HOME

Kasus Covid-19 di Kabupaten Semarang Meledak, Didominasi Klaster Lebaran dan Rumah Tangga

Kasus Covid-19 di Kabupaten Semarang Meledak, Didominasi Klaster Lebaran dan Rumah Tangga

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on google
Share on pinterest

Jajaran forkompimda Kabupaten Semarang sedang melaksanakan rapat terkait PPKM yang akan diterapkan seiring melonjaknya kasus Covid-19, Senin (7/6/2021) sore. (Foto/win)

UNGARAN – Kenaikan kasus Covid-19 di Kabupaten Semarang dalam beberapa hari terakhir cukup drastis. Data yang diperoleh hingga Senin (7/6/2021) petang, kasus positif Covid-19 berada pada angka 160 orang, setelah satu hari sebelumnya mengalami lonjakan 52 kasus dalam satu hari.

Menurut Bupati Semarang Ngesti Nugraha, salah satu penyebabnya karena masyarakat sudah mulai mengabaikan protokol kesehatan. Setelah Pemkab melakukan monitoring, penyebaran Covid-19 tersebut berasal dari klaster halal bihalal, sekolah, dan rumah tangga. Diketahui dari laporan Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang saat ini ada 160 kasus yang sebelumnya 144 kasus. Kenaikan ini membuat Pemkab mengambil langkah cepat untuk pembatasan aktivitas, meliputi pasar, sekolah dan lokasi wisata.

Sementara saat ini ada empat kecamatan yang masuk zona merah, yakni Kecamatan Bringin, Pabelan, Getasan dan Ambarawa. Sedangkan wilayah yang menjadi sorotan Pemkab Semarang adalah Bandungan dan Pringapus, sebab dua kecamatan tersebut menunjukkan tingkatan angka penularan Covid-19 yang cukup tinggi. (win)




SHARE

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest
KABAR JAWA TENGAH

KABAR TERKAIT
KABAR TERBARU
10 KABAR POPULER
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on whatsapp