URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Tren olahraga padel hadir di Salatiga melalui Beans Padel yang memadukan permainan padel dan wisata durian Musang King di JLS Salatiga. Konsep ini menarik pengunjung lokal hingga luar kota. Inovasi ini dihadirkan pemilik usaha untuk menawarkan pengalaman olahraga sekaligus kuliner premium dalam satu lokasi dengan tarif sewa lapangan dan harga durian tertentu.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Tren Baru Olahraga di Salatiga, Main Padel Sambil Makan Durian

Tren Baru Olahraga di Salatiga, Main Padel Sambil Makan Durian

Tren Baru Olahraga di Salatiga, Main Padel Sambil Makan Durian

Tren olahraga padel hadir di Salatiga melalui Beans Padel yang memadukan permainan padel dan wisata durian Musang King di JLS Salatiga. Konsep ini menarik pengunjung lokal hingga luar kota. Inovasi ini dihadirkan pemilik usaha untuk menawarkan pengalaman olahraga sekaligus kuliner premium dalam satu lokasi dengan tarif sewa lapangan dan harga durian tertentu.
Foto Arief Rasika
Usai main Padel pengunjung menikmati durian
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA — Tren olahraga padel yang sedang naik daun di berbagai kota besar Indonesia kini ikut menggeliat di Kota Salatiga, Jawa Tengah. Di kota yang terkenal berhawa sejuk ini tak mau ketinggalan menghadirkan pengalaman olahraga yang beda dari biasanya. Yakni bermain padel sambil wisata Durian Musang King.

Konsep unik itu bisa ditemui di Beans Padel, yang berlokasi di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, tepat di samping Kantor DPC PKB Kota Salatiga, Kelurahan Kecandran, Kecamatan Sidomukti. Tempat ini menghadirkan konsep bukan sekadar lapangan olahraga, tetapi juga menyuguhkan sensasi kuliner durian premium langsung dari kebun sekitar lokasi.

Perpaduan olahraga kekinian dan legitnya durian inilah yang justru jadi magnet. Pengunjung tak hanya datang dari Salatiga, tapi juga luar kota. Salah satunya Hafidz Marshal, yang jauh-jauh datang dari Jakarta demi merasakan pengalaman tak biasa tersebut.

“Di sini enak, nyaman banget. Habis olahraga padel bisa langsung makan durian. Anginnya juga sepoi-sepoi, jadi makin nikmat. Beda sama di Jakarta, kalau di sana kan habis main langsung panas-panasan,” ujar Hafidz.

Ia mengaku mengetahui Beans Padel dari media sosial. Rasa penasaran membawanya ke Salatiga untuk menjajal langsung sensasi olahraga sekaligus kuliner dalam satu lokasi.

“Duriannya enak banget karena dari kebun langsung. Matangnya pas. Buat wisatawan luar kota kayak saya, ini pengalaman yang unik,” ungkapnya.

Pemilik Beans Padel, Muhammad Yasin, mengatakan konsep ini lahir dari potensi yang ada di Kota Salatiga. Selain membuka lapangan padel, ia juga mempunyai kebun durian Musang King di sekitar lokasi.

“Kita ingin bikin pengalaman berbeda. Di Salatiga ada potensi durian Musang King, dan kita juga punya padel. Akhirnya kita padukan,” jelas Yasin.

Menurutnya, konsep olahraga plus kuliner ini terbukti menarik minat pengunjung dari berbagai daerah, seperti Jakarta, Solo, hingga Semarang. Banyak yang sengaja datang untuk mencoba kombinasi unik tersebut.

“Belum banyak tempat yang menggabungkan olahraga dan kuliner seperti ini dalam satu area. Apalagi durian yang kita sediakan jenis Musang King yang sudah terkenal kualitasnya,” tambahnya.

Untuk bermain padel di Beans Padel, pengunjung dikenakan tarif mulai Rp150.000 per jam untuk pagi hari dan Rp250.000 per jam saat prime time. Sementara itu, durian Musang King dibanderol sekitar Rp220.000 per kilogram.

BACA JUGA :

Angkringan Godong Lumbu di samping Pos Polisi Taman Kecandran, Kota Salatiga, menjadi pilihan tempat istirahat bagi pengendara yang melintas di Jalan Lingkar Salatiga. Buka setiap hari pukul 16.00–23.00 WIB, angkringan ini menawarkan nasi bakar, ayam gongso, aneka sate, area parkir luas, serta suasana nyaman dengan harga terjangkau untuk berbagai kalangan pengunjung.
Cerdik Baca Peluang di JLS, Kafi Raup Cuan Buka Angkringan Godong Lumbu
Kuliner sate kronyos menjadi daya tarik khas di Pasar Raya I Salatiga, disajikan oleh Asih Suminem sejak era 1950-an. Hidangan berbahan lemak dan jeroan ini diminati karena cita rasa unik, harga terjangkau, serta pengalaman makan autentik di tengah suasana pasar tradisional.
Sate Kronyos Khas Salatiga, Kuliner yang Bikin Kangen Harga Merakyat
Kuliner BUMBUM Dimsum hadir di Kota Salatiga dengan konsep dimsum sebagai lauk praktis bergizi. Dikelola Chilia, usaha ini berlokasi di Gendongan dan buka setiap hari. Mengutamakan bahan segar dengan dominasi daging ayam, BUMBUM Dimsum menawarkan menu variatif, siap santap dan frozen, untuk menjawab kebutuhan masyarakat modern.
BUMBUM Dimsum Hadir di Salatiga, Siap Manjakan Pecinta Kuliner asal Tiongkok
Makan siang di Pawon Tlogo, kawasan Horison Resort Tlogo, Tuntang, Kabupaten Semarang, menawarkan pengalaman kuliner tradisional. Pengunjung menikmati masakan Jawa yang dimasak langsung di atas tungku kayu bakar pada Januari 2026, demi menjaga cita rasa autentik dan menghadirkan sensasi nostalgia melalui proses memasak cara lama.
Resep Rahasia di Atas Tungku, Manjakan Penikmat Kuliner di Pawon Tlogo Tuntang
Warung Makan Gule Mbah Djaeni menjadi kuliner legendaris yang dikelola generasi ketiga keluarga Roni Eka Bastian di gang Jalan Sukowati, Salatiga, sejak 1978. Tetap ramai dikunjungi hingga kini karena cita rasa rempah khas dan menu unik seperti gule goreng yang diolah segar setiap hari.
Warung Gule Mbah Djaeni 1978, Legendaris Kuliner di Salatiga
Musim panen durian Tuntang kembali menarik minat pedagang Ratih Puspitasari dan pembeli dari berbagai daerah di kawasan Tuntang, Kabupaten Semarang, pada Januari 2026. Tingginya permintaan terjadi karena cita rasa durian lokal unggulan, meski panen sempat terkendala cuaca, dengan penjualan mencapai ratusan buah per hari.
Dari Petruk Sampai Musang King, Legitnya Durian Tuntang Laris Manis Diserbu Pembeli

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Sebanyak 70 pedagang daging sapi di Pasar Raya Salatiga menghentikan aktivitas jual beli selama lima hari, 22–26 Juni 2026, akibat kelangkaan pasokan sapi yang memicu kenaikan harga daging hingga Rp140.000 per kilogram. Pedagang mengaku penjualan menurun karena konsumen beralih ke bahan pangan lain, sehingga mereka meminta pemerintah turun tangan untuk menstabilkan harga dan menjaga keberlangsungan usaha.
Puluhan Pedagang Daging Sapi di Pasar Raya Kota Salatiga Sepakat Tidak Berjualan
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengalokasikan puluhan miliar rupiah untuk pemeliharaan, rehabilitasi, dan peningkatan ruas jalan provinsi di kawasan Pantura Barat pada 2026. Kebijakan yang disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat Rembug Pembangunan di Kota Tegal, Senin (22/6/2026), bertujuan memulihkan kemantapan jalan yang menurun akibat curah hujan tinggi sekaligus mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Jalan Pantura Barat Jadi Prioritas, Pemprov Jateng Gelontorkan Puluhan Miliar Rupiah untuk Perbaikan dan Pemeliharaan
Seorang pengendara sepeda motor Honda Scoopy berinisial AF (21) meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, tepatnya di kawasan Kumpulrejo, Argomulyo, Sabtu pagi (20/6/2026). Kecelakaan diduga terjadi karena korban kurang konsentrasi saat berkendara hingga motornya oleng ke kiri dan masuk ke parit. Korban sempat dirawat di RSUD dr. Soebarkat Tjitrodarmodjo sebelum dinyatakan meninggal dunia.
Alami Laka Tunggal di JLS, Pengendara Scoopy Meninggal Dunia