RASIKAFM.COM | SALATIGA – Wali Kota Salatiga, Roby Hernawan mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Kelurahan Mangunsari serta memberi semangat 50 kader PKK RW yang mengikuti pelatihan sebagai agen perubahan di lingkungan masing-masing. Menurutnya, persoalan perkotaan seperti ketahanan pangan dan sampah tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah. Menurutnya Rumah Warga Bisa Jadi Sawah, Sampah Bisa Jadi Tabungan.
Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan dan Ketua TP PKK Kota Salatiga, Retno Robby Hernawan, datang untuk membuka Pelatihan Pengolahan Sumber Daya Alam (SDA) meluncurkan aksi perubahan Sendi Laras (Sinergi Pemerintah, Masyarakat, dan Elemen Laras) di Tapak Hapsari, Kelurahan Mangunsari, Kecamatan Sidomukti, Kamis (21/5/2026).
Program ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat ketahanan pangan perkotaan sekaligus mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Dalam sambutannya, Wali Kota mengapresiasi inovasi Kelurahan Mangunsari serta semangat 50 kader PKK RW yang mengikuti pelatihan sebagai agen perubahan di lingkungan masing-masing. Menurutnya, persoalan perkotaan seperti ketahanan pangan dan sampah tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Salatiga memang tidak memiliki lahan persawahan yang luas, tetapi keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berinovasi. Rumah-rumah warga bisa menjadi sumber pangan melalui pertanian perkotaan,” ujar Robby.
Ia mencontohkan budidaya padi dalam pot atau wadah tanam yang telah diterapkan di Mangunsari. Selain itu, masyarakat juga didorong memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam komoditas produktif seperti cabai, tomat, dan jahe, dengan dukungan fasilitasi bibit dari pemerintah daerah melalui dinas terkait.
Selain sektor pangan, Robby menekankan pentingnya pengelolaan sampah dari sumbernya. Sampah organik rumah tangga didorong untuk dikelola melalui program Losida (Lodong Sisa Dapur) dan lubang biopori, sedangkan sampah anorganik dapat disalurkan melalui Bank Sampah Induk (BSI).
Menurutnya, pengelolaan sampah yang konsisten dapat memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.
“Jika sampah dipilah sejak dari rumah dan disetorkan ke bank sampah, hasilnya bisa menjadi tabungan bernilai ekonomi, bahkan dikonversi menjadi logam mulia,” jelasnya.
Lurah Mangunsari, Berlian, menyampaikan apresiasi atas dukungan Wali Kota dan jajaran yang dinilai menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus berinovasi.
“Kehadiran Bapak Wali Kota beserta Ibu tentu menjadi semangat dan motivasi besar bagi kami di Kelurahan Mangunsari untuk terus bergerak, berinovasi, serta memberikan pelayanan dan pemberdayaan masyarakat yang lebih baik,” ungkap Berlian.
Pelatihan yang berlangsung selama dua hari ini didanai melalui Dana Kelurahan Tahun Anggaran 2026 dan dilaksanakan secara swakelola oleh TP PKK Kelurahan Mangunsari. Kegiatan diikuti Pokja III PKK RW se-Kelurahan Mangunsari serta perwakilan Rumah Dilan untuk meningkatkan keterampilan pemanfaatan lahan terbatas.
Sebagai bentuk dukungan, pemerintah juga menyerahkan bantuan bibit tanaman padi, sawi, cabai, jahe, serta pupuk kepada seluruh RW di Kelurahan Mangunsari.
Peluncuran Sendi Laras diharapkan menjadi model kolaborasi pemberdayaan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang mandiri pangan, bersih, dan berkelanjutan.