkan masyarakat bisa berkonsultasi terkait persoalan hukum yang dialaminya.

“Jadi ini sebenarnya sebagai suatu ruang terbuka publik, agar masyarakat tahu bagimana saat meminta keadilan dan perlindungan. Fakultas hukum ini menfasilitasi agar masyarakat lebih tahu dan lebih sadar hukum,” terang Prof Maya.

Salah seorang mahasiswa Mochamad Reyhan Zendy mengatakan, dirinya mengambil penelitian terkait dengan kasus korupsi dengan fokus untuk mengembalikan kerugian negara. Sebab saat ini banyak kasus korupsi yang fokus pada tindak pidananya saja.

“Jadi saya mengambil penelitian ini karena kasus korupsi merugikan negara. Tapi lebih fokus pada hukuman pidana terhadap pelaku. Sehingga penelitian ini lebih fokus pada penyitaan dan pengembalian kerugian negara. Sehingga lebih memberikan efek jera terhadap pelaku,” terang Reyhan.

Diakuinya hasil penelitian yang diseminasikan ini merupakan pengganti tugas akhir skripsi. Sehingga setelah acara diseminasi ini dirinya sudah selesai menuntaskan tugas akhirnya.

Dekan FH UKSW Prof Christina Maya saat diwawancarai Rasika

BACA JUGA :

Tim Legacy R2C dari Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) meraih Juara 1 kategori Search and Rescue Robot (SAR) dalam kompetisi UNLIMITED 2026 yang diselenggarakan Fakultas Teknik Universitas Diponegoro di Semarang. Mereka mengembangkan ALCEO, robot berkaki enam yang mampu bernavigasi secara otonom, melewati berbagai rintangan, dan menjalankan misi penyelamatan di arena menantang.
Sukses Kembangkan Robot SAR, Mahasiswa UKSW Raih Juara 1 UNLIMITED 2026
Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga kembali menggelar Gelar Inovasi Harmoni Nusantara (GIHN) 2026 di Balairung UKSW, Kamis (10/9/2026). Mengusung tema “Lentera Harmoni”, kegiatan tahun keempat ini menampilkan inovasi ramah lingkungan dari 15 fakultas. GIHN juga mendorong kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan UMKM agar riset menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
GIHN 2026 UKSW, Ubah Inovasi Ramah Lingkungan Menjadi Dampak Nyata bagi Masyarakat
Kiprah Kanaya Abigail, Mahasiswa Psikologi UKSW Mengajar SDGs dan Mengenalkan Indonesia di Slovakia
Kiprah Kanaya Abigail, Mahasiswa Psikologi UKSW Mengajar SDGs dan Mengenalkan Indonesia di Slovakia
Muat Lebih

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Selasa, 6 Oktober 2026, didominasi kondisi cerah hingga berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat suhu udara Semarang 27,7°C dengan kelembapan 75%. Suhu harian diprakirakan berkisar 27–36°C dengan kelembapan 40–75%, sedangkan hujan ringan berpotensi terjadi di sebagian pegunungan Jawa Tengah bagian tengah.
09 Oktober 2026: Cuaca Semarang Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi di Pegunungan
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Bank Indonesia menggelar program stabilisasi harga dan hilirisasi pangan di Tarubudaya, Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin (12/10/2026). Program ini menyediakan beras seharga Rp11.000 per kilogram dan cabai rawit merah Rp10.000 per kemasan 200 gram, sekaligus memperkuat produksi pertanian dan membantu pedagang menghadapi kenaikan biaya bahan baku.
Tekan Inflasi, BI dan Pemprov Jateng Gelar Tebus Murah 6 Ton Beras dan 600 Kg Cabai
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyampaikan keprihatinan atas dugaan perundungan yang menyebabkan seorang murid SDN 1 Kebondalem, Kabupaten Pemalang, meninggal dunia. Saat ditemui di Ungaran, Sabtu (10/10/2026), ia menegaskan pentingnya memperkuat budaya sekolah yang aman melalui kerja sama sekolah, keluarga, masyarakat, dan media serta meningkatkan pengawasan terhadap anak di ruang digital.
Kasus Dugaan Perundungan di SDN Kebondalem Pemalang, Mendikdasmen Sebut Tayangan di Media Turut Jadi Pemicu
Polsek Tengaran, Polres Semarang, memberikan edukasi tentang bahaya narkoba dan pencegahan perundungan kepada 147 siswa SDN Sugihan 01, Desa Sugihan, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Selasa (13/10/2026). Melalui program Polisi Sahabat Anak (POLSANA), polisi mengajak siswa menghindari narkoba, tidak melakukan kekerasan terhadap teman, serta melaporkan perundungan kepada guru atau orang tua.
Cegah Perundungan, Aipda Joko Sambangi SDN Sugihan 01 Tengaran. Tekankan Siswa harus Saling Menghargai
[pekok2]