KAWAN PEMANDU JALAN

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Keluarga Pasien Covid-19 Mengamuk, Seorang Perawat RSGM Ambarawa Terluka

Keluarga Pasien Covid-19 Mengamuk, Seorang Perawat RSGM Ambarawa Terluka

Keluarga Pasien Covid-19 Mengamuk, Seorang Perawat RSGM Ambarawa Terluka

Suasana keributan yang terjadi di Ruang Anyelir RSGM Ambarawa saat keluarga pasien Covid-19 mengamuk, Jumat (24/7/2021). (Foto/IST)

AMBARAWA – Seorang perawat di Rumah Sakit Gunawan Mangunkusumo (RSGM) Ambarawa Kabupaten Semarang mengalami luka di jarinya akibat terkena gunting yang diduga digunakan oleh keluarga pasien Covid-19 untuk menganiayanya pada Jumat (24/7/2021).

Informasi yang berhasil dihimpun, kejadian itu bermula saat NHI, seorang pasien positif Covid-19 asal Pringapus yang meninggal dunia usai dirawat di ruang Anyelir. Pihak rumah sakit kemudian menghubungi keluarga pasien untuk mengabarkan bahwa yang bersangkutan telah meninggal dunia dengan status positif Covid-19 dan akan dimakamkan secara protokol kesehatan (prokes).

Kemudian datang NUR dan REV yang merupakan keluarga pasien dan ingin melihat kondisi terakhir jenazah NHI. Oleh petugas keamanan, mereka dilarang mendekat sebab harus dengan prosedur prokes. NUR yang tersulut emosinya terlibat konfrontasi dengan petugas keamanan setempat hingga beradu badan.

Dalam keadaan tensi tinggi itu, NUR tiba-tiba mengambil gunting yang ada di meja perawat dan menancapkannya di meja. Beberapa perawat dan karyawan rumah sakit berusaha melerai dan memegangi NUR yang sudah kalap dengan gunting di tangannya hingga akhirnya gunting patah dan mengenai jari seorang perawat.

Kapolsek Ambarawa AKP Komang Karisma menyatakan, pihaknya masih menunggu manajemen RSGM melaporkan secara resmi kasus tersebut. Sementara untuk penyelidikan terhadap terduga pelaku juga masih dilakukan. (win)

Kabar Terkini

POPULER

Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Kota Semarang menjadi pusat pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026 selama 10 hari, 11–20 September. Rangkaian dimulai dengan kedatangan kafilah dan Malam Ta’aruf, dilanjutkan pembukaan pada 12 September yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Kompetisi berlangsung 13–18 September, sebelum city tour, penutupan, dan kepulangan kafilah ke daerah masing-masing.
Catat Jadwalnya, MTQ Nasional XXXI Digelar 11-20 September di Semarang
Pawai Ta’aruf MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang, Sabtu (12/9/2026), menampilkan keragaman budaya sekaligus semangat toleransi masyarakat. Wali Kota Semarang Agustina mengapresiasi keterlibatan masyarakat lintas agama dalam kegiatan tersebut. Lebih dari 1.000 peserta dari 38 kontingen mengikuti pawai sepanjang sekitar 2,5 kilometer dari Balai Kota menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah.
Mandra "Sidoel" ikut Pawai Pembukaan MTQ di Semarang