URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
KPU Kabupaten Semarang menerima 13.404 bilik suara untuk keperluan Pemilu 2024. Logistik tersebut tiba setelah pengiriman dari PT Intan Ustrix di Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Dengan penjelasan rinci dari Ketua KPU, Maskup Asyadi, tentang proses pengiriman dan penyimpanan logistik, termasuk langkah-langkah pengamanan yang dilakukan untuk memastikan kelancaran distribusi

Mbak Google

KABAR RASIKA

KPU Kabupaten Semarang Terima 13.404 Bilik Suara

KPU Kabupaten Semarang Terima 13.404 Bilik Suara

KPU Kabupaten Semarang Terima 13.404 Bilik Suara

Logistik milik KPU Kabupaten Semarang berupa bilik suara untuk Pemilu 2024 tiba di gedung Korpri Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin (23/10/2023). Foto: win
Logistik milik KPU Kabupaten Semarang berupa bilik suara untuk Pemilu 2024 tiba di gedung Korpri Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin (23/10/2023). Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Sebanyak 13.404 bilik suara untuk keperluan Pemilu 2024 diterima oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Semarang, Senin (23/10/2023). Dengan menggunakan tiga armada, logistik itu didatangkan dari PT Intan Ustrix di Kabupaten Gresik, Jawa Timur menuju gedung Korpri, Jalan Gatot Subroto Ungaran, Kabupaten Semarang.

Ketua KPU Kabupaten Semarang Maskup Asyadi mengungkapkan, sesuai dengan kebutuhan jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) sebanyak 3.351 titik, jumlah bilik suara yang didatangkan dinyatakan mencukupi.

“Setiap TPS membutuhkan empat bilik suara, sehingga ketemu jumlahnya sebanyak 13.404,” kata Maskup ditemui di sela kedatangan bilik suara di Ungaran, Senin (23/10/2023).

Dijelaskan Maskup, gedung yang difungsikan sebagai gudang logistik KPU adalah GOR Pandanaran Wujil, yang berada di Kecamatan Bergas. Namun, saat ini gedung itu sedang dilakukan upaya fumigasi untuk mencegah hama seperti rayap yang bisa merusak logistik KPU.

“Sembari menunggu fumigasi selesai, sementara bilik suara kita tempatkan di gedung Korpri terlebih dahulu,” ujarnya.

Menurut informasi, logistik yang lain berupa 16.755 kotak suara sedang dalam proses pengiriman yang rencananya tiba pada tanggal 25 Oktober 2023. Setelah kotak suara datang, maka proses selanjutnya adalah perakitan yang akan dilakukan di GOR Pandanaran Wujil.

“Karena membutuhkan ruangan yang leluasa, maka kita prioritaskan perakitan kotak suaranya dulu. Setelah itu, baru spare ruangan yang kosong kita gunakan untuk menyimpak bilik suara,” bebernya.

Terkait pengamanan gudang logistik, pihaknya telah berkoordinasi dengan Polres Semarang. Sejak dimulainya Operasi Mantap Brata Candi 2023-2024 pada 19 Oktober 2023 lalu, gedung KPU dan gudang logistik dijaga oleh personel Polres Semarang.

“Pengamanan logistik juga didukung oleh kamera CCTV selama 24 jam,” urainya.

Maskup menambahkan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang terkait dengan proses penyimpanan hingga pendistribusian logistik. Termasuk bekerjasama dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait mitigasi cuaca.

“Armada untuk keperluan distribusi akan dipilih penyedia angkutan yang aman sampai tingkat kecamatan. Karena distribusi logistik pada bulan Januari- Februari 2024, yang diprediksi sudah masuk musim penghujan,” tandasnya. (win)

BACA JUGA :

Tetap Produktif di Usia Senja, 112 Peserta Sekolah Lansia Pancasila Kabupaten Semarang Diwisuda
Tetap Produktif di Usia Senja, 112 Peserta Sekolah Lansia Pancasila Kabupaten Semarang Diwisuda
Selama hampir 20 tahun, keluarga Muhroji di Dusun Rejowinangun, Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, hidup tanpa aliran listrik meski tiang listrik telah berdiri di dekat rumah mereka. Hingga Rabu (22/7/2026), permohonan pemasangan listrik belum terealisasi karena diperlukan penambahan jaringan. Kondisi ekonomi yang terbatas membuat keluarga tersebut bertahan menggunakan sentir berbahan bakar minyak goreng sebagai penerangan setiap malam.
20 Tahun Hidup dalam Gelap, Keluarga Miskin di Sumowono Terangi Malam dengan Sentir Jelantah
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang memperkuat budaya sadar bencana melalui inovasi SADEWA (Strategi Deteksi, Edukasi, dan Waspada Bencana). Program berbasis kolaborasi pentahelix dan digitalisasi ini berhasil meningkatkan jumlah Desa Tangguh Bencana (Destana) menjadi 116 desa hingga 2026. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan edukasi, sistem deteksi dini, KKN Tematik Kebencanaan, serta optimalisasi dana desa guna meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi berbagai ancaman bencana.
Lewat SADEWA, BPBD Kabupaten Semarang Bangun Budaya Sadar Bencana dari Desa
Pemerintah Kabupaten Semarang meluncurkan Sekolah Tani Milenial 2026 untuk mendorong regenerasi petani di tengah menurunnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian. Program yang diikuti 240 peserta itu digelar di Kecamatan Sumowono, Selasa (21/7/2026), dengan pembekalan budidaya, kewirausahaan, dan pemasaran digital guna mencetak petani modern yang mampu menjaga ketahanan pangan.
Tak Malu jadi Petani, Khoirul Mantap Ikut Pelatihan Sekolah Tani Milenial Usai Lulus Kuliah
Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menilai Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih berpotensi menjadi penggerak ekonomi masyarakat sekaligus bersaing dengan ritel modern. Pernyataan itu disampaikan usai meninjau Kopdes Merah Putih di Bergas Kidul dan Lodoyong, Selasa (21/7/2026), dengan syarat kelengkapan barang, dukungan fasilitas, dan kepastian regulasi pengelolaan koperasi terus diperkuat.
DPRD Kabupaten Semarang Nilai Kopdes Merah Putih Berpotensi Saingi Ritel Modern, Asal Pasokan Barang Lengkap
Legislatif Nilai Pengawasan Perizinan di Kabupaten Semarang Lemah, Pemkab Diminta Lebih Tegas
Legislatif Nilai Pengawasan Perizinan di Kabupaten Semarang Lemah, Pemkab Diminta Lebih Tegas

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Reformasi Transportasi Publik Saatnya Trans Jateng Hadir di Jekuti (Jepara – Kudus – Pati)
Reformasi Transportasi Publik: Saatnya Trans Jateng Hadir di Jekuti (Jepara – Kudus – Pati)
Menjelang Hari Jadi Ke-1276 Kota Salatiga, upaya Pemerintah Kota Salatiga melestarikan Gedung Pakuwon, bangunan cagar budaya yang menjadi lokasi bersejarah Perjanjian Salatiga 1757, masih terkendala komunikasi dengan pemilik yang berdomisili di Semarang. Hingga Selasa (21/7/2026), Disbudpar belum memperoleh respons atas permohonan audiensi sehingga pemerintah berencana menggandeng Pemkot Semarang untuk memfasilitasi pertemuan, sembari menyiapkan langkah pelestarian agar nilai sejarah bangunan tetap terjaga.
Begini Nasib Gedung Pakuwon Salatiga, Pemkot Kesulitan Bertemu Pemilik
Wali Kota Salatiga bersama Ketua DPRD, Sekretaris Daerah, Ketua Tim Penggerak PKK, dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melaksanakan ziarah ke makam para mantan Wali Kota Salatiga pada Senin (21/7/2026) sebagai rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-1276 Kota Salatiga. Ziarah dilakukan di TPU Ngemplak dan Makam Sidomulyo untuk mendoakan serta memberikan penghormatan kepada almarhum John Manuel Manoppo dan Letkol Soegiman atas jasa dan pengabdian mereka dalam membangun Kota Salatiga
Jelang Hari Jadi, Robby bersama Istri Tabur Bunga di Makam Mantan Wali Kota