URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Musim panen durian Tuntang kembali menarik minat pedagang Ratih Puspitasari dan pembeli dari berbagai daerah di kawasan Tuntang, Kabupaten Semarang, pada Januari 2026. Tingginya permintaan terjadi karena cita rasa durian lokal unggulan, meski panen sempat terkendala cuaca, dengan penjualan mencapai ratusan buah per hari.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Dari Petruk Sampai Musang King, Legitnya Durian Tuntang Laris Manis Diserbu Pembeli

Dari Petruk Sampai Musang King, Legitnya Durian Tuntang Laris Manis Diserbu Pembeli

Dari Petruk Sampai Musang King, Legitnya Durian Tuntang Laris Manis Diserbu Pembeli

Seorang pembeli sedang memilih durian di sebuah kios durian yang ada di Desa Tlogo, Tuntang, Kabupaten Semarang, Sabtu (10/1/2026). Foto: win
Seorang pembeli sedang memilih durian di sebuah kios durian yang ada di Desa Tlogo, Tuntang, Kabupaten Semarang, Sabtu (10/1/2026). Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Durian Tuntang, Kabupaten Semarang, kembali menjadi buruan para pencinta durian. Pada musim panen, penjualan durian di kawasan ini bisa mencapai ratusan buah setiap harinya.

Salah satu pedagang durian Tuntang, Ratih Puspitasari, mengungkapkan bahwa dalam sehari ia mampu menjual hingga 250 buah durian. Usaha yang telah dijalani turun-temurun hingga generasi ketiga ini mengalami lonjakan pembeli terutama pada momen tertentu, seperti pergantian tahun dan menjelang Lebaran.

“Kalau panen dari pohon sendiri bisa dapat sekitar 150 buah, ditambah setoran 20 sampai 25 buah. Sehari bisa habis 250 buah. Paling ramai kemarin bulan Desember saat pergantian tahun, dan biasanya nanti juga ramai saat Lebaran,” ujar Ratih, Sabtu (10/1/2026).

Durian Tuntang diminati pembeli dari berbagai daerah, mulai dari Semarang, Jakarta, hingga Surabaya. Beragam jenis durian lokal tersedia, di antaranya petruk mrican, ketan, musang king, bawur, motong, duri hitam, tembaga, dan matahari. Harga yang ditawarkan bervariasi, mulai Rp20 ribu hingga Rp100 ribu per buah.

Masa panen durian Tuntang berlangsung dari November hingga April. Namun, Ratih mengaku panen kedua sempat mengalami kegagalan akibat curah hujan tinggi yang menyebabkan bunga durian gugur.

Menariknya, meski berjualan durian sejak kecil, Ratih mengaku tidak menyukai buah tersebut. Untuk memastikan kualitas rasa durian yang dijual, ia mengandalkan penciuman aroma.

“Dari baunya saja sudah tahu ini manis, pahit, atau manis pahit. Sejak kecil memang tidak suka durian, tapi orang tua dan nenek sudah jualan, jadi saya teruskan,” katanya.

Saat tidak musim durian lokal, Ratih tetap berjualan dengan mendatangkan durian dari daerah lain seperti Wonosobo, Pekalongan, dan Boja, Kendal. Khusus bulan Oktober, durian didatangkan dari Sumatera. Meski harganya lebih murah, menurut Ratih, durian dari luar daerah memiliki risiko kualitas yang lebih tinggi.

“Enam bulan jualan, enam bulan libur. Kalau dari luar memang lebih murah, tapi risikonya juga lebih besar,” ungkapnya.

Salah satu pembeli, Bayu, rela jauh-jauh dari Kota Semarang untuk menikmati durian ketan di kios milik Ratih.

“Sudah langganan, kalau musim durian pasti ke sini. Favoritnya durian ketan, rasanya legit dan pulen,” kata dia. (win)

BACA JUGA :

Angkringan Godong Lumbu di samping Pos Polisi Taman Kecandran, Kota Salatiga, menjadi pilihan tempat istirahat bagi pengendara yang melintas di Jalan Lingkar Salatiga. Buka setiap hari pukul 16.00–23.00 WIB, angkringan ini menawarkan nasi bakar, ayam gongso, aneka sate, area parkir luas, serta suasana nyaman dengan harga terjangkau untuk berbagai kalangan pengunjung.
Cerdik Baca Peluang di JLS, Kafi Raup Cuan Buka Angkringan Godong Lumbu
Kuliner sate kronyos menjadi daya tarik khas di Pasar Raya I Salatiga, disajikan oleh Asih Suminem sejak era 1950-an. Hidangan berbahan lemak dan jeroan ini diminati karena cita rasa unik, harga terjangkau, serta pengalaman makan autentik di tengah suasana pasar tradisional.
Sate Kronyos Khas Salatiga, Kuliner yang Bikin Kangen Harga Merakyat
Kuliner BUMBUM Dimsum hadir di Kota Salatiga dengan konsep dimsum sebagai lauk praktis bergizi. Dikelola Chilia, usaha ini berlokasi di Gendongan dan buka setiap hari. Mengutamakan bahan segar dengan dominasi daging ayam, BUMBUM Dimsum menawarkan menu variatif, siap santap dan frozen, untuk menjawab kebutuhan masyarakat modern.
BUMBUM Dimsum Hadir di Salatiga, Siap Manjakan Pecinta Kuliner asal Tiongkok
Tren olahraga padel hadir di Salatiga melalui Beans Padel yang memadukan permainan padel dan wisata durian Musang King di JLS Salatiga. Konsep ini menarik pengunjung lokal hingga luar kota. Inovasi ini dihadirkan pemilik usaha untuk menawarkan pengalaman olahraga sekaligus kuliner premium dalam satu lokasi dengan tarif sewa lapangan dan harga durian tertentu.
Tren Baru Olahraga di Salatiga, Main Padel Sambil Makan Durian
Makan siang di Pawon Tlogo, kawasan Horison Resort Tlogo, Tuntang, Kabupaten Semarang, menawarkan pengalaman kuliner tradisional. Pengunjung menikmati masakan Jawa yang dimasak langsung di atas tungku kayu bakar pada Januari 2026, demi menjaga cita rasa autentik dan menghadirkan sensasi nostalgia melalui proses memasak cara lama.
Resep Rahasia di Atas Tungku, Manjakan Penikmat Kuliner di Pawon Tlogo Tuntang
Warung Makan Gule Mbah Djaeni menjadi kuliner legendaris yang dikelola generasi ketiga keluarga Roni Eka Bastian di gang Jalan Sukowati, Salatiga, sejak 1978. Tetap ramai dikunjungi hingga kini karena cita rasa rempah khas dan menu unik seperti gule goreng yang diolah segar setiap hari.
Warung Gule Mbah Djaeni 1978, Legendaris Kuliner di Salatiga

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Puluhan pecatur dari berbagai daerah mengikuti Turnamen Catur Taman Tingkir Cup I kategori non-master di Kota Salatiga, Minggu (19/7/2026), dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Salatiga. Ajang ini digelar untuk mewadahi penghobi catur, mengembangkan bibit atlet muda, mempererat komunitas pecatur, serta diharapkan menjadi agenda bergengsi yang mampu melahirkan prestasi hingga tingkat nasional.
Puluhan Peserta ikuti Turnamen Catur Taman Tingkir Cup I Non-Master
Dinas Perhubungan Kabupaten Semarang bersama Satlantas Polres Semarang melakukan monitoring operasional angkutan galian C milik PT Mitra Anugerah Bumi Agung (MABA) di Desa Delik, Kecamatan Tuntang, Senin (13/7/2026). Dalam inspeksi tersebut, petugas menemukan sejumlah truk yang belum memenuhi persyaratan laik jalan. Pengusaha tambang diberi peringatan untuk melengkapi persyaratan teknis dan administrasi kendaraan, serta diminta mengoptimalkan penyiraman jalan, penggunaan terpal, dan pengaturan lalu lintas guna mengurangi dampak terhadap masyarakat.
Dishub Kabupaten Semarang Lakukan Pengawasan Angkutan Galian C di Delik Tuntang, Soroti Kelayakan Kendaraan dan Pengendalian Debu
Forum Pelanggan Air Minum Nasional (FORPAMNAS) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) IV di Yogyakarta, Jumat (17/7/2026), yang diikuti sekitar 50 peserta dari berbagai provinsi. Forum ini membahas pembentukan badan regulator air minum, menyusun program kerja serta memilih kepengurusan periode 2026–2030 guna memperkuat perlindungan hak pelanggan, meningkatkan kualitas pelayanan Perumda Air Minum, dan mempererat kolaborasi dengan pemerintah serta para pemangku kepentingan.Munas IV FORPAMNAS di Yogyakarta mendorong pembentukan regulator air minum, memperkuat hak pelanggan, dan meningkatkan pelayanan Perumda Air Minum.
FORPAMNAS Dorong Pembentukan Badan Regulator Air Minum, Munas IV Resmi Digelar di Yogyakarta