URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Oknum polisi berinisial Briptu RS saat ini menjalani pemeriksaan di Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Jateng karena menembak seorang pria warga di Tambakrejo RT 01 RW 16, Kelurahan Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang. 

Mbak Google

KABAR RASIKA

Oknum Polisi Yang Tembak Pria Asal Tambak Rejo Semarang Diperiksa Propam Polda Jateng 

Oknum Polisi Yang Tembak Pria Asal Tambak Rejo Semarang Diperiksa Propam Polda Jateng 

Oknum Polisi Yang Tembak Pria Asal Tambak Rejo Semarang Diperiksa Propam Polda Jateng 

featured-img
SEMARANG – Oknum polisi berinisial Briptu RS saat ini menjalani pemeriksaan di Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Jateng karena menembak seorang pria warga di Tambakrejo RT 01 RW 16, Kelurahan Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang.
“Kejadian tersebut saat ini telah ditangani Polda Jateng. Terduga pelaku Briptu RS saat ini tengah menjalani pemeriksaan di Bidpropam Polda Jateng,” ujar Kabidhumas Polda Jateng, Kombes Pol Iqbal Alqudusy di Mapolda Jateng, Kamis (19/5/2022).[irp posts=”37392″ name=”Pria Asal Tambak Rejo Semarang Ditembak Oleh Oknum Polisi, Keluarga: Korban Mau Misah Keributan”]
Iqbal menjelaskan, kejadian itu terjadi pada hari Rabu, (18/5/2022) pukul 19.30 WIB. Adapun insiden itu berawal dari permasalahan keluarga antara Briptu RS dan salah seorang kerabatnya berinisial SY. Kemudian korban bernama Sobirin berniat melerai keributan antara Briptu RS dengan SY.
Kemudian Briptu RS yang saat itu membawa senjata jenis airsoft gun tanpa sengaja meletuskan senjatanya dan mengenai kaki korban.
“Berawal dari keributan oleh oknum anggota Polda Jateng dengan keluarganya berinisial SY. Kemudian dilerai oleh warga berinisial S (Sobirin) kemudian terjadi perkelahian dan tanpa sengaja Briptu RS meletuskan senjata mengenai kaki S,” paparnya.
“Sementara permasalahan antara Briptu RS dan SY sudah diselesaikan. Saat ini korban sudah mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Sultan Agung Semarang. Saudara S sudah dibawa ke Rumah Sakit dan kondisinya bagus, stabil,” terangnya.
Disisi lain, Iqbal menambahkan bahwa pihaknya meminta maaf atas kejadian tersebut. Selanjutnya, Polda Jateng berkomitmen untuk menuntaskan kasus tersebut dan bertekad untuk terus melakukan pembenahan internal untuk mewujudkan postur institusi dan personil Polri yang ideal sehingga selalu siap memberikan yang terbaik dalam melayani masyarakat.
“Saat ini Polri memang sedang berbenah jadi kami mohon maaf kepada masyarakat karena kejadian ini. Kami juga berupaya untuk pembenahan secara internal sehingga kita bisa melayani masyarakat dengan ideal,” imbuhnya.
Sebelumnya, Anak korban, Nurrohmah membenarkan kejadian tersebut bahwa ayahnya yang bernama Sobirin ditembak oleh oknum polisi. Ia menyebut, kejadian penembakan itu dipicu oleh oknum polisi yang sedang ribut dengan tetangganya bernama Syafi’i namun saat hendak dilerai, korban malah ditembak.
“Bapak saya (korban) mau misah keributan antara dia (RS) sama tetangganya,” ujarnya saat ditemui di rumahnya Kamis (19/5/2022).
Ia menjelaskan, peristiwa terjadi pada hari Rabu (18/5/2022) pukul 19.30 WIB kemarin. Ia mengatakan saat kejadian sedang berada di rumah saudaranya tidak jauh dari lokasi. Kemudian dia mendengar ada keribut di dekat rumahnya.
Nurrohmah mengatakan saat dia bertanya soal kejadian itu dia diberitahu kalau ayahnya sedang memisah RS dan Rifai yang merupakan saudara RS. Namun Nurrohmah mengatakan tidak tahu bagaimana bisa ayahnya tertembak.
“Bapak itu memisah pelaku sama saudaranya itu. Tidak tahu bagaimana persis kejadiannya,” ujar Nurrohmah.
Oknum tersebut dan korban adalah tetangga dekat yang rumahnya saling berhadapan. Nurrohmah membenarkan tetangganya bekerja sebagai polisi.
“Iya benar seorang polisi,” jelasnya.
Setelah kejadian korban langsung dibawa ke rumah sakit. Nurrohmah mengatakan ayahnya dirawat di RSI Sultan Agung Semarang. Sementara itu pihak kepolisian belum memberikan keterangan.

BACA JUGA :

Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengajak masyarakat aktif memeriksa data kesejahteraan dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), termasuk desil yang tercatat, di Jawa Tengah, Rabu (19/8/2026). Warga dapat menyanggah data yang tidak sesuai melalui laman kementerian agar penyaluran bantuan dan program pemberdayaan lebih tepat sasaran.
Warga Diminta Aktif Cek Data Desil dan Sanggah Data DTSEN
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved