[audio_player]

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Musim kemarau menyebabkan tanaman padi berusia sekitar 20 hari setelah semai di Dusun Pluwang, Desa Wringin Putih, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, mati akibat pasokan irigasi tidak mencukupi. Kondisi ini membuat petani penggarap mengalami kerugian jutaan rupiah setelah sebelumnya menghadapi gagal panen akibat serangan hama tikus pada musim tanam sebelumnya.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Kemarau Bikin Sawah Mengering, Petani Wringin Putih Tekor Jutaan Rupiah

Kemarau Bikin Sawah Mengering, Petani Wringin Putih Tekor Jutaan Rupiah

Kemarau Bikin Sawah Mengering, Petani Wringin Putih Tekor Jutaan Rupiah

Kondisi sawah di Dusun Pluwang, Desa Wringin Putih, Kecamatan Bergas yang mengering akibat musim kemarau, Selasa (18/8/2026). Foto: IST

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Musim kemarau kembali memukul petani penggarap sawah di Dusun Pluwang, Desa Wringin Putih, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang. Tanaman padi yang baru berumur sekitar 20 hari setelah semai (HSS) terpaksa dibiarkan mati setelah pasokan air irigasi tak lagi mampu mencapai lahan pertanian.

Hamparan sawah yang sebelumnya dipenuhi tanaman hijau kini berubah kering. Sejumlah petak tanaman padi menguning hingga akhirnya mati karena tidak mendapatkan cukup air. Kondisi tersebut membuat para petani harus menelan kerugian dari biaya produksi yang telah dikeluarkan. Padahal, lahan yang mereka garap merupakan tanah bengkok dan diharapkan dapat memberikan hasil untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup.

Basiroh (61), salah seorang petani penggarap, mengatakan kegagalan kali ini menambah kerugian yang dialaminya. Pada musim tanam sebelumnya, hasil pertanian juga tidak maksimal akibat serangan hama tikus. Berbagai upaya sebenarnya telah dilakukan untuk menekan populasi tikus. Bahkan, sejumlah rumah burung hantu (rubuha) telah dipasang di sekitar persawahan. Namun, keberadaan hama tersebut masih sulit dikendalikan.

“Musim tanam sebelumnya sudah rugi karena tikus. Kami berharap musim tanam kedua bisa menutup kerugian itu, tetapi justru air irigasi lebih dulu habis,” ujarnya, Selasa (18/8/2026).

Menurut Basiroh, aliran air mulai tidak mampu mencukupi kebutuhan sawah sejak Juni lalu. Akibatnya, tanaman padi yang baru tumbuh tidak mampu bertahan hingga seluruhnya mengering.

“Jadi kali ini kembali gagal panen. Tidak ada tanaman padi yang terselamatkan,” katanya.

Ia memperkirakan kerugian yang dialami mencapai jutaan rupiah. Nilai tersebut baru memperhitungkan biaya benih, pupuk dan obat-obatan. Belum termasuk biaya pengolahan lahan, tenaga tanam, serta kewajiban sewa lahan bengkok.

Kondisi kekeringan juga berdampak pada ternak yang dipeliharanya.

Basiroh mengaku semakin kesulitan mendapatkan pakan untuk kambing karena rerumputan dan tanaman yang biasanya dimanfaatkan sebagai pakan ikut mengering. Untuk memenuhi kebutuhan pakan, ia kini terpaksa mencari tanaman perdu maupun daun-daunan lain yang masih bertahan hijau di sekitar persawahan.

“Musim kemarau kali ini benar-benar sulit. Tanaman untuk pakan kambing di sekitar sawah juga banyak yang sudah mengering,” tandasnya. (win)

BACA JUGA :

BALAP-LIAR
Balap Liar dan Knalpot Brong Makin Meresahkan, Satlantas Polres Salatiga amankan 75 Motor
Penerbangan Ditutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, KAI Operasikan Kereta Api Tambahan Tujuan Jakarta
Penerbangan Ditutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, KAI Operasikan Kereta Api Tambahan Tujuan Jakarta
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu
Jejak Perangkat Elektronik Antar Polisi Ungkap Kasus Hilangnya Mozza, Terduga Pelaku Pembunuhan Ditangkap di Blora
Pemkab Semarang meminta PT PLN menunda sementara kajian dan rencana eksplorasi panas bumi di kawasan Gunung Ungaran, Jumat (4/9/2026). Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyebut keputusan tersebut diambil untuk menjaga kondusivitas masyarakat di tengah kekhawatiran yang berkembang. Pemkab juga meminta PT Geo Dipa Energi meningkatkan komunikasi dan sosialisasi terkait kegiatan geothermal di Banyubiru.
Rencana Geothermal Gunung Ungaran Ditunda, Bupati Semarang Minta PLN Setop Kegiatan
Identitas kerangka manusia yang ditemukan di kawasan Jangli, Semarang, mulai mengerucut pada Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Gebugan, Bergas, yang dilaporkan hilang sejak Juni 2025. Keluarga mengenali sejumlah ciri, seperti gigi lengkap, gingsul, tambalan gigi, dan jepit rambut. Polisi masih menunggu pemeriksaan forensik dan pencocokan DNA.
Gingsul, Tambalan Gigi hingga Jepit Rambut: Ciri Kerangka Jangli Mengarah ke Mozza
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu

Leave a Comment

Leave a Comment

[nama-tag]

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Tim Penilai Blackspot Therapy Polda Jawa Tengah melakukan survei dan penilaian Jalur Penyelamat di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, Selasa (1/9/2026), untuk memetakan potensi kerawanan kecelakaan. Tim memeriksa kondisi jalan, rambu, marka, fasilitas keselamatan, dan lingkungan sekitar sebagai dasar penyusunan rekomendasi penanganan.
Tim Polda Jateng Cek Jalur Penyelamat JLS Salatiga, Amati Situasi Lalin Penyebab Laka
Tim sepak bola Popda Kota Salatiga berhasil menjadi juara Popda Jawa Tengah 2026 setelah mengalahkan Kabupaten Wonogiri 1-0 pada partai final. Sebelumnya, Salatiga menyingkirkan Kota Semarang melalui adu penalti 5-3 di semifinal. Gelar ini diraih berkat konsistensi, kekompakan, dan mental bertanding para pemain muda sepanjang kompetisi.
Skuad Muda Juara, Perjuangan Tim Sepak Bola Salatiga di ajang Popda Jateng Berbuah Manis
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved

Lebar: px

Tinggi: px

[pekok2]