URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Makan siang di Pawon Tlogo, kawasan Horison Resort Tlogo, Tuntang, Kabupaten Semarang, menawarkan pengalaman kuliner tradisional. Pengunjung menikmati masakan Jawa yang dimasak langsung di atas tungku kayu bakar pada Januari 2026, demi menjaga cita rasa autentik dan menghadirkan sensasi nostalgia melalui proses memasak cara lama.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Resep Rahasia di Atas Tungku, Manjakan Penikmat Kuliner di Pawon Tlogo Tuntang

Resep Rahasia di Atas Tungku, Manjakan Penikmat Kuliner di Pawon Tlogo Tuntang

Resep Rahasia di Atas Tungku, Manjakan Penikmat Kuliner di Pawon Tlogo Tuntang

Makan siang di Pawon Tlogo, kawasan Horison Resort Tlogo, Tuntang, Kabupaten Semarang, menawarkan pengalaman kuliner tradisional. Pengunjung menikmati masakan Jawa yang dimasak langsung di atas tungku kayu bakar pada Januari 2026, demi menjaga cita rasa autentik dan menghadirkan sensasi nostalgia melalui proses memasak cara lama.
Foto Arief Rasika
Pengunjung tengah mengambil menu hidangan yang tersaji di tungku.
featured-img

RASIKAFM.COM | TUNTANG – Makan siang dikawasan Horison Resort Tlogo, Tuntang, Kabupaten Semarang, kini tak sekedar makan siang biasa. Bahkan sambil santap makan siang, anda bisa melihat tungku menggunakan kayu bakar sebagai media sumber api untuk memasak beragam hidangan tradisional yang diolah di atas wajan-wajan besar.

Chef Nampak mengaduk masakan secara berkala, memastikan setiap hidangan matang sempurna dan cita rasa tradisional tetap terjaga.

Nampak para pengunjung secara bergantian mengambil hidangan yang masih tersaji di atas tungku.

Beragam masakan tradisional disajikan hangat, mulai dari nasi, capcay, garang asem, tumpang koyor yang menggugah selera. Termasuk aneka gorengan seperti mendoan, sukun goreng, dan lain-lain.

Seorang pengunjung asal Salatiga, Septina Ika mengaku, sangat menikmati berbagai hidangan tradisional yang disajikan.

Ia mencicipi semua hidangan yang tersaji di atas tungku.

Dia tertarik mencicipi seluruh menu karena menghadirkan cita rasa masakan tradisional yang mengingatkannya pada masa kecil.

“Rasanya enak, seperti kembali ke masa lalu waktu masih kecil, dimasakin nenek,” ujar Ika.

Menurutnya makan disini membuat masakan lebih sedap dibanding dimasak menggunakan kompor.

“Hasil masakan pakai tungku itu lebih sedap, dibanding dengan massak dengan gas, ada aroma asapnya, jadi lebih enak. Yang paling aku suka garang asemnya,” ucapnya.

Sales marketing manager Horison Resort Tlogo, Martinus budi mengatakan, kopi klotok yang dimasak di atas tungku ini merupakan khas dari Pawon Tlogo.

Kopi tersebut menggunakan biji kopi lokal produksi sendiri bernama Java Tlogo, yang dipadukan dengan sejumlah rempah pilihan sehingga menghasilkan cita rasa khas Pawon Tlogo.

Konsep tradisional di Pawon Tlogo sengaja diusung untuk menyelaraskan identitas resort dengan sajian kuliner yang ditawarkan.

Pawon Tlogo mengangkat masakan tradisional Jawa.

Proses memasak pun tetap mempertahankan cara lama menggunakan tungku pawon.

“Konsepnya memang tradisional Jawa. Resort-nya Jawa, restorannya Jawa, jadi nuansa dan makanannya kami buat terintegrasi,” jelasnya.

Pawon Tlogo buka setiap hari mulai pukul 11.00 WIB hingga 21.00 WIB.

Sales marketing Resort Tlogo, Martinus Budi

BACA JUGA :

Angkringan Godong Lumbu di samping Pos Polisi Taman Kecandran, Kota Salatiga, menjadi pilihan tempat istirahat bagi pengendara yang melintas di Jalan Lingkar Salatiga. Buka setiap hari pukul 16.00–23.00 WIB, angkringan ini menawarkan nasi bakar, ayam gongso, aneka sate, area parkir luas, serta suasana nyaman dengan harga terjangkau untuk berbagai kalangan pengunjung.
Cerdik Baca Peluang di JLS, Kafi Raup Cuan Buka Angkringan Godong Lumbu
Kuliner sate kronyos menjadi daya tarik khas di Pasar Raya I Salatiga, disajikan oleh Asih Suminem sejak era 1950-an. Hidangan berbahan lemak dan jeroan ini diminati karena cita rasa unik, harga terjangkau, serta pengalaman makan autentik di tengah suasana pasar tradisional.
Sate Kronyos Khas Salatiga, Kuliner yang Bikin Kangen Harga Merakyat
Kuliner BUMBUM Dimsum hadir di Kota Salatiga dengan konsep dimsum sebagai lauk praktis bergizi. Dikelola Chilia, usaha ini berlokasi di Gendongan dan buka setiap hari. Mengutamakan bahan segar dengan dominasi daging ayam, BUMBUM Dimsum menawarkan menu variatif, siap santap dan frozen, untuk menjawab kebutuhan masyarakat modern.
BUMBUM Dimsum Hadir di Salatiga, Siap Manjakan Pecinta Kuliner asal Tiongkok
Tren olahraga padel hadir di Salatiga melalui Beans Padel yang memadukan permainan padel dan wisata durian Musang King di JLS Salatiga. Konsep ini menarik pengunjung lokal hingga luar kota. Inovasi ini dihadirkan pemilik usaha untuk menawarkan pengalaman olahraga sekaligus kuliner premium dalam satu lokasi dengan tarif sewa lapangan dan harga durian tertentu.
Tren Baru Olahraga di Salatiga, Main Padel Sambil Makan Durian
Warung Makan Gule Mbah Djaeni menjadi kuliner legendaris yang dikelola generasi ketiga keluarga Roni Eka Bastian di gang Jalan Sukowati, Salatiga, sejak 1978. Tetap ramai dikunjungi hingga kini karena cita rasa rempah khas dan menu unik seperti gule goreng yang diolah segar setiap hari.
Warung Gule Mbah Djaeni 1978, Legendaris Kuliner di Salatiga
Musim panen durian Tuntang kembali menarik minat pedagang Ratih Puspitasari dan pembeli dari berbagai daerah di kawasan Tuntang, Kabupaten Semarang, pada Januari 2026. Tingginya permintaan terjadi karena cita rasa durian lokal unggulan, meski panen sempat terkendala cuaca, dengan penjualan mencapai ratusan buah per hari.
Dari Petruk Sampai Musang King, Legitnya Durian Tuntang Laris Manis Diserbu Pembeli

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Semarang menangkap seorang pelatih taekwondo berinisial R (52) atas dugaan pencabulan terhadap muridnya yang masih berusia 13 tahun di sebuah tempat latihan di Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Peristiwa yang terjadi pada 30 Maret 2026 itu dilaporkan keluarga korban ke polisi hingga berujung penangkapan tersangka pada Selasa (30/6/2026). Polisi menjerat tersangka dengan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual dan KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara yang dapat diperberat karena adanya relasi kuasa.
Aksi Bejat Pelatih Taekwondo di Ambarawa: Cabuli Muridnya Lalu Beri Uang Tutup Mulut
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Pengelola Warung Soemantri, Gani Nur Rahman, memprotes penutupan akses utama menuju lokasi usahanya di Jalan dr. O. Notohamidjojo, Blotongan, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, yang terjadi akibat pemasangan pagar oleh pihak lain. Kondisi tersebut dinilai menghambat pembangunan, menyulitkan pengunjung, serta berdampak pada rencana pengembangan warung sebagai ruang kreatif, edukasi, dan kawasan konservasi.
Pengelola Warung Soemantri Protes, Akses Pintu Masuk Ditutup Pagar