KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Membusuk di Kebun Kopi Bawen, Petugas Temukan Racun Tikus Dalam Tas Korban

Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Membusuk di Kebun Kopi Bawen, Petugas Temukan Racun Tikus Dalam Tas Korban

Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Membusuk di Kebun Kopi Bawen, Petugas Temukan Racun Tikus Dalam Tas Korban

Petugas melakukan olah TKP penemuan mayat laki-laki tanpa identitas di PTPN I Regional 3 kebun Getas, Afdeling Asinan Blok Gembol, Lingkungan Blondo, Bawen, Selasa (30/7/2024). Foto: Humas Polres Semarang

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Sesosok mayat laki-laki tanpa identitas ditemukan di kebun PTPN I Regional 3 Getas, Bawen, Kabupaten Semarang, Selasa (30/7/2024). Jenazah yang telah membusuk ini ditemukan oleh seorang pekerja kebun yang hendak memetik kopi di kebun Getas Afdeling Asinan Blok Gembol, Lingkungan Blondo.

M Abdul Rosyid (45), pekerja kebun yang menemukan jenazah tersebut menerangkan, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 12.04 WIB. Saat hendak memetik kopi, ia mencium bau tidak sedap. Setelah ditelusuri dari mana sumber bau tersebut, ia dikagetkan dengan keberadaan sesosok mayat dalam kondisi terlentang.

“Selanjutnya saya memberitahukan kepada pekerja yang lain dan diteruskan ke Polsek Bawen,” kata dia dalam keterangannya, Rabu (31/7/2024).

Di lokasi terpisah, Kapolres Semarang AKBP Ike Yulianto mengatakan, petugas yang mendapatkan laporan segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP bersama petugas kesehatan dari Puskesmas Bawen. Saat ditemukan, korban mengenakan kaos warna hijau tosca bertuliskan Greenlight, celana panjang jeans warna hitam, dan sandal jepit biru tua.

“Hasil pemeriksaan awal, korban diperkirakan berusia 40 tahun dengan tinggi badan sekitar 170 cm dan meninggal lebih dari 10 hari. Tidak ditemukan tanda kekerasan, sebab pakaian yang digunakan korban masih dalam keadaan rapi,” terangnya.

Tim Inafis yang melakukan olah TKP menemukan sebuah tas yang diduga milik korban. Setelah diperiksa, di dalam tas tersebut ditemukan 2 botol air mineral, 1 botol racun tikus cair dan 3 bungkus racun tikus bubuk merek Temix dalam keadaan utuh.

“Di dekat tubuh korban, petugas juga menemukan 2 botol kecil racun tikus merek Temix yang sudah kosong,” urainya.

Selain temuan tersebut, dalam isi tas korban juga terdapat sarung motif kotak-kotak warna coklat, jaket jumper warna hitam merek Design and Fashion, celana panjang jeans warna biru merek Wrangler, celana dalam warna ungu merek Scorelines, gunting dengan gagang warna hitam, cutter warna biru, pemotong kuku, uang tunai sejumlah Rp360 ribu, minyak kayu putih merek Cap Lang, charger HP merek Realme, serta kaos lengan pendek warna abu-abu bertuliskan Hurley.

“Bagi masyarakat yang mengenali ciri-ciri korban tersebut, mohon bisa konfirmasi ke kami agar identitas korban bisa segera terungkap,” imbaunya.

Dibantu petugas BPBD dan Damkar Kabupaten Semarang, jenazah korban dievakuasi dan dibawa ke RS Bhayangkara Semarang untuk dilakukan autopsi lebih lanjut guna mengungkap penyebab kematian korban. (win)

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Selasa, 6 Oktober 2026, didominasi kondisi cerah hingga berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat suhu udara Semarang 27,7°C dengan kelembapan 75%. Suhu harian diprakirakan berkisar 27–36°C dengan kelembapan 40–75%, sedangkan hujan ringan berpotensi terjadi di sebagian pegunungan Jawa Tengah bagian tengah.
09 Oktober 2026: Cuaca Semarang Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi di Pegunungan
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Bank Indonesia menggelar program stabilisasi harga dan hilirisasi pangan di Tarubudaya, Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin (12/10/2026). Program ini menyediakan beras seharga Rp11.000 per kilogram dan cabai rawit merah Rp10.000 per kemasan 200 gram, sekaligus memperkuat produksi pertanian dan membantu pedagang menghadapi kenaikan biaya bahan baku.
Tekan Inflasi, BI dan Pemprov Jateng Gelar Tebus Murah 6 Ton Beras dan 600 Kg Cabai
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyampaikan keprihatinan atas dugaan perundungan yang menyebabkan seorang murid SDN 1 Kebondalem, Kabupaten Pemalang, meninggal dunia. Saat ditemui di Ungaran, Sabtu (10/10/2026), ia menegaskan pentingnya memperkuat budaya sekolah yang aman melalui kerja sama sekolah, keluarga, masyarakat, dan media serta meningkatkan pengawasan terhadap anak di ruang digital.
Kasus Dugaan Perundungan di SDN Kebondalem Pemalang, Mendikdasmen Sebut Tayangan di Media Turut Jadi Pemicu
Polsek Tengaran, Polres Semarang, memberikan edukasi tentang bahaya narkoba dan pencegahan perundungan kepada 147 siswa SDN Sugihan 01, Desa Sugihan, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Selasa (13/10/2026). Melalui program Polisi Sahabat Anak (POLSANA), polisi mengajak siswa menghindari narkoba, tidak melakukan kekerasan terhadap teman, serta melaporkan perundungan kepada guru atau orang tua.
Cegah Perundungan, Aipda Joko Sambangi SDN Sugihan 01 Tengaran. Tekankan Siswa harus Saling Menghargai
[pekok2]