URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Smokyara di Jombor, Tuntang, Kabupaten Semarang, menawarkan kuliner bebek dengan teknik pengasapan hingga 15 jam tanpa direbus atau dipresto. Restoran milik Eko Setiawan ini juga menyajikan ayam dan ikan asap yang dimarinasi sebelum diasap menggunakan panas dan asap tidak langsung. Menu bebeknya kini diminati hingga 50 ekor per hari.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Pertama di Salatiga, Smokyara Hadir dengan Menu Bebek Asap

Pertama di Salatiga, Smokyara Hadir dengan Menu Bebek Asap

Pertama di Salatiga, Smokyara Hadir dengan Menu Bebek Asap

Pengunjung saat menikmati bebek asap di Smokyara Salatiga (Foto Arief Rasika)
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Anda pecinta kuliner dengan menu bebek? Selama ini hanya menikmati jenis makanan tersebut hanya digoreng atau dibakar saja?

Kini tidak ada salahnya anda berwisata kuliner di Smokyara yang berada di Jalan H. Ilyas, Ngelosari, Jombor, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang.
Tempat kuliner ini menawarkan konsep berbeda dengan menghadirkan masakan bebek yang diolah melalui proses pengasapan berjam-jam tanpa melalui proses perebusan maupun presto.

Kepada rasikafm.com Owner Smokyara, Eko Setiawan mengatakan, sejumlah menu andalan yang tersedia di antaranya ikan laut asap seperti tuna, tongkol, barakuda, kakap laut, gerik, hingga berbagai jenis ikan lainnya.

Selain ikan, menu lain yang menjadi daya tarik pengunjung adalah bebek asap yang melalui proses pengasapan selama 15 jam serta ayam asap dengan pilihan ayam kampung dan ayam potong.

“Semua bahan kami gunakan dalam kondisi segar. Ayam dan bebek tidak direbus atau dipresto terlebih dahulu, tetapi langsung dimarinasi minimal tiga jam sebelum masuk proses pengasapan,” ujar Eko saat ditemui, Rabu (26/8/2026).

Menurutnya, proses pengasapan menjadi kunci utama untuk menghasilkan cita rasa khas. Ayam diasap selama sekitar 10 jam, sedangkan bebek membutuhkan waktu lebih lama, yakni 15 jam.

Untuk ikan, bahan baku didatangkan langsung dari nelayan di Kendal dalam kondisi segar. Setelah tiba di lokasi, ikan langsung diproses dengan metode pengasapan selama rata-rata 10 jam.

“Pengasapan itu bukan dibakar. Jarak antara sumber asap dengan daging atau ikan sekitar 80 sentimeter, sehingga yang bekerja adalah asapnya, bukan api langsung,” jelasnya.

Setelah diasap, pelanggan juga dapat memilih variasi penyajian. Beberapa menu bisa disajikan sebagai ayam asap goreng atau bebek asap goreng dengan tambahan bumbu rempah khas Smokyara.

Untuk harga, ayam asap potong dibanderol mulai Rp65.000 per ekor. Sementara bebek asap sekitar Rp130.000 per ekor. Adapun ikan asap menyesuaikan ukuran, mulai dari Rp50.000.

“Untuk tuna, ukuran kecil mulai Rp50.000 dan biasanya sudah bisa dinikmati untuk dua orang. Harganya menyesuaikan ukuran ikan yang tersedia,” kata Eko.

Selain menu asap, Smokyara juga menyediakan aneka olahan seafood seperti kerang, cumi, dan udang dengan pilihan rasa asam manis, lada hitam, hingga oseng.

Buka setiap hari mulai pukul 11.00 hingga 23.00 WIB, Smokyara dalam empat bulan terakhir mulai banyak dikunjungi pelanggan. Menu bebek asap menjadi salah satu yang belakangan paling diminati.

“Kalau awal buka banyak yang pesan ayam, sekarang bebek semakin banyak dicari. Dalam sehari bisa terjual sekitar 30 sampai 50 ekor bebek, sedangkan ayam sekitar 50 sampai 100 ekor. Saat akhir pekan biasanya lebih banyak,” ungkapnya.

Namun, Eko tetap menjaga kualitas bahan baku. Saat kondisi cuaca buruk dan pasokan ikan terganggu, ia memilih tidak menyediakan ikan dibandingkan membeli bahan yang kualitasnya tidak terjamin.

“Kami lebih baik kosong daripada pelanggan mendapatkan ikan yang tidak fresh. Apalagi saat gelombang tinggi, pasokan ikan dari laut memang bisa berkurang,” ujarnya.

Viral di TikTok, Pengunjung Penasaran Coba Bebek Asap

Salah satu pengunjung, Nadiva, mengaku tertarik datang setelah melihat Smokyara ramai diperbincangkan di media sosial TikTok.
Ia memesan bebek asap, mendoan, dan tahu walik. Menurutnya, bebek asap Smokyara memiliki tekstur lebih empuk dibandingkan olahan bebek biasa.

“Bebek asapnya enak, juicy, dan rasa smokynya terasa. Sebelumnya saya pernah coba bebek goreng atau bakar, tapi bebek asap ini berbeda, lebih empuk,” kata Nadiva.

Ia juga menilai harga yang ditawarkan cukup terjangkau karena ukuran bebek yang disajikan cukup besar.

“Ini satu ekor saja besar, sampai mau saya bawa pulang karena tidak habis dimakan bertiga,” ujarnya.

Selain menu, suasana tempat makan yang berada dengan konsep ruang terbuka juga menjadi daya tarik tersendiri. Nadiva menyebut suasana tersebut membuat pengalaman makan terasa seperti menikmati waktu santai di alam.

“Tempatnya menyatu dengan alam, jadi segar. Cocok dengan konsep makanan asapnya. Bisa sekalian healing malam,” tutur dia.

– Eko Setiawan berikan keterangan media
– Suasana pengunjung
– Bebek sedang di asapi

BACA JUGA :

Seorang pria berinisial M (59), penghuni kos di Kampung Sawo, Bugel, Sidorejo, Kota Salatiga, ditemukan meninggal dunia pada Rabu (26/8/2026) malam. Polisi dan tim medis melakukan pemeriksaan serta olah TKP setelah menerima laporan melalui Call Center 110. Pemeriksaan awal tidak menemukan tanda penganiayaan maupun kekerasan pada tubuh korban.
Murni Sakit, Penghuni Kos Ditemukan Meninggal. Saksi akui Cium Bau Busuk
Sebanyak 95 lulusan LPK Serbaindo dilepas dalam Wisuda ke-14 di Hotel Laras Asri, Salatiga, Rabu (26/8/2026). Pada kesempatan itu, Serbaindo Group bersama Kemendes PDT meluncurkan program beasiswa pendidikan dan kerja ke Jepang yang menargetkan 45.000 peserta hingga 2030, khususnya untuk memenuhi kebutuhan tenaga caregiver.
Gelar Wisuda ke 14, Serbaindo Group Gandeng Kemendes PDT Buka Program 45.000 Beasiswa ke Jepang
Daihatsu Ayla dan Mitsubishi L300 Pick Up bertabrakan di Simpang Empat Klampeyan, Noborejo, Argomulyo, Kota Salatiga, Selasa (25/8/2026) siang. Kecelakaan terjadi saat Ayla hendak menyeberang Jalan Pertapaan Gedono dan bertabrakan dengan L300 yang melaju dari arah Tingkir menuju Kembang. Kedua pengemudi selamat tanpa luka.
Ayla VS L300 Adu Banteng, Pemilik Mobil hanya bisa Geleng - geleng
Sebanyak 111 siswa SMP Arunika dan SD School of Life Lebah Putih mengikuti Kemah Alih Golongan 2026 di Bumi Perkemahan Kuncen, Polobogo, Kabupaten Semarang. Kegiatan dikemas sebagai pembelajaran berbasis pengalaman untuk melatih kemandirian, kerja sama, pemecahan masalah, dan kemampuan berpikir kritis melalui berbagai tantangan di alam.
Ratusan Siswa ikuti Kemah Alih Golongan, Tanamkan Sikap Belajar Mandiri, dan Bekerja Sama di Alam
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga
Sebanyak 165 warga binaan Rutan Kelas IIB Salatiga mengikuti Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) yang digelar BPS Kota Salatiga di Aula Rutan, Kamis (20/8/2026). Pendataan tersebut dilakukan untuk memperoleh data ekonomi yang akurat dan komprehensif sebagai dasar perencanaan pembangunan, sekaligus memperkuat sinergi antara BPS dan jajaran pemasyarakatan.
Sensus Ekonomi 2026 Sasar Rutan Salatiga

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengajak masyarakat aktif memeriksa data kesejahteraan dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), termasuk desil yang tercatat, di Jawa Tengah, Rabu (19/8/2026). Warga dapat menyanggah data yang tidak sesuai melalui laman kementerian agar penyaluran bantuan dan program pemberdayaan lebih tepat sasaran.
Warga Diminta Aktif Cek Data Desil dan Sanggah Data DTSEN
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan