URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Robby Hernawan meluncurkan aksi perubahan Sendi Laras di Kelurahan Mangunsari, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga, Kamis (21/5/2026), untuk memperkuat ketahanan pangan dan pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Program ini melibatkan 50 kader PKK RW melalui pelatihan urban farming, pengolahan sampah organik dan anorganik, serta pemberian bantuan bibit tanaman dan pupuk agar warga mampu menciptakan lingkungan mandiri dan berkelanjutan.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Sendi Laras di Kelurahan Mangunsari, Langkah Perkuat Ketahanan Pangan Perkotaan

Sendi Laras di Kelurahan Mangunsari, Langkah Perkuat Ketahanan Pangan Perkotaan

Sendi Laras di Kelurahan Mangunsari, Langkah Perkuat Ketahanan Pangan Perkotaan

Lurah Mangunsari, Berlian (berdiri di Podium) saat acara Peluncuran Sendi Laras (Foto dok IST)
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Wali Kota Salatiga, Roby Hernawan mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Kelurahan Mangunsari serta memberi semangat 50 kader PKK RW yang mengikuti pelatihan sebagai agen perubahan di lingkungan masing-masing. Menurutnya, persoalan perkotaan seperti ketahanan pangan dan sampah tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah. Menurutnya Rumah Warga Bisa Jadi Sawah, Sampah Bisa Jadi Tabungan.

Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan dan Ketua TP PKK Kota Salatiga, Retno Robby Hernawan, datang untuk membuka Pelatihan Pengolahan Sumber Daya Alam (SDA) meluncurkan aksi perubahan Sendi Laras (Sinergi Pemerintah, Masyarakat, dan Elemen Laras) di Tapak Hapsari, Kelurahan Mangunsari, Kecamatan Sidomukti, Kamis (21/5/2026).

Program ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat ketahanan pangan perkotaan sekaligus mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Dalam sambutannya, Wali Kota mengapresiasi inovasi Kelurahan Mangunsari serta semangat 50 kader PKK RW yang mengikuti pelatihan sebagai agen perubahan di lingkungan masing-masing. Menurutnya, persoalan perkotaan seperti ketahanan pangan dan sampah tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“Salatiga memang tidak memiliki lahan persawahan yang luas, tetapi keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berinovasi. Rumah-rumah warga bisa menjadi sumber pangan melalui pertanian perkotaan,” ujar Robby.

Ia mencontohkan budidaya padi dalam pot atau wadah tanam yang telah diterapkan di Mangunsari. Selain itu, masyarakat juga didorong memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam komoditas produktif seperti cabai, tomat, dan jahe, dengan dukungan fasilitasi bibit dari pemerintah daerah melalui dinas terkait.

Selain sektor pangan, Robby menekankan pentingnya pengelolaan sampah dari sumbernya. Sampah organik rumah tangga didorong untuk dikelola melalui program Losida (Lodong Sisa Dapur) dan lubang biopori, sedangkan sampah anorganik dapat disalurkan melalui Bank Sampah Induk (BSI).

Menurutnya, pengelolaan sampah yang konsisten dapat memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.

“Jika sampah dipilah sejak dari rumah dan disetorkan ke bank sampah, hasilnya bisa menjadi tabungan bernilai ekonomi, bahkan dikonversi menjadi logam mulia,” jelasnya.

Lurah Mangunsari, Berlian, menyampaikan apresiasi atas dukungan Wali Kota dan jajaran yang dinilai menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus berinovasi.

“Kehadiran Bapak Wali Kota beserta Ibu tentu menjadi semangat dan motivasi besar bagi kami di Kelurahan Mangunsari untuk terus bergerak, berinovasi, serta memberikan pelayanan dan pemberdayaan masyarakat yang lebih baik,” ungkap Berlian.

Pelatihan yang berlangsung selama dua hari ini didanai melalui Dana Kelurahan Tahun Anggaran 2026 dan dilaksanakan secara swakelola oleh TP PKK Kelurahan Mangunsari. Kegiatan diikuti Pokja III PKK RW se-Kelurahan Mangunsari serta perwakilan Rumah Dilan untuk meningkatkan keterampilan pemanfaatan lahan terbatas.

Sebagai bentuk dukungan, pemerintah juga menyerahkan bantuan bibit tanaman padi, sawi, cabai, jahe, serta pupuk kepada seluruh RW di Kelurahan Mangunsari.

Peluncuran Sendi Laras diharapkan menjadi model kolaborasi pemberdayaan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang mandiri pangan, bersih, dan berkelanjutan.

BACA JUGA :

Puluhan remaja Pecinta dan Pelestari Alam Tengaran menebar 1.900 bibit ikan di aliran Sungai Serang, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Minggu (5/7/2026). Aksi yang digagas Ketua RW 02 Dukuh Krajan, Sowam Ahmadi, menggunakan donasi warga untuk memulihkan ekosistem pascapencemaran limbah sekaligus mengedukasi generasi muda agar menjaga kelestarian sungai.
Jaga Kelestarian Alam, Remaja di Tengaran Tebar Ribuan Bibit Ikan di Sungai Serang
Sebanyak 4.000 pelari mengikuti Rupiah Borobudur Playon 2026 di kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Minggu (5/7/2026). Bank Indonesia Jawa Tengah bersama pemerintah daerah menggelar lomba 5K dan 10K untuk menggerakkan sport tourism, UMKM, edukasi rupiah, serta pengendalian inflasi, sekaligus menyalurkan lebih dari Rp600 juta dana pendaftaran bagi pengelolaan sampah di 10 desa sekitar Borobudur.
Semangat Sport Tourism, Ribuan Pelari Ramaikan Rupiah Borobudur Playon 2026
M. Iksan (55), warga Pungkursari, Kota Salatiga, merakit Yamaha Vixion 155 cc menjadi Jeep Willys mini berwarna hijau army selama tiga bulan dengan biaya sekitar Rp30 juta. Ia memadukan mesin motor, persneling serta kaki-kaki Daihatsu Zebra, lalu membentuk bodi dari rangka besi dan pelat agar kendaraan dapat digunakan melintasi jalan kota hingga tanjakan Bandungan.
Kreatif! Tukang Cat di Salatiga ini Sulap Motor Yamaha Vixion jadi Jeep Willys Mini
LAZIS Jateng Cabang Salatiga bekerja sama dengan Resta Pendopo KM 456 menggelar Khitan Ceria 2026 bagi 30 anak yatim, piatu, dan dhuafa di Baok, Ujung-Ujung, Pabelan, Kabupaten Semarang, Kamis (2/7/2026). Program tahun ketiga ini memberikan layanan sosial sekaligus mengajak peserta yang memasuki masa baligh meningkatkan ketaatan beribadah dan membiasakan salat lima waktu.
Puluhan Anak ikuti Khitan Ceria 2026 di Resta Pendopo KM 456
Belasan remaja masjid dari Perumahan Taman Manunggal Asri Tugu Bener, Tengaran, menggelar nonton bareng film inspiratif Bilal bin Rabah di Masjid Al Ikhlas, Jumat (3/7/2026). Kegiatan perdana yang digagas Ugema ini diisi salat Magrib dan pembagian doorprize untuk mempererat kebersamaan sekaligus mengajak pelajar mengisi liburan sekolah dengan aktivitas positif.
Isi Kegiatan Positif Liburan, Belasan Remaja Ugema Nobar Film Bilal
PT Mitra Anugerah Bumi Agung berkomitmen memperbaiki jalan rusak di Desa Tlompakan, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, mulai 12 Juli 2026 setelah audiensi dengan warga dan DPRD Kabupaten Semarang, Jumat (3/7/2026). Warga juga menuntut pembatasan jam operasi, kelayakan armada, perbaikan drainase, dan rambu keselamatan. DPRD akan mendorong penghentian sementara tambang bila komitmen tidak direalisasikan.
DPRD Kabupaten Semarang Ultimatum Tambang Galian C di Tuntang: Taati Kesepakatan atau Operasional Ditutup!

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Semarang menangkap seorang pelatih taekwondo berinisial R (52) atas dugaan pencabulan terhadap muridnya yang masih berusia 13 tahun di sebuah tempat latihan di Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Peristiwa yang terjadi pada 30 Maret 2026 itu dilaporkan keluarga korban ke polisi hingga berujung penangkapan tersangka pada Selasa (30/6/2026). Polisi menjerat tersangka dengan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual dan KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara yang dapat diperberat karena adanya relasi kuasa.
Aksi Bejat Pelatih Taekwondo di Ambarawa: Cabuli Muridnya Lalu Beri Uang Tutup Mulut
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Pengelola Warung Soemantri, Gani Nur Rahman, memprotes penutupan akses utama menuju lokasi usahanya di Jalan dr. O. Notohamidjojo, Blotongan, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, yang terjadi akibat pemasangan pagar oleh pihak lain. Kondisi tersebut dinilai menghambat pembangunan, menyulitkan pengunjung, serta berdampak pada rencana pengembangan warung sebagai ruang kreatif, edukasi, dan kawasan konservasi.
Pengelola Warung Soemantri Protes, Akses Pintu Masuk Ditutup Pagar