URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Merasa mendapat kehormatan dengan kunjungan Ganjar Pranowo, Kepala Desa Bangli, I Made Adhiasa bakal menjadikan nama Gubernur Jawa Tengah itu sebagai nama sebuat bukit yang jadi pusatnya tanaman bambu. Bukit itu sendiri terletak di Banjar Sandan, Desa Bangli, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Nama Ganjar Diusulkan Jadi Nama Bukit Hutan Bambu di Bali

Nama Ganjar Diusulkan Jadi Nama Bukit Hutan Bambu di Bali

Nama Ganjar Diusulkan Jadi Nama Bukit Hutan Bambu di Bali

featured-img

BALI – Merasa mendapat kehormatan dengan kunjungan Ganjar Pranowo, Kepala Desa Bangli, I Made Adhiasa bakal menjadikan nama Gubernur Jawa Tengah itu sebagai nama sebuat bukit yang jadi pusatnya tanaman bambu. Bukit itu sendiri terletak di Banjar Sandan, Desa Bangli, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali.

I Made Adhiasa mengusulan penamaan lokasi itu saat dialog bareng antara warga, tokoh masyarakat Bangli dengan Ganjar Pranowo di hutan bambu tersebut, Sabtu (26/3/2022).

“Pak Ganjar adalah tokoh nasional yang banyak memberi inspirasi. Apalagi kebetulan bukit ini belum ada namanya. Saya pikir adalah yang penting tokoh-tokoh di sini kita ajak duduk bersama. Ada kata sepakat, ya kita jalankan (pemberian nama itu),” kata I Made Adhiasa.

Adhiasa menjelaskan bukit hutan bambu tersebut selama ini belum memiliki nama yang spesifik sedangkan beberapa bukit di sekitarnya sudah bernama. Alasan mengusulkan nama Ganjar sebagai nama bukit bambu di Banjar Sandan itu karena Ganjar Pranowo merupakan tokoh nasional pertama yang berkunjung ke sana.

“Alasannya karena beliau itu tokoh nasional yang baru datang ke sini. Kebetulan beliau itu Ketua Umum Kagama itu sendiri. Saya kira sah-sah saja, siapa pun. Walaupun pelakunya saya sampaikan jelas, saya pun pelaku, sampai hari ini masih diberikan kepercayaan oleh rakyat jadi saya tahu semua perjalannya,” katanya.

Pusat Hutan Bambu

Kawasan hutan bambu di Banjar Sandan itu sebelumnya adalah bukit gundul yang dipenuhi rerumputan. Pada tahun 2002, Made Adhiasa meminta masyarakat untuk kembali merawatnya. Lalu muncullah I Wayan Master atau Panarya (81) yang berjuang menanam bambu di bukit gundul itu hingga menjadi seperti sekarang.

Perjuangan Panarya dalam menanam bambu itu juga didukung oleh Keluarga Alumni Universitas Gajah Mada (Kagama) Bali. Berbagai varietas batu diberikan untuk ditanam di hutan bambu di Banjar Sandan.Terkini Kagama kembali memberikan kurang lebih 30 varietas bambu baru untuk di tanam di sana. Harapannya hutan bambu di Banjar Sandan bisa menjadi pusat hutan bambu.

“Saya di Desa Bangli. Jadi di Desa Bangli ini kita bertemu tokoh yang luar biasa yaitu Pak Panarya. Beliau ini yang dulu menghijaukan bukit gundul ini, kira-kira 130 hektare, dan beliau tanami bambu. Inilah yang oleh kawan-kawan Kagama bersama Kades akan dijadikan sebagai pusat hutan bambu,” kata Ganjar Pranowo didampingi Panarya dan I Made Adhiasa di lokasi.

Berdasarkan penuturan Panarya, kawasan bukit itu dulunya kering. Sumber air sempat mati. Setelah ditanami bambu perlahan sumber air mulai membesar dan dapat dinikmati oleh warga sekitar. Potensi konservasi itulah yang ingin digarap selain potensi lain seperti tempat wisata atau pemanfaatan bambunya.

“Kita minta Kagama terus mendampingi, tadi juga ada dari Universitas Udayana Bali. Ada yang bicara tempat wisata di sini, ada suplai air dari kebutuhan yang bisa diambil dari sekitarnya. Tapi tadi ada juga yang ingin kalau untuk pengembangan pertanian airnya cukup tidak,” kata Ganjar.

Berbagai potensi manfaat dan banyaknya varietas itulah yang nantinya bisa mendorong untuk menjadi pusat hutan bambu. Ke depan yang dibutuhkan adalah teknologi dan narasi agar hutan bambu di Banjar Sandan semakin bagus.

“Harapan kita ini menjadi pusat bambu termasuk orang nanti studi bambu termasuk sampai produk-produk yang bisa dilakukan. Termasuk siapa yang membuat narasi-narasinya sehingga tempat ini menjadi tempat spesial untuk dikembangkan menjadi tempat wisata dan sekaligus mengkonservasi,” kata Ganjar.

Hal lain yang menarik bagi Ganjar adalah sampai hari ini tidak semua orang bisa mengakses langsung bambu yang ada di sana. Kecuali dimanfaatkan untuk kepentingan umum. Ke depan hutan bambu itu juga akan menjadi perhutanan sosial untuk mendukung kesejahteraan masyarakat.

“Tapi yang menarik sampai hari ini adalah tidak semua bisa mengakses langsung untuk memanfaatkan kecuali untuk kepentingan umum. Aturannya ada, adatnya kuat. Artinya nilai-nilai itu bagus yang kemudian orang akan bisa menjaga semuanya. Kita bisa lihat utuh semuanya karena adatnya bagus dan komitmen masyarakat bagus,” pungkas Ganjar.

BACA JUGA :

Bupati Semarang Ngesti Nugraha
Pertumbuhan Kawasan Industri Picu Permukiman Baru, Pemkab Semarang Siapkan Penataan
Bupati Semarang Ngesti Nugraha melantik 118 pejabat struktural dan 17 pejabat fungsional di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Ungaran, Kamis (30/7/2026). Pelantikan dilakukan untuk mengisi jabatan yang masih kosong, menyegarkan organisasi, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik. Bupati menegaskan seluruh proses mutasi dan promosi dilaksanakan secara profesional tanpa praktik jual beli jabatan.
Lantik 118 Pejabat, Bupati Semarang Tegaskan Tak Ada Jual Beli Jabatan
Stand Gebyar Lelang Serentak Barang Rampasan dan Barang Sitaan Negara milik Seksi Pemulihan Aset dan Pengelolaan Barang Bukti (PAPBB) Kejaksaan Negeri Salatiga dipadati warga di Joglo 3 Kantor Kejari Salatiga, Rabu (29/7/2026), menjelang pelaksanaan lelang pada 11–14 Agustus 2026. Masyarakat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi mengenai tata cara mengikuti lelang melalui portal resmi sekaligus memperoleh informasi aset yang akan dilelang secara legal.
Sosialisasi Gebyar Lelang Barang Rampasan, Stand PAPBB Kejari Salatiga jadi Idola Calon Peserta Lelang
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dilaksanakan di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, selama 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Komandan Kodim 0714/Salatiga Fajar Hapsari Nugroho menyatakan program ini berfokus pada pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,25 kilometer yang menghubungkan Desa Cukil dan Desa Kemetul, disertai pembangunan rumah tidak layak huni, rehabilitasi fasilitas ibadah, serta pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan akses dan kesejahteraan warga.
TMMD Reguler ke-129 di Kabupaten Semarang Resmi Bergulir, Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Warga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Pilkades Serentak 142 Desa di Kabupaten Semarang Masih Menunggu Lampu Hijau Kemendagri, Rp12,6 Miliar Sudah Disiapkan
Pilkades Serentak 142 Desa di Kabupaten Semarang Masih Menunggu Lampu Hijau Kemendagri, Rp12,6 Miliar Sudah Disiapkan

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Pemerintah Kota Salatiga resmi melakukan soft launching parkir elektronik di Jalan Monginsidi, Senin (27/7/2026), sebagai langkah mempercepat transformasi digital layanan publik. Program hasil kolaborasi dengan Bank Jateng ini menghadirkan sistem pembayaran retribusi parkir non-tunai untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, efisiensi, dan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Uji coba dimulai di dua ruas jalan sebelum diperluas ke 20 titik pada Oktober 2026 dan ditargetkan menjangkau sekitar 120 titik parkir pada awal 2027.
Berharap PAD Naik, Pemkot Salatiga Luncurkan Uji Coba Parkir Elektronik
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dilaksanakan di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, selama 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Komandan Kodim 0714/Salatiga Fajar Hapsari Nugroho menyatakan program ini berfokus pada pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,25 kilometer yang menghubungkan Desa Cukil dan Desa Kemetul, disertai pembangunan rumah tidak layak huni, rehabilitasi fasilitas ibadah, serta pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan akses dan kesejahteraan warga.
TMMD Reguler ke-129 di Kabupaten Semarang Resmi Bergulir, Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Warga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga