URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Kerusakan jalan menjadi keluhan terbanyak masyarakat Kabupaten Semarang sepanjang Januari–Juni 2026 dengan 49 dari total 217 aduan yang masuk melalui SP4N-LAPOR!, LaporGub Jateng, dan Lapor Bupati Semarang. Dinas Pekerjaan Umum mengakui keterbatasan anggaran menjadi tantangan utama sehingga perbaikan dilakukan secara bertahap sambil mengupayakan tambahan pendanaan dari pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Keluhan Jalan Rusak Masih Mendominasi Aduan Warga Kabupaten Semarang, DPU Akui Keterbatasan Anggaran

Keluhan Jalan Rusak Masih Mendominasi Aduan Warga Kabupaten Semarang, DPU Akui Keterbatasan Anggaran

Keluhan Jalan Rusak Masih Mendominasi Aduan Warga Kabupaten Semarang, DPU Akui Keterbatasan Anggaran

Ilustrasi
Ilustrasi
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Persoalan jalan rusak masih menjadi keluhan utama masyarakat Kabupaten Semarang. Sepanjang Januari hingga Juni 2026, laporan terkait infrastruktur jalan menjadi aduan terbanyak yang masuk melalui berbagai kanal pengaduan milik pemerintah.

Selama semester pertama 2026 tercatat sebanyak 217 pengaduan masyarakat diterima melalui SP4N-LAPOR!, LaporGub Jawa Tengah, dan Lapor Bupati Semarang.
Dari jumlah tersebut, 49 laporan atau sekitar 22,6 persen berkaitan dengan kondisi infrastruktur jalan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Semarang, Danang Eko Wahyuono, mengakui laporan kerusakan jalan memang menjadi persoalan yang paling sering diterima pemerintah daerah.

Menurutnya, jalan merupakan fasilitas publik yang digunakan setiap hari sehingga kerusakan sekecil apa pun cepat mendapat perhatian masyarakat, termasuk dari pengguna jalan yang hanya melintas di Kabupaten Semarang.

“Kami sekali lagi meminta maaf kepada masyarakat karena belum bisa memenuhi seluruh ekspektasi. Wilayah Kabupaten Semarang sangat luas,” katanya di Ungaran, Senin (20/7/2026).

Danang menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Semarang bertanggung jawab atas 486 ruas jalan. Namun kemampuan anggaran setiap tahun hanya cukup untuk pemeliharaan rutin sekitar 50 hingga 80 ruas dengan tingkat kerusakan ringan, sedangkan perbaikan berskala besar hanya dapat dilakukan pada sekitar 15 hingga 20 ruas jalan setiap tahun.

Meski demikian, seluruh laporan masyarakat tetap menjadi bahan evaluasi. Ia menjelaskan, data kondisi jalan diperbarui setiap akhir tahun dan harus melalui proses verifikasi pemerintah pusat sehingga perubahan kondisi jalan akibat cuaca ekstrem maupun peningkatan beban kendaraan pada awal tahun belum tentu langsung tercatat dalam basis data.

“Data kami harus diverifikasi kementerian sehingga tidak bisa membuat data sendiri tanpa penilaian. Semua warga berhak mendapatkan pelayanan yang baik, tetapi seluruh kerusakan tidak mungkin diselesaikan dalam satu tahun,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Semarang, lanjut Danang, telah menyusun rencana penanganan jalan rusak secara bertahap dalam skema lima tahunan dengan mempertimbangkan tingkat kerusakan dan volume lalu lintas. Meski prioritas dapat berubah apabila muncul kerusakan yang lebih mendesak, pengalihan anggaran tetap harus melalui mekanisme pembahasan sesuai ketentuan.

“Prioritas bisa berubah, tetapi mekanisme anggaran tidak bisa langsung karena harus melalui pembahasan sesuai regulasi,” ungkapnya.

Untuk mempercepat perbaikan infrastruktur jalan, Pemkab Semarang juga terus mengupayakan dukungan pendanaan dari luar APBD, antara lain melalui Kementerian Pekerjaan Umum, program Inpres Jalan Daerah, bantuan keuangan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, serta Dana Alokasi Khusus.

Untuk diketahui, selain jalan rusak, keluhan pelayanan air bersih PDAM menempati urutan kedua dengan 17 aduan atau 7,8 persen. Berikutnya, infrastruktur lalu lintas sebanyak 15 aduan (6,9 persen), ketertiban umum 12 aduan (5,5 persen), serta perizinan dan lingkungan hidup sebanyak 10 aduan (4,6 persen). Sisanya tersebar pada persoalan kepegawaian, bantuan sosial, ketenagakerjaan, sosial kemasyarakatan, kebencanaan, hingga perumahan. (win)

BACA JUGA :

Kecelakaan lalu lintas melibatkan Honda Vario H-5153-CI dan Kawasaki Ninja AD-6999-HM di Simpang Tiga Tegalrejo, Kelurahan Tegalrejo, Argomulyo, Kota Salatiga, Minggu (9/8/2026) pagi. Pengendara Vario, P (60), warga Getasan, Kabupaten Semarang, mengalami cedera kepala setelah bertabrakan saat berbelok dan kemudian meninggal dunia setelah mendapat perawatan, sedangkan pengendara Kawasaki Ninja tidak mengalami luka serius.
Dua Motor Adu Banteng Minggu Pagi. Pengendara Honda Vario Wassalam
Puluhan warga mendatangi lingkungan rumah salah satu terduga pelaku kasus perampokan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Candra Waskito, di Green Ambarawa Residence, Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jumat (7/8/2026) malam. Polisi memastikan situasi tetap terkendali setelah warga dan pengendara sempat memadati sekitar lokasi hingga pukul 21.00 WIB, sementara pengamanan diperketat dan kondisi kembali normal sekitar pukul 01.15 WIB.
Massa Datangi Perumahan Terduga Pelaku Perampokan Bos Royal Phone, Polisi: Situasi Terkendali
Tim gabungan kepolisian mengamankan dua terduga pelaku kasus dugaan perampokan yang menewaskan pemilik konter Royal Phone, Chandra Waskito, di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Penangkapan dilakukan di Kota Semarang dan Kabupaten Semarang pada Jumat (7/8/2026), kurang dari 48 jam setelah kejadian, setelah polisi mengembangkan penyelidikan dengan melibatkan Polda Jawa Tengah, Polres Semarang, dan Polres Grobogan untuk mengungkap peran serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Misteri Perampokan Royal Phone Ambarawa Terkuak, Polisi Ringkus Dua Terduga Pelaku
Polres Semarang mengungkap temuan serpihan tulang yang diduga bagian dari tulang kepala serta bercak darah di TKP konter Royal Phone, Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Jumat (7/8/2026), dalam penyelidikan kasus dugaan perampokan disertai pembunuhan terhadap Chandra Waskito. Polisi juga telah memeriksa tujuh saksi, menemukan 53 unit telepon genggam di mobil tempat jasad korban ditemukan di Gubug, Kabupaten Grobogan, dan masih menunggu hasil otopsi untuk memastikan penyebab kematian.
Serpihan Tulang Ditemukan di TKP Royal Phone Ambarawa, 53 Unit HP Ditinggal Di Dalam Mobil Korban
Polres Semarang memastikan mayat yang ditemukan di dalam mobil Honda Jazz di wilayah Gubug, Kabupaten Grobogan, pada Jumat (7/8/2026), merupakan Chandra Waskito, pemilik konter Royal Phone di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa. Korban diduga tewas akibat tindak pidana pencurian dengan kekerasan. Polisi masih memburu pelaku serta mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti untuk mengungkap kronologi serta motif kejahatan.
Polisi Pastikan Mayat dalam Mobil di Grobogan Bos Royal Phone Ambarawa
Satreskrim Polres Semarang mengembangkan penyelidikan dugaan pencurian dengan kekerasan di konter HP Royal Phone, Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, setelah ditemukan sesosok mayat dan mobil milik korban di wilayah Gubug, Kabupaten Grobogan, Jumat (7/8/2026). Penyidik masih mengumpulkan keterangan saksi, hasil olah tempat kejadian perkara, serta barang bukti untuk mengungkap identitas pelaku dan memastikan keterkaitan kedua
Polisi Selidiki Dugaan Curas Royal Phone Ambarawa hingga Telusuri Penemuan Mayat di Grobogan

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Semarang menetapkan TI (25) dan DPP (20) sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (6/8/2026). Polisi mengungkap aksi tersebut direncanakan sehari sebelumnya dan dilakukan dengan memukul korban menggunakan palu sebelum kedua tersangka membawa 53 telepon genggam serta mobil korban ke Gubug, Grobogan. Keduanya kini dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan dengan ancaman pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.
Kronologi Perampokan Disertai Pembunuhan Bos Royal Phone Ambarawa, Korban Dihabisi Pakai Palu di Bagian Kepala
Pemerintah Kota Salatiga memberikan penghargaan kepada pemenang Lomba Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (Krenova) 2026 dalam apel pagi di Kantor Pemerintah Kota Salatiga, Senin (3/8/2026). Penghargaan diserahkan Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, sebagai apresiasi atas inovasi yang mampu menjawab persoalan masyarakat, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendorong budaya inovasi yang berkelanjutan.
Pemkot Salatiga Anugerahi Pemenang Krenova 2026, Inovasi harus Jawab Persoalan
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Rabu, 5 Agustus 2026, didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat suhu udara di Semarang 24,1 derajat Celsius dengan kelembapan 85 persen, sementara hujan ringan berpotensi terjadi secara tidak merata di wilayah pegunungan, dataran tinggi, sebagian Jawa Tengah bagian timur, dan sekitarnya.
05 Agustus 2026: Cuaca Semarang Cerah Berawan, BMKG Prediksi Hujan Ringan di Sejumlah Wilayah Jawa Tengah

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved