KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Usai Viral dikunjungi Anang-Ashanty Tumpang Koyor Legendaris Podomoro Salatiga Diburu Pembeli

Usai Viral dikunjungi Anang-Ashanty Tumpang Koyor Legendaris Podomoro Salatiga Diburu Pembeli

Usai Viral dikunjungi Anang-Ashanty Tumpang Koyor Legendaris Podomoro Salatiga Diburu Pembeli

Lokasi tumpang koyor Mbah Rukiyem dijalan jendral Sudirman Salatiga yang kini ramai pembeli (Foto Arief Rasika)

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Warung sederhana di Jalan Jendral Sudirman, Salatiga, Jawa Tengah ini tak pernah sepi. Aroma tumpang yang khas menyambut pembeli yang antre sejak warung mulai dibuka pukul 16.00 setiap hari. Inilah Warung Makan Podomoro, legenda kuliner kota Salatiga milik Mbah Rukiyem yang telah berjualan sejak tahun 1969.

Selama 56 tahun, Mbah Rukiyem setia menjaga rasa. Menu andalannya adalah tumpang koyor, namun ia juga menyediakan soto, nasi gudeg, opor ayam, lontong opor, hingga bubur tumpang koyor yang langka.

Keberkahan datang setelah pasangan selebriti Anang Hermansyah dan Ashanty mampir dan membuat konten kuliner di warungnya. Video itu meledak, dan kini pembeli datang dari berbagai daerah di Pulau Jawa.

“Dulu sebelum viral, sehari koyor Cuma habis 7 kilogram. Sekarang Alhamdulillah bisa sampai 22 kilogram per hari. Kalau dihitung porsi sudah puluhan porsi, tidak kehitung lagi ramainya. Bahkan sebelum warung buka pukul 16.00 setiap hari, sudah banyak pembeli antre, untuk menikmati sepiring tumpang Koyor. Dulu buka hingga pukul 23.00, kini jam 21.00 sudah habis” kata Rukiyem.

“Saya jualan sejak 1969, semua masak sendiri pakai resep lama. Selain tumpang koyor ada soto, gudeg, opor ayam, lontong opor, sama bubur tumpang koyor. Pembeli sekarang banyak dari luar kota, dari Semarang, Solo, Jogja, sampai Jakarta ada,” tambahnya.

Dampak viral itu dirasakan langsung oleh pembeli. Salah satunya Rani, warga Semarang yang rela menempuh perjalanan jauh ke Salatiga hanya karena penasaran setelah melihat konten Ashanty.

“Saya jauh-jauh dari Semarang ke sini karena lihat kontennya Ashanty di Instagram. Penasaran seenak apa sih. Ternyata memang enak banget tumpang koyornya, harganya Rp 25 ribu per porsi tapi koyornya banyak, puas makannya,” ujar Rani.

Bagi yang belum tahu, koyor sendiri adalah bagian dari urat, otot, atau jaringan ikat sapi yang bercampur lemak, biasanya terdapat di sekitar area kaki, lutut, atau punggung sapi. Teksturnya yang kenyal, gurih, dan sedikit lengket inilah yang membuatnya digemari. Saat dimasak bersama kuah tumpang yang terbuat dari tempe semangit yang kental dan pedas, rasanya menjadi legit dan nagih.

Dengan harga mulai Rp 25 ribu per porsi dengan isian koyor yang royal, tak heran jika Tumpang Koyor Podomoro milik Mbah Rukiyem kini menjadi destinasi wisata kuliner wajib bagi siapa saja yang melintas di Salatiga.

Mbah Rukiyem saat layani pembeli

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Polres Semarang menyiapkan satuan tugas penegakan hukum untuk mengantisipasi perjudian atau praktik botoh dalam Pilkades serentak 2026. Pengamanan juga mencakup potensi konflik antarcalon dan isu lokal di 140 desa pada 19 kecamatan. Sebanyak 787 personel disiapkan dan diperkuat personel BKO serta satu SST Brimob dengan sistem rayonisasi.
Cegah Pilkades di Kabupaten Semarang Jadi Arena Judi, Polisi Siapkan Satgas Penegakan Hukum
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Selasa, 6 Oktober 2026, didominasi kondisi cerah hingga berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat suhu udara Semarang 27,7°C dengan kelembapan 75%. Suhu harian diprakirakan berkisar 27–36°C dengan kelembapan 40–75%, sedangkan hujan ringan berpotensi terjadi di sebagian pegunungan Jawa Tengah bagian tengah.
09 Oktober 2026: Cuaca Semarang Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi di Pegunungan
Pemkab Semarang memperpanjang jatuh tempo pembayaran PBB-P2 hingga 31 Oktober 2026. Wajib pajak yang membayar sampai batas waktu tersebut tidak dikenai sanksi administrasi keterlambatan sebesar 1 persen. Kebijakan ini diambil untuk meringankan beban masyarakat sekaligus mendukung kesehatan fiskal dan likuiditas keuangan daerah.
Bayar PBB-P2 Sebelum 31 Oktober, Warga Kabupaten Semarang Bebas Denda
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Bank Indonesia menggelar program stabilisasi harga dan hilirisasi pangan di Tarubudaya, Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin (12/10/2026). Program ini menyediakan beras seharga Rp11.000 per kilogram dan cabai rawit merah Rp10.000 per kemasan 200 gram, sekaligus memperkuat produksi pertanian dan membantu pedagang menghadapi kenaikan biaya bahan baku.
Tekan Inflasi, BI dan Pemprov Jateng Gelar Tebus Murah 6 Ton Beras dan 600 Kg Cabai
[pekok2]