URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Tiga medali berhasil dibawa pulang oleh dua mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) dalam ajang Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) ke XVII Tahun 2022

Mbak Google

KABAR RASIKA

Geluti Karate Sejak Usia 9 Tahun, Muhammad Rizki Mahasiswa UKSW Bawa Pulang Medali Diajang POMNAS

Geluti Karate Sejak Usia 9 Tahun, Muhammad Rizki Mahasiswa UKSW Bawa Pulang Medali Diajang POMNAS

Geluti Karate Sejak Usia 9 Tahun, Muhammad Rizki Mahasiswa UKSW Bawa Pulang Medali Diajang POMNAS

featured-img

RASIKAFM. COM|SALATIGA -Tiga medali berhasil dibawa pulang oleh dua mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) dalam ajang Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) ke XVII Tahun 2022, yang diselenggarakan di Sumatera Barat, belum lama ini. Kedua mahasiswa tersebut adalah Muhammad Rizki dan Achmad Kathri Sansyah.

Muhammad Rizki yang merupakan mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB), berhasil membawa dua medali yaitu medali Emas cabang Karate Kumite Under 60 kg Putra dan medali Perak Kumite Beregu Putra. Sedangkan Achmad Kathri Sansyah yang tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer (FTEK) berhasil membawa medali Emas cabang Tarung Derajat Kelas 64,1 – 67 kg Putra.

Ditemui akhir pekan lalu di kampus UKSW, keduanya tidak bisa menyembunyikan rasa senangnya ketika disinggung tentang perasaannya berhasil mengharumkan nama UKSW di ajang POMNAS tahun ini.

“Tentunya sangat senang, karena ini adalah event paling bergengsi antar mahasiswa se Indonesia,” kata Rizki, sapaan akrab Muhammad Rizki yang menggeluti olah raga karate sejak usia 9 tahun.

Hal yang sama juga diungkapkan Sancha, sapaan akrab Achmad Kathri Sansyah. “Perasaan saya sangat bersyukur, bangga dan senang bisa menjadi juara di POMNAS 2022 ini. Bisa membawa nama baik UKSW ditingkat di nasional kembali,” kata Sancha yang tertarik dengan olahraga Tarung Derajat sejak SMP.

Perjalanan menuju POMNAS tahun ini diakui keduanya bukanlah hal mudah. Namun usaha keras dan dukungan dari keluarga, orang terdekat serta kampus UKSW membuahkan hasil yang manis. Diceritakan Rizki, berawal dari mengikuti seleksi kampus, pria kelahiran Desember 2001 ini berhasil lolos ke Pekan Olahraga Mahasiswa Provinsi (POMPROV) dan meraih medali emas. Berbekal prestasi ini, Rizki akhirnya mendapat panggilan dari Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia (BAPOMI) Jawa Tengah untuk mengikuti training camp sampai akhirnya berangkat ke Padang mengikuti POMNAS.

“Saya berangkat tidak ada beban karena tidak ditarget medali oleh BAPOMI, namun saya memiliki target pribadi yaitu mendapat medali emas di POMNAS. Setelah bertanding, di luar prediksi saya bisa membawa pulang 1 emas dan 1 perak untuk Jawa Tengah,” terang Rizki, mahasiswa Program Studi Manajemen.

Sementara itu, bagi Sancha POMNAS tahun ini adalah pengalaman keduanya mengikuti POMNAS, setelah pada tahun 2019 lalu berhasil meraih medali perunggu. Mahasiswa Program Studi Teknik Elektro ini menceritakan bahwa di POMNAS tahun ini dirinya bermain di kelas Tarung Putra 64,1-67kg dan berhadapan dengan lawan yang tidak bisa dianggap enteng.

“Dibabak penyisihan saya bertemu dengan juara PON Papua 2021, kemudian di babak semifinal bertemu petarung dari Riau yang memiliki pukulan kuat dan terakhir di final bertemu petarung dari Jawa Barat yang postur tubuhnya lebih tinggi. Tetapi dengan penyertaan Tuhan saya boleh melewati itu semua dan berhasil membawa pulang medali emas,” cerita Sancha yang punya moto hidup jadikanlah dirimu oleh diri sendiri.

Sejak tahun 2018, tercatat Sancha sudah mengikuti 3 pertandingan tingkat nasional dan 5 pertandingan tingkat daerah. Total sudah 2 medali perunggu dan 6 medali emas dikumpulkannya.

BACA JUGA :

Smokyara di Jombor, Tuntang, Kabupaten Semarang, menawarkan kuliner bebek dengan teknik pengasapan hingga 15 jam tanpa direbus atau dipresto. Restoran milik Eko Setiawan ini juga menyajikan ayam dan ikan asap yang dimarinasi sebelum diasap menggunakan panas dan asap tidak langsung. Menu bebeknya kini diminati hingga 50 ekor per hari.
Pertama di Salatiga, Smokyara Hadir dengan Menu Bebek Asap
Seorang pria berinisial M (59), penghuni kos di Kampung Sawo, Bugel, Sidorejo, Kota Salatiga, ditemukan meninggal dunia pada Rabu (26/8/2026) malam. Polisi dan tim medis melakukan pemeriksaan serta olah TKP setelah menerima laporan melalui Call Center 110. Pemeriksaan awal tidak menemukan tanda penganiayaan maupun kekerasan pada tubuh korban.
Murni Sakit, Penghuni Kos Ditemukan Meninggal. Saksi akui Cium Bau Busuk
Sebanyak 95 lulusan LPK Serbaindo dilepas dalam Wisuda ke-14 di Hotel Laras Asri, Salatiga, Rabu (26/8/2026). Pada kesempatan itu, Serbaindo Group bersama Kemendes PDT meluncurkan program beasiswa pendidikan dan kerja ke Jepang yang menargetkan 45.000 peserta hingga 2030, khususnya untuk memenuhi kebutuhan tenaga caregiver.
Gelar Wisuda ke 14, Serbaindo Group Gandeng Kemendes PDT Buka Program 45.000 Beasiswa ke Jepang
Daihatsu Ayla dan Mitsubishi L300 Pick Up bertabrakan di Simpang Empat Klampeyan, Noborejo, Argomulyo, Kota Salatiga, Selasa (25/8/2026) siang. Kecelakaan terjadi saat Ayla hendak menyeberang Jalan Pertapaan Gedono dan bertabrakan dengan L300 yang melaju dari arah Tingkir menuju Kembang. Kedua pengemudi selamat tanpa luka.
Ayla VS L300 Adu Banteng, Pemilik Mobil hanya bisa Geleng - geleng
Muat Lebih

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon