URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Angkringan Godong Lumbu di samping Pos Polisi Taman Kecandran, Kota Salatiga, menjadi pilihan tempat istirahat bagi pengendara yang melintas di Jalan Lingkar Salatiga. Buka setiap hari pukul 16.00–23.00 WIB, angkringan ini menawarkan nasi bakar, ayam gongso, aneka sate, area parkir luas, serta suasana nyaman dengan harga terjangkau untuk berbagai kalangan pengunjung.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Cerdik Baca Peluang di JLS, Kafi Raup Cuan Buka Angkringan Godong Lumbu

Cerdik Baca Peluang di JLS, Kafi Raup Cuan Buka Angkringan Godong Lumbu

Cerdik Baca Peluang di JLS, Kafi Raup Cuan Buka Angkringan Godong Lumbu

Penampakan Angkringan Godong Lumbu JLS (Foto Dok./IST)
featured-img

RASIKAFM COM | SALATIGA – Kehadiran Jalan Lingkar Salatiga (JLS) menjadi salah satu jalur tersibuk di Kota Salatiga. Setiap hari, beraneka kendaraan melintas di JLS yang membentang dari wilayah Kecamatan Argomulyo hingga Blotongan Kecamatan Sidorejo Kota Salatiga.

Karena itu, untuk anda para pengendara yang berada di JLS, silakan sejenak istirahat untuk memulihkan kondisi dengan mengisi perut di Angkringan Godong Lumbu. Berada di samping Pos Polisi Taman Kecandran Sidomukti Kota Salatiga, tempat makan ini menawarkan kesederhanaan, kenyamanan, dan kenikmatan.

“Meski disini menyajikan menu angkringan, tapi kami mengelolanya secara profesional. Kenyamanan pengunjung menjadi prioritas utama,” kata Akhyarul Kafi (36), pemilik Angkringan Godong Lumbu.

Kafi mengatakan, pelataran parkir yang luas mampu menampung mobil dan motor. “Untuk parkiran aman, karena konsep angkringan terbuka, jadi bisa melihat langsung area sekitar. Ini bagian dari pelayanan kami,” ungkapnya.

Di Angkringan Godong Lumbu, menu utama yang disajikan adalah nasi bakar ayam dan ikan salem. “Pilihan ini menjadi alternatif pengunjung, sehingga saat disajikan masih hangat dan rasanya enak,” ungkapnya.

Selain nasi bakar, juga ada menu nasi angkringan. Tentu ini akan sangat nikmat dipadukan aneka gorengan dan ayam gongso yang ada di meja menu.

Buat pengunjung yang tidak mau makan nasi, ada juga aneka sate-satean dan snack. Ini adalah pendamping yang cocok untuk teh jahe serta minuman hangat lainnya. Meski juga ada minuman es.

Kafi mengatakan, konsep sederhana sengaja dipilih agar pengunjung merasa betah. “Buat pengendara bisa beristirahat, mahasiswa bisa diskusi, pengunjung keluarga bisa bersantai. Apalagi disini kapasitas hingga 50 pengunjung, jadi terasa luas dan lega,” ungkapnya.

Menurut Kafi, karena Angkringan Godong Lumbu memiliki pengunjung lintas segmen, untuk harga makanan pun sangat terjangkau. Seperti nasi bakar Rp 7.000, ayam gongso mulai Rp 6.000, dan aneka sate-satean antara Rp 1.000 hingga Rp 5.000.

Angkringan Godong Lumbu ini buka setiap hari mulai pukul 16.00-23.00 WIB. Setiap Sabtu malam ada live music untuk menghibur para pengunjung.

Suasana angkringan Godong Lumbu di JLS
Kuliner sate kronyos menjadi daya tarik khas di Pasar Raya I Salatiga, disajikan oleh Asih Suminem sejak era 1950-an. Hidangan berbahan lemak dan jeroan ini diminati karena cita rasa unik, harga terjangkau, serta pengalaman makan autentik di tengah suasana pasar tradisional.
Sate Kronyos Khas Salatiga, Kuliner yang Bikin Kangen Harga Merakyat
Kuliner BUMBUM Dimsum hadir di Kota Salatiga dengan konsep dimsum sebagai lauk praktis bergizi. Dikelola Chilia, usaha ini berlokasi di Gendongan dan buka setiap hari. Mengutamakan bahan segar dengan dominasi daging ayam, BUMBUM Dimsum menawarkan menu variatif, siap santap dan frozen, untuk menjawab kebutuhan masyarakat modern.
BUMBUM Dimsum Hadir di Salatiga, Siap Manjakan Pecinta Kuliner asal Tiongkok
Tren olahraga padel hadir di Salatiga melalui Beans Padel yang memadukan permainan padel dan wisata durian Musang King di JLS Salatiga. Konsep ini menarik pengunjung lokal hingga luar kota. Inovasi ini dihadirkan pemilik usaha untuk menawarkan pengalaman olahraga sekaligus kuliner premium dalam satu lokasi dengan tarif sewa lapangan dan harga durian tertentu.
Tren Baru Olahraga di Salatiga, Main Padel Sambil Makan Durian
Makan siang di Pawon Tlogo, kawasan Horison Resort Tlogo, Tuntang, Kabupaten Semarang, menawarkan pengalaman kuliner tradisional. Pengunjung menikmati masakan Jawa yang dimasak langsung di atas tungku kayu bakar pada Januari 2026, demi menjaga cita rasa autentik dan menghadirkan sensasi nostalgia melalui proses memasak cara lama.
Resep Rahasia di Atas Tungku, Manjakan Penikmat Kuliner di Pawon Tlogo Tuntang

BACA JUGA :

Kuliner sate kronyos menjadi daya tarik khas di Pasar Raya I Salatiga, disajikan oleh Asih Suminem sejak era 1950-an. Hidangan berbahan lemak dan jeroan ini diminati karena cita rasa unik, harga terjangkau, serta pengalaman makan autentik di tengah suasana pasar tradisional.
Sate Kronyos Khas Salatiga, Kuliner yang Bikin Kangen Harga Merakyat
Kuliner BUMBUM Dimsum hadir di Kota Salatiga dengan konsep dimsum sebagai lauk praktis bergizi. Dikelola Chilia, usaha ini berlokasi di Gendongan dan buka setiap hari. Mengutamakan bahan segar dengan dominasi daging ayam, BUMBUM Dimsum menawarkan menu variatif, siap santap dan frozen, untuk menjawab kebutuhan masyarakat modern.
BUMBUM Dimsum Hadir di Salatiga, Siap Manjakan Pecinta Kuliner asal Tiongkok
Tren olahraga padel hadir di Salatiga melalui Beans Padel yang memadukan permainan padel dan wisata durian Musang King di JLS Salatiga. Konsep ini menarik pengunjung lokal hingga luar kota. Inovasi ini dihadirkan pemilik usaha untuk menawarkan pengalaman olahraga sekaligus kuliner premium dalam satu lokasi dengan tarif sewa lapangan dan harga durian tertentu.
Tren Baru Olahraga di Salatiga, Main Padel Sambil Makan Durian
Makan siang di Pawon Tlogo, kawasan Horison Resort Tlogo, Tuntang, Kabupaten Semarang, menawarkan pengalaman kuliner tradisional. Pengunjung menikmati masakan Jawa yang dimasak langsung di atas tungku kayu bakar pada Januari 2026, demi menjaga cita rasa autentik dan menghadirkan sensasi nostalgia melalui proses memasak cara lama.
Resep Rahasia di Atas Tungku, Manjakan Penikmat Kuliner di Pawon Tlogo Tuntang
Warung Makan Gule Mbah Djaeni menjadi kuliner legendaris yang dikelola generasi ketiga keluarga Roni Eka Bastian di gang Jalan Sukowati, Salatiga, sejak 1978. Tetap ramai dikunjungi hingga kini karena cita rasa rempah khas dan menu unik seperti gule goreng yang diolah segar setiap hari.
Warung Gule Mbah Djaeni 1978, Legendaris Kuliner di Salatiga
Musim panen durian Tuntang kembali menarik minat pedagang Ratih Puspitasari dan pembeli dari berbagai daerah di kawasan Tuntang, Kabupaten Semarang, pada Januari 2026. Tingginya permintaan terjadi karena cita rasa durian lokal unggulan, meski panen sempat terkendala cuaca, dengan penjualan mencapai ratusan buah per hari.
Dari Petruk Sampai Musang King, Legitnya Durian Tuntang Laris Manis Diserbu Pembeli

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Ngaku Habib, Pria di Kabupaten Semarang Cabuli Delapan Santri
Ngaku Habib, Pria di Kabupaten Semarang Cabuli Delapan Santri
Harga Ayam Hidup Anjlok hingga Rp11
Harga Ayam Hidup Anjlok hingga Rp11.000 per Kg, Pinsar Sebut Overproduksi dan Dominasi Middleman Jadi Penyebab