URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Kepala Desa Kadirejo Riyadi mengembangkan energi alternatif dari kotoran sapi. Limbah kotoran sapi di kandang komunal ini diubah menjadi biogas sebagai sumber lampu penerangan.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Kades Kadirejo Manfaatkan Kotoran Sapi Sebagai Sumber Energi Lampu Penerangan

Kades Kadirejo Manfaatkan Kotoran Sapi Sebagai Sumber Energi Lampu Penerangan

Kades Kadirejo Manfaatkan Kotoran Sapi Sebagai Sumber Energi Lampu Penerangan

Riyadi saat memasang lampu penerangan dari sumber kotoran sapi

Kotoran sapi di kandang komunal Desa Kadirejo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, tak hanya dimanfaatkan untuk pupuk.

Sejak sebulan lalu, limbah sapi tersebut digunakan untuk biogas.

Kepala Desa Kadirejo Riyadi mengatakan, meski saat ini masih dalam taraf uji coba, namun biogas tersebut telah dirasakan manfaatnya.

“Saat ini, biogas tersebut dialirkan untuk menjadi energi penerangan di kandang komunal dan jalan desa,” kata Riyadi, pada Kamis (4/8/2022).

Riyadi mengungkapkan, setelah masa uji coba selesai, maka akan biogas akan dialirkan ke permukiman warga.

Riyadi, mengembangkan energi alternatif dari kotoran sapi. Limbah kotoran sapi di kandang komunal ini diubah menjadi biogas sebagai sumber lampu penerangan.

Riyadi mengatakan, kotoran sapi tak hanya dimanfaatkan untuk pupuk. Namun sejak sebulan lalu, kotoran sapi tersebut digunakan untuk biogas.

“Proses pengolahan kotoran sapi menjadi biogas cukup mudah. Pertama kotoran sapi dikumpulkan dan dimasukan ke penampungan atau pengolahan biogas. Setelah diolah dari kotoran itu munculah gas. Terus dialirkan ke pipa selanjut ke lampu. Lampunya mirip petromaks, setelah mendapat pasokan gas dinyalakan dengan korek,”kata Riyadi.

Proses pengolahan kotoran sapi menjadi biogas cukup mudah. Pertama kotoran sapi dikumpulkan dan dimasukan ke penampungan atau pengolahan biogas. Setelah diolah dari kotoran itu munculah gas. Terus dialirkan ke pipa selanjut ke lampu. Lampunya mirip petromaks, setelah mendapat pasokan gas dinyalakan dengan korek.

Riyadi mengatakan, saat ini masih uji coba sehingga hanya dialirkan untuk menjadi energi penerangan di kandang komunal dan jalan desa.

Riyadi menjelaskan, dengan pemanfaatan biogas untuk penerangan ini manfaatnya sangat banyak. Selain energi ramah lingkungan juga hemat energi, sehingga pengeluaran warga bisa berkurang dan tentunya aman.

Kades Kadirejo saat diwawancarai Wartawan

Pengaliran biogas ini aman karena instalasinya tertata rapi. Selain itu operasionalnya juga cukup mudah, jika tidak dipakai kran tinggal diputar maka aliran gas sudah mati,”jelas Riyadi.

Riyadi menambahkan, awal mulanya pemrosesan kotoran hingga keluar gas membutuhkan waktu selama 14 hari dan setelah itu bisa setiap hari.

“Sekarang setiap hari bisa dipasok karena gas sudah mengalir. Untuk daya tampung saat ini berkapasitas 20 meter persegi. Untuk menyalakan lampu sejak magrib hingga pagi hari dan daya pijar lampunya juga stabil,”pungkas Riyadi.

BACA JUGA :

Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran
Kota Salatiga meraih juara I kategori Akses Penduduk ke Layanan Pendidikan dalam Apresiasi Pemda Berprestasi Regional Jawa-Bali 2026 Batch II yang digelar Kemendagri pada 28 Agustus 2026. Atas capaian tersebut, Salatiga mendapat dukungan Rp2 miliar untuk memperkuat akses dan kualitas layanan pendidikan bagi masyarakat.
Bukan Kaleng-kaleng! Kota Salatiga raih Prestasi di Bidang Pendidikan
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak
DPRD Kabupaten Semarang meminta pemerintah daerah melakukan kajian menyeluruh sebelum pengembangan energi panas bumi Gunung Ungaran dilanjutkan, Senin (31/8/2026). Dewan menyoroti potensi dampak pengeboran lebih dari 2.000 meter terhadap kondisi geologi, lingkungan, sumber air, cagar budaya, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat dan daerah.
Legislator Kabupaten Semarang Soroti Risiko Geothermal Ungaran, Ingatkan Dampak Pengeboran
Kejaksaan Negeri Salatiga memberikan penyuluhan hukum dan kampanye antikorupsi kepada sekitar 150 siswa SMAN 3 Salatiga melalui program Jaksa Masuk Sekolah, Senin. Kegiatan tersebut bertujuan menanamkan kesadaran hukum, kejujuran, integritas, dan tanggung jawab sejak dini, sekaligus mengenalkan bahaya HIV/AIDS serta pengelolaan sampah kepada para pelajar.
JMS di SMAN 3 Salatiga, Gandeng Berbagai Pihak, “Wujudkan Generasi Emas Anti Korupsi”
Pemkab Semarang menyiapkan anggaran hampir Rp16 miliar untuk pelaksanaan Pilkades serentak yang dijadwalkan pada 14 Desember 2026. Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengatakan anggaran tersebut digunakan untuk mendukung seluruh tahapan Pilkades, dengan kebutuhan tambahan dipenuhi melalui efisiensi belanja yang tidak menjadi prioritas.
Pemkab Semarang Tambah Anggaran Pilkades, Belanja Tak Mendesak Jadi Sasaran Efisiensi

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo: Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih
Kepala Dinsos Kabupaten Semarang Istichomah
Penerima Bansos Terindikasi Judol Bakal Dicoret, Dinsos Kabupaten Semarang Buka Pengajuan Sanggahan

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved