RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Jelang Kenaikan BBM, SPBU Suruh Dipadati Ratusan Kendaraan Yang Akan Membeli Pertalite dan Solar

Jelang Kenaikan BBM, SPBU Suruh Dipadati Ratusan Kendaraan Yang Akan Membeli Pertalite dan Solar

Jelang Kenaikan BBM, SPBU Suruh Dipadati Ratusan Kendaraan Yang Akan Membeli Pertalite dan Solar

Ratusan kendaraan roda dua maupun roda empat rela mengantre mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU 44 507 10. Suruh kabupaten Semarang.

Dari berita yang beredar harga BBM jenis pertalite yang semula Rp 7.650 akan naik menjadi Rp 10.000 per liter, pertamax yang semula Rp 12.500 menjadi Rp 16.000 per liter dan bio solar semula Rp 5.150 menjadi Rp 7.200 per liter.

Pantauan wartawan di lapangan, terjadi antrean panjang sampai masuk ke jalan raya baik itu kendaraan roda dua maupun empat.

Antrean ini sempat mengakibatkan kemacetan arus lalu lintas di area SPBU.

Banyak kendaraan roda empat yang rela berjam-jam untuk mengisi BBM di SPBU 44 507 10.

Warga Suruh, Solikun mengatakan bahwa dirinya ikut antre mengisi BBM untuk berjaga-jaga jika harga baru BBM baru diberlakukan.

“Ini saya mengisi BBM untuk jaga-jaga juga kalau besok kejadian harga BBM yang baru,” kata Sholikun Rabu (31/8/2022) malam.

Menurutnya baru malam ini terjadi antrean mengisi BBM di SPBU ini.

“Kemarin-kemarin lancar tidak ada antrean sepanjang ini,” jelasnya.

Dirinya mengaku dengan adanya isu harga BBM baru berdampak dengan aktivitasnya dalam sehari-hari.

“Kalau benar besok harga baru pasti berdampak dan terasa apalagi buat transportasi sehari-hari,” ungkapnya.

Sholikun berharap agar pemerintah tetap memberlakukan harga BBM lama.

“Iya kalau tepat sasaran dengan harga BBM baru, pengennya harganya masih tetap seperti harga BBM lama,” jelasnya.

Riki Adi warga Suruh lainya menambahkan bahwa BBM jangan sampai langka karena untuk kebutuhan sehari-hari.

“Kabar BBM naik saya sudah mendengar yang penting jangan sampai langka dan yang penting ada terus,” kata Riki.

Dirinya mengaku sudah antre mengisi BBM lebih dari satu jam.

“Saya sudah lama mengantre disini, bisanya di SPBU ini antreannya tidak sebanyak ini,” jelasnya.

Dengan harga BBM baru, menurutnya akan berdampak terhadap perekonomian.

“Dampaknya pasti di sektor ekonomi, pendapatan saya pasti berkurang,” ujarnya.

“biasanya saya beli seratus ribu buat dua kali angkut kayu, jika BBM naik diperkirakan hanya satu kali angkut,” imbuhnya.

Riki berharap BBM boleh naik tetapi jangan banyak-banyak.

“Harapan saya naiknya jangan terlalu banyak, tetapi pengennya harga BBM tetap dengan harga lama apalagi bio solar,” paparnya.

Solikun salah seorang warga yang antri BBM (Vidio by hns)

BACA JUGA :

Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani
Sebanyak 8.100 porsi Ayam Kecap Rempah Nusantara dimasak serentak di sembilan kota Indonesia pada Minggu (6/9/2026), termasuk 750 porsi di Semarang. Kegiatan Bright Gas bersama pelanggan dan komunitas tersebut digelar untuk memperingati Hari Pelanggan Nasional sekaligus membidik pencatatan Rekor MURI.
Bukan Masak Biasa! 8.100 Porsi Ayam Kecap Diburu Jadi Rekor MURI, Semarang Sumbang 750 Porsi
Pemkab Semarang meminta PT PLN menunda sementara kajian dan rencana eksplorasi panas bumi di kawasan Gunung Ungaran, Jumat (4/9/2026). Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyebut keputusan tersebut diambil untuk menjaga kondusivitas masyarakat di tengah kekhawatiran yang berkembang. Pemkab juga meminta PT Geo Dipa Energi meningkatkan komunikasi dan sosialisasi terkait kegiatan geothermal di Banyubiru.
Rencana Geothermal Gunung Ungaran Ditunda, Bupati Semarang Minta PLN Setop Kegiatan
Sebanyak 756 pekerja PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terkena PHK akibat efisiensi perusahaan pada 2026. Disnaker Kabupaten Semarang menyebut keputusan tersebut telah disepakati melalui perjanjian bersama, sementara pembayaran pesangon rata-rata Rp30 juta per pekerja dilakukan bertahap selama 10 bulan karena tekanan industri perkayuan.
756 Pekerja di Kabupaten Semarang Kena PHK, Disnaker Kawal Pembayaran Pesangon
Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Tim Penilai Blackspot Therapy Polda Jawa Tengah melakukan survei dan penilaian Jalur Penyelamat di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, Selasa (1/9/2026), untuk memetakan potensi kerawanan kecelakaan. Tim memeriksa kondisi jalan, rambu, marka, fasilitas keselamatan, dan lingkungan sekitar sebagai dasar penyusunan rekomendasi penanganan.
Tim Polda Jateng Cek Jalur Penyelamat JLS Salatiga, Amati Situasi Lalin Penyebab Laka
                 

Warning: Undefined variable $output in /home/u503210056/domains/rasikafm.com/public_html/wp-content/plugins/pekok/pekok.php on line 157