KAWAN PEMANDU JALAN

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Identitas Penemuan Jasad di Kali Kreo Teridentifikasi, Polisi: Punya Penyakit Epilepsi

Identitas Penemuan Jasad di Kali Kreo Teridentifikasi, Polisi: Punya Penyakit Epilepsi

Identitas Penemuan Jasad di Kali Kreo Teridentifikasi, Polisi: Punya Penyakit Epilepsi

Diberitakan sebelumnya, seorang pria ditemukan tewas mengambang di aliran Kali Kreo, Sukorejo, Gunungpati, Selasa (8/3/2022) sekira pukul 13.30 WIB.

Pria itu ditemukan tertelungkup dengan kondisi telanjang bulat dan ada luka terbuka di jidat korban hingga alami pendarahan.

Penemuan jasad itu berawal dari tiga bocah cilik (bocil) yang hendak memancing di kali Kreo. Tiga bocil itu kaget lantaran melihat tubuh korban yang telungkup di sungai yang berarus.

Penemuan itu sebenarnya terjadi di wilayah Gunungpati, akan tetapi lokasi berdekatan dengan RT 14 RW 4 perumahan Grand Hill Kalipancur, Ngaliyan.

Anggota Polsek Ngaliyan segera datang ke lokasi lalu mengevakuasi korban. Kapolsek Ngaliyan Kompol Umbar Wijaya menyebut, penemuan mayat di sungai tersebut memang berbatasan dengan wilayah Gunungpati.

“Kami hanya ke penanganan saja karena dapat laporan dari warga,” terangnya

Ia mengaku, hasil pemeriksaan awal diketahui korban berusia 40 sampai 50 tahun. Jenis kelamin pria dengan kondisi telanjang. Jasad korban selesai dievakuas oleh para relawan Kota Semarang pukul 15.52 WIB dan dibawa ke ruang jenazah untuk dilakukan pemeriksaan di RSUP Kariadi Semarang oleh Tim Inafis Polrestabes Semarang.

Leave a Comment

Leave a Comment

Kabar Terkini

Leave a Comment

Leave a Comment

Kabar Terkini

POPULER

DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Tim sepak bola Popda Kota Salatiga berhasil menjadi juara Popda Jawa Tengah 2026 setelah mengalahkan Kabupaten Wonogiri 1-0 pada partai final. Sebelumnya, Salatiga menyingkirkan Kota Semarang melalui adu penalti 5-3 di semifinal. Gelar ini diraih berkat konsistensi, kekompakan, dan mental bertanding para pemain muda sepanjang kompetisi.
Skuad Muda Juara, Perjuangan Tim Sepak Bola Salatiga di ajang Popda Jateng Berbuah Manis
Kota Semarang menjadi pusat pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026 selama 10 hari, 11–20 September. Rangkaian dimulai dengan kedatangan kafilah dan Malam Ta’aruf, dilanjutkan pembukaan pada 12 September yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Kompetisi berlangsung 13–18 September, sebelum city tour, penutupan, dan kepulangan kafilah ke daerah masing-masing.
Catat Jadwalnya, MTQ Nasional XXXI Digelar 11-20 September di Semarang