URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Sebanyak 172 jamaah haji dan dua petugas haji yang tergabung dalam kloter 37 asal Kabupaten termasuk dalam revisi ke-16 Jadwal Penerbangan Haji 2022 untuk Embarkasi Solo (SOC). Adanya ketentuan ini, maka waktu kedatangan rombongan jamaah tersebut di SOC bakal mengalami perubahan.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Jamaah Haji Kloter 37 Kabupaten Semarang Alami Penundaan Kedatangan, Ini Penyebabnya

Jamaah Haji Kloter 37 Kabupaten Semarang Alami Penundaan Kedatangan, Ini Penyebabnya

Jamaah Haji Kloter 37 Kabupaten Semarang Alami Penundaan Kedatangan, Ini Penyebabnya

featured-img

UNGARAN – Sebanyak 172 jamaah haji dan dua petugas haji yang tergabung dalam kloter 37 asal Kabupaten termasuk dalam revisi ke-16 Jadwal Penerbangan Haji 2022 untuk Embarkasi Solo (SOC). Adanya ketentuan ini, maka waktu kedatangan rombongan jamaah tersebut di SOC bakal mengalami perubahan.

Demikian disampaikan oleh Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kemenag Kabupaten Semarang, Titik Halimah di Ungaran, Rabu (20/7/2022). Dijelaskan Titik, kepastian ini berdasarkan surat yang dikirim Maskapai Penerbangan Garuda kepada Direktorat Jenderal PHU Kemenag, Nomor GARUDA/JKTNH/20125/ 2022 tentang Pemberitahuan Revisi Ke-16 Jadwal Penerbangan Haji 2022, tertanggal 14 Juli 2022.

“Berdasarkan prakiraan cuaca di Madinah yang menunjukkan suhu tinggi, perlu dilakukan penyesuaian di stasiun transit. Maka waktu kedatangan para jamaah di Solo (SOC) akan mengalami perubahan sekitar 25 menit, dari jadwal kedatangan semula,” ungkapnya.

Sedianya, jamaah kloter 37 dijadwalkan berangkat dari Jeddah tanggal 9 Agustus 2022 pukul 13:10 waktu setempat dan tiba di SOC pada 10 Agustus 2022 pukul 06:05 WIB. Dengan adanya perubahan/ penyesuaian ini, penerbangan GIA 6237 yang dijadwalkan berangkat dari Jeddah pada 9 Agustus 2022 pukul 13:10 waktu setempat baru akan tiba di SOC pada 10 Agustus 2022 pukul 06:30 WIB.

“Untuk jamaah haji asal Kabupaten Semarang yang tergabung dalam kloter 36 sejauh ini belum ada perubahan dari jadwal yang sudah ditentukan,” katanya.

Titik menambahkan, berdasarkan informasi yang disampaikan oleh petugas haji dari tanah suci, untuk saat ini sebanyak 297 orang jamaah asal Kabupaten Semarang semuanya dalam kondisi yang sehat.

“Alhamdulillah tidak ada yang sedang menjalani perawatan kesehatan. Saat ini masih melaksanakan umrah sunnah,” imbuhnya. (win)

BACA JUGA :

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengalihan status guru PPPK dari pemerintah daerah menjadi pegawai pemerintah pusat mulai 2027 mendapat perhatian Pemkab Semarang. BKPSDM Kabupaten Semarang menyatakan masih menunggu petunjuk teknis resmi pemerintah pusat, terutama terkait administrasi, pembiayaan, pembinaan, kewenangan, serta mekanisme pengelolaan ribuan guru PPPK dan PNS di daerah.
4.200 PPPK Guru di Kabupaten Semarang Berpotensi Diambil Alih Pusat, BKPSDM Tunggu Juknis
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan