[adinserter name="Block 1"]
[adinserter name="Block 5"]
[adinserter name="Block 4"]

KABAR RASIKA

Olimpiade CBP Rupiah Jawa Tengah: Menanamkan Cinta dan Pemahaman Rupiah Sejak Dini

Olimpiade CBP Rupiah Jawa Tengah: Menanamkan Cinta dan Pemahaman Rupiah Sejak Dini

Olimpiade CBP Rupiah Jawa Tengah: Menanamkan Cinta dan Pemahaman Rupiah Sejak Dini

Foto: Dokumen

RASIKAFM.COM | SEMARANG – Semangat literasi edukasi Rupiah terus digelorakan di kalangan generasi muda. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Jawa Tengah bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Semarang sukses menyelenggarakan Olimpiade Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah untuk tingkat SD (tahun pertama) dan SMP (tahun kedua) pada Senin–Selasa, 25–26 Agustus 2025.

Kegiatan ini diikuti oleh 50 sekolah dasar dengan 150 siswa kelas 4–6 serta 111 sekolah menengah pertama dengan 222 siswa kelas 7–8. Para peserta berkompetisi melalui berbagai tahapan lomba yang menguji pengetahuan mereka tentang Rupiah dan peran penting Bank Indonesia.

Juara CBP ini adalah :

  • Juara 1 SD Jatisari
  • Juara 2 SD N Muktiharjo Lor
  • Juara 3 SD N Ngaliyan 03
  • Juara Harapan 1 SD N Lamper Tengah 01
  • Juara Harapan 2 SD N Tawang Mas 01
  • Juara Harapan 3 SD N Bulusan

Tujuan utama dari olimpiade ini adalah memperluas literasi CBP Rupiah dengan membekali siswa pemahaman mendalam tentang fungsi Rupiah sebagai alat pembayaran yang sah, serta bagaimana Bank Indonesia menjaga kualitas, keamanan, dan ketersediaan uang agar tetap memenuhi kebutuhan masyarakat.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah bersama Dinas Pendidikan Kota Semarang menyelenggarakan Olimpiade Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah tingkat SD dan SMP di Kota Semarang pada Senin–Selasa, 25–26 Agustus 2025, dengan tujuan memperluas literasi Rupiah di kalangan generasi muda sebagai simbol kedaulatan bangsa. Kompetisi ini diikuti 150 siswa SD dari 50 sekolah dan 222 siswa SMP dari 111 sekolah melalui berbagai tahapan lomba yang menguji pengetahuan tentang Rupiah dan peran Bank Indonesia, sekaligus melatih keterampilan komunikasi, kepercayaan diri, dan sportivitas.
Foto: Dokumen

Selain meningkatkan pengetahuan, olimpiade ini juga menjadi sarana membangun karakter positif siswa. Kompetisi dirancang tidak hanya untuk menguji wawasan akademik, tetapi juga melatih keterampilan komunikasi, kepercayaan diri, dan semangat sportivitas.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Dr. Bambang Pramusinto, SH, S.IP, M.Si, menegaskan pentingnya ajang ini:

“Olimpiade CBP Rupiah bukan sekadar lomba untuk mencari juara, melainkan wadah pembelajaran bagi anak-anak kita agar lebih mengenal Rupiah sebagai simbol kedaulatan bangsa. Bahkan di tingkat SMP, literasi CBP Rupiah sudah kami integrasikan ke dalam kurikulum sekolah.”

Senada dengan itu, panitia menyampaikan bahwa melalui olimpiade ini, siswa tidak hanya memahami ciri-ciri keaslian Rupiah, filosofi desain, serta cara merawat dan menjaganya, tetapi juga diasah softskill seperti public speaking dan kerja sama tim.

Dengan terselenggaranya Olimpiade CBP Rupiah di Kota Semarang, diharapkan generasi muda tumbuh semakin cinta, bangga, dan paham Rupiah, serta mampu menjadi agen edukasi Rupiah di lingkungan sekitarnya. (hwb)

BACA JUGA :

Pemerintah Kota Semarang bersama Bank Indonesia Jawa Tengah dan TPID menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak Kempling Semar untuk menjaga keterjangkauan harga pangan. Sepanjang Agustus 2026, program ini menjangkau 729 RW di 16 kecamatan dengan penyaluran 80 ton beras SPHP dan 35.040 liter minyak goreng.
Kempling Semar “Serbu” 729 RW, Harga Pangan Dijaga dari Tingkat Kampung
Pekan QRIS Nasional Jateng 2026 Disambut Antusias, Transaksi Digital Makin Diminati
Pekan QRIS Nasional Jateng 2026 Disambut Antusias, Transaksi Digital Makin Diminati
Sebanyak 11 UMKM binaan Bank Indonesia dari Jawa Tengah mencatat transaksi Rp2,94 miliar dalam Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di JICC Jakarta, 20–23 Agustus. Capaian tersebut meningkat Rp1,93 miliar dibandingkan 2025, didorong perluasan produk terkurasi serta peluang kerja sama bisnis dengan pasar domestik dan mancanegara.
UMKM Jawa Tengah Mencatatkan Peningkatan Omzet Dalam KKI 2026
Lebih dari 100 UMKM binaan Bank Indonesia se-Jawa Tengah ambil bagian dalam Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di Jakarta, 20–23 Agustus 2026, untuk memperluas akses pasar, pembiayaan, dan jejaring bisnis sekaligus memperkenalkan produk lokal berorientasi ekspor dan berkelanjutan.
KKI 2026: Saatnya UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing
Muat Lebih

INFOGRAFIS

TERKINI

Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga?
Wali Kota Salatiga dr. Robby Hernawan meninjau inovasi penanaman padi dalam pot (Padi Pot) di Kelurahan Randuacir, Kecamatan Argomulyo, Rabu (9/9/2026). Inovasi warga tersebut dinilai mampu memanfaatkan...
DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi...
BMKG Stasiun Meteorologi Jenderal Ahmad Yani memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Kamis, 10 September 2026, didominasi cerah berawan hingga berawan. Hasil observasi pukul 05.00 WIB mencatat suhu Semarang 25,8°C, kelembapan 73%, dan angin tenggara 3 km/jam. Hujan ringan berpotensi terjadi di daerah pegunungan.
10 September 2026: Cuaca Semarang Cerah Berawan, Jateng Berpotensi Hujan di Pegunungan
BMKG Stasiun Meteorologi Jenderal Ahmad Yani memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Kamis, 10 September 2026, didominasi cerah berawan hingga berawan. Hasil observasi pukul 05.00 WIB mencatat...
Polres Semarang mengungkap penyebab kematian bayi perempuan yang ditemukan terkubur di kebun kosong Dusun Kropoh, Bandungan, Kabupaten Semarang. Bayi dilahirkan VA (17) tanpa bantuan medis pada Kamis (3/9/2026). Polisi menyebut hasil pemeriksaan menunjukkan bayi masih dapat hidup di luar kandungan, namun meninggal akibat kekurangan napas dalam proses persalinan yang dilakukan secara paksa.
Pembuangan Bayi di Bandungan, Polisi: Persalinan Belum Selesai, Bayi Ditarik Paksa
Polres Semarang mengungkap penyebab kematian bayi perempuan yang ditemukan terkubur di kebun kosong Dusun Kropoh, Bandungan, Kabupaten Semarang. Bayi dilahirkan VA (17) tanpa bantuan medis pada Kamis (3/9/2026)....
Satreskrim Polres Semarang mengungkap kasus penemuan jasad bayi perempuan di kebun kosong Dusun Kropoh, Desa Duren, Bandungan, Kamis (3/9/2026). Polisi menetapkan WAP (18) sebagai tersangka dan VA (17) sebagai pelaku anak. Bayi tersebut diduga hasil hubungan keduanya dan dikuburkan setelah lahir secara mandiri karena kehamilan disembunyikan.
Polisi Tetapkan Dua Sejoli sebagai Tersangka Pembuangan Bayi di Bandungan
Satreskrim Polres Semarang mengungkap kasus penemuan jasad bayi perempuan di kebun kosong Dusun Kropoh, Desa Duren, Bandungan, Kamis (3/9/2026). Polisi menetapkan WAP (18) sebagai tersangka dan VA (17)...
Muat Lebih

POPULER

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani