URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Sego Sambel Asapan, warung milik Ardianto Saputra di Jalan Lingkar Ambarawa, Kabupaten Semarang, menjadi viral sejak lima bulan lalu. Berawal dari usaha ikan asap usai terkena PHK, ia berinovasi menyajikan menu lengkap nasi, lalapan, dan sambal. Dengan resep keluarga, usahanya kini ramai pengunjung setiap hari.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Kena PHK, Mantan Satpam Ini Buka Sego Sambel Asapan di Ambarawa hingga Viral

Kena PHK, Mantan Satpam Ini Buka Sego Sambel Asapan di Ambarawa hingga Viral

Kena PHK, Mantan Satpam Ini Buka Sego Sambel Asapan di Ambarawa hingga Viral

Putra, pemilik warung Sego Sambel Asapan sedang mengasapi ikan cakalang di warung miliknya yang berlokasi di Jalan Lingkar Ambarawa, Sabtu (30/8/2025). Foto: win
Putra, pemilik warung Sego Sambel Asapan sedang mengasapi ikan cakalang di warung miliknya yang berlokasi di Jalan Lingkar Ambarawa, Sabtu (30/8/2025). Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN — Aroma ikan asap khas menyambut pengunjung yang melintas di Jalan Lingkar Ambarawa (JLA), Kabupaten Semarang tepatnya di daerah Bejalen. Di lokasi itu berdiri warung sederhana Sego Sambel Asapan, milik Ardianto Saputra atau Putra, yang dalam beberapa bulan terakhir viral di media sosial.

Putra sebelumnya bekerja sebagai petugas keamanan di sebuah perusahaan. Namun setelah terkena pemutusan hubungan kerja pada 2019, ia memilih menekuni usaha ikan asap yang semula hanya sambilan.

“Awalnya jualan ikannya saja, nitip ke warung-warung tapi sering ditolak, akhirnya dibuang karena cepat basi,” kenangnya saat ditemui di lokasi usahanya, Sabtu (30/8/2025).

Seiring berjalannya waktu, dagangannya mulai laku meski belum banyak. Beberapa pelanggan menanyakan menu pelengkapnya. Berawal dari itu, ia berinovasi menjual menu ikan asapan lengkap dengan nasi, lalapan dan sambalnya dengan label Ikan Asaputra sebagai oleh-oleh.

“Dari situ lahirlah Sego Sambel Asapan yang berdiri lima bulan lalu,” ujarnya.

Warung berdinding bambu itu menyajikan berbagai menu ikan asap seperti tuna, makarel, dan cakalang. Proses pengasapan dilakukan langsung di tempat menggunakan bonggol jagung sebagai bahan bakar. Menu andalan yang paling diminati adalah nasi suwir tuna asap dengan sambal pedas dan lalapan, dengan harga Rp10 ribu per porsi.

“Bumbunya ini resep keluarga dari Jawa Timur. Kami pilih ikan yang benar-benar segar dan kenyal. Kalau ikannya bikin gatel, rasanya pahit bisa saya tukar yang baru,” terangnya.

Lokasinya yang strategis di tepi JLA sekaligus menyajikan pemandangan sawah dan pegunungan membuat banyak pengunjung dari Semarang maupun Salatiga datang untuk mencicipi. Dalam sepekan, Putra bisa menghabiskan hingga tiga kuintal ikan, tanda bahwa usahanya tak sekadar viral sesaat.

“Modal saya cuma nekat,” katanya singkat. (win)

BACA JUGA :

Angkringan Godong Lumbu di samping Pos Polisi Taman Kecandran, Kota Salatiga, menjadi pilihan tempat istirahat bagi pengendara yang melintas di Jalan Lingkar Salatiga. Buka setiap hari pukul 16.00–23.00 WIB, angkringan ini menawarkan nasi bakar, ayam gongso, aneka sate, area parkir luas, serta suasana nyaman dengan harga terjangkau untuk berbagai kalangan pengunjung.
Cerdik Baca Peluang di JLS, Kafi Raup Cuan Buka Angkringan Godong Lumbu
Kuliner sate kronyos menjadi daya tarik khas di Pasar Raya I Salatiga, disajikan oleh Asih Suminem sejak era 1950-an. Hidangan berbahan lemak dan jeroan ini diminati karena cita rasa unik, harga terjangkau, serta pengalaman makan autentik di tengah suasana pasar tradisional.
Sate Kronyos Khas Salatiga, Kuliner yang Bikin Kangen Harga Merakyat
Kuliner BUMBUM Dimsum hadir di Kota Salatiga dengan konsep dimsum sebagai lauk praktis bergizi. Dikelola Chilia, usaha ini berlokasi di Gendongan dan buka setiap hari. Mengutamakan bahan segar dengan dominasi daging ayam, BUMBUM Dimsum menawarkan menu variatif, siap santap dan frozen, untuk menjawab kebutuhan masyarakat modern.
BUMBUM Dimsum Hadir di Salatiga, Siap Manjakan Pecinta Kuliner asal Tiongkok
Tren olahraga padel hadir di Salatiga melalui Beans Padel yang memadukan permainan padel dan wisata durian Musang King di JLS Salatiga. Konsep ini menarik pengunjung lokal hingga luar kota. Inovasi ini dihadirkan pemilik usaha untuk menawarkan pengalaman olahraga sekaligus kuliner premium dalam satu lokasi dengan tarif sewa lapangan dan harga durian tertentu.
Tren Baru Olahraga di Salatiga, Main Padel Sambil Makan Durian
Makan siang di Pawon Tlogo, kawasan Horison Resort Tlogo, Tuntang, Kabupaten Semarang, menawarkan pengalaman kuliner tradisional. Pengunjung menikmati masakan Jawa yang dimasak langsung di atas tungku kayu bakar pada Januari 2026, demi menjaga cita rasa autentik dan menghadirkan sensasi nostalgia melalui proses memasak cara lama.
Resep Rahasia di Atas Tungku, Manjakan Penikmat Kuliner di Pawon Tlogo Tuntang
Warung Makan Gule Mbah Djaeni menjadi kuliner legendaris yang dikelola generasi ketiga keluarga Roni Eka Bastian di gang Jalan Sukowati, Salatiga, sejak 1978. Tetap ramai dikunjungi hingga kini karena cita rasa rempah khas dan menu unik seperti gule goreng yang diolah segar setiap hari.
Warung Gule Mbah Djaeni 1978, Legendaris Kuliner di Salatiga

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Pemerintah Kota Salatiga memberikan penghargaan kepada pemenang Lomba Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (Krenova) 2026 dalam apel pagi di Kantor Pemerintah Kota Salatiga, Senin (3/8/2026). Penghargaan diserahkan Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, sebagai apresiasi atas inovasi yang mampu menjawab persoalan masyarakat, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendorong budaya inovasi yang berkelanjutan.
Pemkot Salatiga Anugerahi Pemenang Krenova 2026, Inovasi harus Jawab Persoalan
Pemerintah Kota Salatiga resmi melakukan soft launching parkir elektronik di Jalan Monginsidi, Senin (27/7/2026), sebagai langkah mempercepat transformasi digital layanan publik. Program hasil kolaborasi dengan Bank Jateng ini menghadirkan sistem pembayaran retribusi parkir non-tunai untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, efisiensi, dan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Uji coba dimulai di dua ruas jalan sebelum diperluas ke 20 titik pada Oktober 2026 dan ditargetkan menjangkau sekitar 120 titik parkir pada awal 2027.
Berharap PAD Naik, Pemkot Salatiga Luncurkan Uji Coba Parkir Elektronik
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dilaksanakan di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, selama 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Komandan Kodim 0714/Salatiga Fajar Hapsari Nugroho menyatakan program ini berfokus pada pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,25 kilometer yang menghubungkan Desa Cukil dan Desa Kemetul, disertai pembangunan rumah tidak layak huni, rehabilitasi fasilitas ibadah, serta pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan akses dan kesejahteraan warga.
TMMD Reguler ke-129 di Kabupaten Semarang Resmi Bergulir, Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Warga