URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Kuliner sate kronyos menjadi daya tarik khas di Pasar Raya I Salatiga, disajikan oleh Asih Suminem sejak era 1950-an. Hidangan berbahan lemak dan jeroan ini diminati karena cita rasa unik, harga terjangkau, serta pengalaman makan autentik di tengah suasana pasar tradisional.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Sate Kronyos Khas Salatiga, Kuliner yang Bikin Kangen Harga Merakyat

Sate Kronyos Khas Salatiga, Kuliner yang Bikin Kangen Harga Merakyat

Sate Kronyos Khas Salatiga, Kuliner yang Bikin Kangen Harga Merakyat

featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Berburu kuliner khas di Kota Salatiga, Jawa Tengah, tak lengkap tanpa mencicipi sate kronyos. Sajian unik berbahan lemak dan jeroan sapi ini menawarkan sensasi berbeda, termasuk bunyi kronyos-kronyos saat dibakar di atas bara api.

Tak sulit menemukan kuliner legendaris ini. Sate kronyos dijajakan di lantai dua Pasar Raya I Salatiga, tepat di tengah hiruk-pikuk pasar tradisional. Justru di situlah daya tariknya—menyantap sate hangat dengan suasana pasar yang autentik.

Kuliner ini sudah ada sejak 1950-an dan kini diteruskan generasi kedua. Asih Suminem, sang penjual, melanjutkan usaha keluarga sejak 1992. Meski zaman berubah, cita rasa sate kronyos tetap dipertahankan.

Asih menyebut, nama kronyos sendiri berasal dari bunyi yang muncul saat lemak sate meleleh dan menetes ke bara api. Percikan minyak itulah yang menghasilkan suara khas sekaligus aroma menggoda.

“Kalau nama kronyos itu dari bunyi daging dan jagoan yang berbunyi saat dibakar. Jadi orang menyebutnya sate kronyos,” kata Asih.

Yang membuat beda dari sate biasa, kata Asih, sate kronyos lebih dominan menggunakan lemak dan jeroan, dengan sedikit daging. Potongan kecil bahan kemudian ditusuk, direndam bumbu rempah, lalu dibakar hingga matang sempurna. Kemudian dipadukan dengan kupat dan bumbu kacang.

“Kalau bumbu kacangnya memang resep dari ibu saya. Dulu awalnya yang jualan ibu kemudian saya membantu dan meneruskan sampai sekarang,” ungkapnya.

Meski berada di dalam pasar, peminat sate kronyos tak pernah sepi. Selain rasanya yang khas, harganya juga ramah di kantong. Satu porsi berisi 10 tusuk sate lengkap dengan ketupat dan sambal kacang dibanderol sekitar Rp14.000.

“Banyak pelanggan yang datang itu dari warga Salatiga dan luar kota. Mereka sebagian penasaran karena melihat konten dari media sosial,” kata Asih.

Sate kronyos buka setiap hari pukul 09.00 hingga 14.00 WIB. Setiap harinya Asih berhasil menjual hingga empat kilogram jeroan sapi untuk diolah menjadi sate kronyos.

Salah seorang pelanggan, Yuliyanto mengaku tertarik dengan sate kronyos karena dari konten media sosial. Menurutnya, sate kronyos memiliki cita rasa yang unik dan membuat ketagihan.

“Sensasi rasanya unik dan suasana Tengah pasar juga membuat tambah menarik. Sudah beberapa kalo coba memang bikin ketagihan,” kata warga Semarang tersebut.

Soal harga, kata Yuliyanto, sate kronyos cukup murah. Sehingga menjadi salah satu pilihan kuliner yang harus dicoba saat berkunjung di Kota Salatiga.

