KAWAN PEMANDU JALAN

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Marak Kejahatan Ganjal Mesin ATM, Polda Jateng Minta Masyarakat Tak Minta Pertolongan Kepada Orang Asing Saat Kendala Transaksi

Marak Kejahatan Ganjal Mesin ATM, Polda Jateng Minta Masyarakat Tak Minta Pertolongan Kepada Orang Asing Saat Kendala Transaksi

Marak Kejahatan Ganjal Mesin ATM, Polda Jateng Minta Masyarakat Tak Minta Pertolongan Kepada Orang Asing Saat Kendala Transaksi

SEMARANG – Marak aksi kejahatan pencurian uang dengan modus mengganjal mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di sejumlah minimarket maupun Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Terbaru, Unit Resmob Ditreskrimum Polda Jateng bersama Satreskrim Polres Jepara berhasil meringkus tiga orang komplotan spesialis kejahatan tersebut yang sudah dilakukan di tiga Provinsi.

Dirreskrimum Polda Jateng, Kombes Pol Djuhandani Rahardjo Puro mengungkapkan tiga pelaku yang berhasil diamankan masing-masing berinisial EA (40) warga Banten, JA (42) dan FR (39) warga Lampung. Sedangkan satu pelaku lainnya berinisial YD (39) warga Lampung kini masih daftar pencarian orang (DPO).

Para komplotan tersebut sudah melakukan aksinya sebanyak 11 kali dengan total kerugian yang dialami korban atau hasil kejahatan yang didapat pelaku mencapai ratusan juta. Djuhandani merinci, adapun para pelaku melakukan aksinya yaitu 4 lokasi di Provinsi Banten dan Jawa Barat kemudian 3 lokasi di Jawa Tengah.

“Modusnya para pelaku menargetkan korban yang berada di mesin ATM baik itu di pusat perbelanjaan maupun di SPBU. Setelah melihat target lalu melakukan aksinya mengganjal ATM kemudian korban diminta memasukan kartu ATMnya dan nomor pinnya,” ujarnya belum lama ini.

Agar kejahatan serupa tak terjadi lagi, Kombes Djuhandani meminta kepada masyarakat untuk waspada dan merahasiakan nomor pin ATM kepada orang asing. Dirinya juga meminta kepada masyarakat jika mendapatkan kesulitan atau kendala dalam melakukan transaksi untuk langsung menghubungi pihak bank langsung.

“Mohon kerahasiaannya (pin) benar-benar dijaga. Kalau mendapatkan kesulitan-kesulitan atau kerusakan saat transalsi untuk tolong hubungi kepada bank yang dimaksud tidak usah mencari pertoongan orang karena ini menjadikan modus kejahatan,” paparnya.

Dia menyebut juga ada modus lain yang digunalan pelaku saat masyarakat mengalami kendala ketika transaksi yaitu menempelkan nomor atau kontak di mesin ATM.

“Ada modus lain yaitu menaruh nomor telepon padahal itu bukan nomor telepon bank. Alangkah baiknya menyimpan dulu nomor telepon bank-bank resmi yang digunakan,” imbuhnya.

Kabar Terkini

POPULER

DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Kota Semarang menjadi pusat pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026 selama 10 hari, 11–20 September. Rangkaian dimulai dengan kedatangan kafilah dan Malam Ta’aruf, dilanjutkan pembukaan pada 12 September yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Kompetisi berlangsung 13–18 September, sebelum city tour, penutupan, dan kepulangan kafilah ke daerah masing-masing.
Catat Jadwalnya, MTQ Nasional XXXI Digelar 11-20 September di Semarang
Masyarakat dapat mengecek status desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) secara online melalui laman dtsen-form.bps.go.id menggunakan NIK. Pemeriksaan dapat dilakukan untuk mengetahui kesesuaian data sosial ekonomi yang menjadi salah satu acuan penentuan sasaran bantuan. Jika data tidak sesuai, masyarakat dapat mengajukan sanggahan atau meminta bantuan desa maupun kelurahan.
Cara Cek Desil DTSEN dengan HP