URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]

Mbak Google

KABAR RASIKA

Lapas Wanita Semarang Gelar Fashion Show Busana Batik

Lapas Wanita Semarang Gelar Fashion Show Busana Batik

Lapas Wanita Semarang Gelar Fashion Show Busana Batik

featured-img

RASIKAFM – Lapas Wanita Kelas IIA Semarang menggelar kegiatan pameran fashion show busana batik pada Kamis (7/10/2021).

Para napi disana mengenakan batik kemudian berjalan melenggak lenggok seperti layaknya model. Dalam kegiatan itu, berbagai karya batik ditampilkan seperti batik karakter, batik casual non elegan, batik dan payet gemes, batik tulis, jumputan dan lain sebagainya.

Kepala Lapas Wanita Semarang, Kristiana Hambawani mengatakan salah satu yang menarik perhatian adalah batik merak yang dipakai oleh Dewi Safitri. Motif mata yang ada di ekor merak dikatakan dapat melihat ke masa depan dan dapat menciptakan koneksi antara masa lalu dan masa sekarang.

“Hubungan merak dengan wanita dibalik jeruji adalah dalam keterbatasan mampu menghasilkan mahakarya luar biasa dan dapat menciptakan koneksi antara masa lalu dan masa sekarang yang diharap dapat memberikan kehidupan baru lebih semangat untuk membawa aura positif dimasa yang akan datang dan menjadi sosok ibu yang memperjuangkan martabat dirinya,” katanya seperti rilis yang diterima Jumat (8/10/2021).

Batik yang dipamerkan hari ini kata dia, merupakan karya para warga binaan dari hasil pembinaan oleh Petugas Lapas wanita Semarang.

Senada, Ketua Ombudsman RI Siti Farida menyampaikan rasa kagum untuk Lapas Perempuan Semarang. Ia merasa terkesan dengan pelayanan di Lapas Perempuan Semarang.

“Dengan Fashion Show ini merupakan bukti nyata bahwa pembinaan di Lapas Perempuan Semarang telah berhasil. Lapas Perempuan Semarang telah berhasil melahirkan desainner dan pembatik yang handal, sehingga dapat menghasilkan karya seindah ini,” imbuhnya.

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon