KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Tren Baru Olahraga di Salatiga, Main Padel Sambil Makan Durian

Tren Baru Olahraga di Salatiga, Main Padel Sambil Makan Durian

Tren Baru Olahraga di Salatiga, Main Padel Sambil Makan Durian

Tren olahraga padel hadir di Salatiga melalui Beans Padel yang memadukan permainan padel dan wisata durian Musang King di JLS Salatiga. Konsep ini menarik pengunjung lokal hingga luar kota. Inovasi ini dihadirkan pemilik usaha untuk menawarkan pengalaman olahraga sekaligus kuliner premium dalam satu lokasi dengan tarif sewa lapangan dan harga durian tertentu.
Foto Arief Rasika
Usai main Padel pengunjung menikmati durian

RASIKAFM.COM | SALATIGA — Tren olahraga padel yang sedang naik daun di berbagai kota besar Indonesia kini ikut menggeliat di Kota Salatiga, Jawa Tengah. Di kota yang terkenal berhawa sejuk ini tak mau ketinggalan menghadirkan pengalaman olahraga yang beda dari biasanya. Yakni bermain padel sambil wisata Durian Musang King.

Konsep unik itu bisa ditemui di Beans Padel, yang berlokasi di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, tepat di samping Kantor DPC PKB Kota Salatiga, Kelurahan Kecandran, Kecamatan Sidomukti. Tempat ini menghadirkan konsep bukan sekadar lapangan olahraga, tetapi juga menyuguhkan sensasi kuliner durian premium langsung dari kebun sekitar lokasi.

Perpaduan olahraga kekinian dan legitnya durian inilah yang justru jadi magnet. Pengunjung tak hanya datang dari Salatiga, tapi juga luar kota. Salah satunya Hafidz Marshal, yang jauh-jauh datang dari Jakarta demi merasakan pengalaman tak biasa tersebut.

“Di sini enak, nyaman banget. Habis olahraga padel bisa langsung makan durian. Anginnya juga sepoi-sepoi, jadi makin nikmat. Beda sama di Jakarta, kalau di sana kan habis main langsung panas-panasan,” ujar Hafidz.

Ia mengaku mengetahui Beans Padel dari media sosial. Rasa penasaran membawanya ke Salatiga untuk menjajal langsung sensasi olahraga sekaligus kuliner dalam satu lokasi.

“Duriannya enak banget karena dari kebun langsung. Matangnya pas. Buat wisatawan luar kota kayak saya, ini pengalaman yang unik,” ungkapnya.

Pemilik Beans Padel, Muhammad Yasin, mengatakan konsep ini lahir dari potensi yang ada di Kota Salatiga. Selain membuka lapangan padel, ia juga mempunyai kebun durian Musang King di sekitar lokasi.

“Kita ingin bikin pengalaman berbeda. Di Salatiga ada potensi durian Musang King, dan kita juga punya padel. Akhirnya kita padukan,” jelas Yasin.

Menurutnya, konsep olahraga plus kuliner ini terbukti menarik minat pengunjung dari berbagai daerah, seperti Jakarta, Solo, hingga Semarang. Banyak yang sengaja datang untuk mencoba kombinasi unik tersebut.

“Belum banyak tempat yang menggabungkan olahraga dan kuliner seperti ini dalam satu area. Apalagi durian yang kita sediakan jenis Musang King yang sudah terkenal kualitasnya,” tambahnya.

Untuk bermain padel di Beans Padel, pengunjung dikenakan tarif mulai Rp150.000 per jam untuk pagi hari dan Rp250.000 per jam saat prime time. Sementara itu, durian Musang King dibanderol sekitar Rp220.000 per kilogram.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
[pekok2]