BACA JUGA :

Angkringan Godong Lumbu di samping Pos Polisi Taman Kecandran, Kota Salatiga, menjadi pilihan tempat istirahat bagi pengendara yang melintas di Jalan Lingkar Salatiga. Buka setiap hari pukul 16.00–23.00 WIB, angkringan ini menawarkan nasi bakar, ayam gongso, aneka sate, area parkir luas, serta suasana nyaman dengan harga terjangkau untuk berbagai kalangan pengunjung.
Cerdik Baca Peluang di JLS, Kafi Raup Cuan Buka Angkringan Godong Lumbu
Kuliner BUMBUM Dimsum hadir di Kota Salatiga dengan konsep dimsum sebagai lauk praktis bergizi. Dikelola Chilia, usaha ini berlokasi di Gendongan dan buka setiap hari. Mengutamakan bahan segar dengan dominasi daging ayam, BUMBUM Dimsum menawarkan menu variatif, siap santap dan frozen, untuk menjawab kebutuhan masyarakat modern.
BUMBUM Dimsum Hadir di Salatiga, Siap Manjakan Pecinta Kuliner asal Tiongkok
Tren olahraga padel hadir di Salatiga melalui Beans Padel yang memadukan permainan padel dan wisata durian Musang King di JLS Salatiga. Konsep ini menarik pengunjung lokal hingga luar kota. Inovasi ini dihadirkan pemilik usaha untuk menawarkan pengalaman olahraga sekaligus kuliner premium dalam satu lokasi dengan tarif sewa lapangan dan harga durian tertentu.
Tren Baru Olahraga di Salatiga, Main Padel Sambil Makan Durian
Makan siang di Pawon Tlogo, kawasan Horison Resort Tlogo, Tuntang, Kabupaten Semarang, menawarkan pengalaman kuliner tradisional. Pengunjung menikmati masakan Jawa yang dimasak langsung di atas tungku kayu bakar pada Januari 2026, demi menjaga cita rasa autentik dan menghadirkan sensasi nostalgia melalui proses memasak cara lama.
Resep Rahasia di Atas Tungku, Manjakan Penikmat Kuliner di Pawon Tlogo Tuntang
Warung Makan Gule Mbah Djaeni menjadi kuliner legendaris yang dikelola generasi ketiga keluarga Roni Eka Bastian di gang Jalan Sukowati, Salatiga, sejak 1978. Tetap ramai dikunjungi hingga kini karena cita rasa rempah khas dan menu unik seperti gule goreng yang diolah segar setiap hari.
Warung Gule Mbah Djaeni 1978, Legendaris Kuliner di Salatiga
Musim panen durian Tuntang kembali menarik minat pedagang Ratih Puspitasari dan pembeli dari berbagai daerah di kawasan Tuntang, Kabupaten Semarang, pada Januari 2026. Tingginya permintaan terjadi karena cita rasa durian lokal unggulan, meski panen sempat terkendala cuaca, dengan penjualan mencapai ratusan buah per hari.
Dari Petruk Sampai Musang King, Legitnya Durian Tuntang Laris Manis Diserbu Pembeli

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Pemerintah Kota Salatiga memberikan penghargaan kepada pemenang Lomba Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (Krenova) 2026 dalam apel pagi di Kantor Pemerintah Kota Salatiga, Senin (3/8/2026). Penghargaan diserahkan Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, sebagai apresiasi atas inovasi yang mampu menjawab persoalan masyarakat, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendorong budaya inovasi yang berkelanjutan.
Pemkot Salatiga Anugerahi Pemenang Krenova 2026, Inovasi harus Jawab Persoalan
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dilaksanakan di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, selama 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Komandan Kodim 0714/Salatiga Fajar Hapsari Nugroho menyatakan program ini berfokus pada pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,25 kilometer yang menghubungkan Desa Cukil dan Desa Kemetul, disertai pembangunan rumah tidak layak huni, rehabilitasi fasilitas ibadah, serta pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan akses dan kesejahteraan warga.
TMMD Reguler ke-129 di Kabupaten Semarang Resmi Bergulir, Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Warga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga