KABAR RASIKA

Organda Kabupaten Semarang Minta BBM Bersubsidi untuk Transportasi Umum dan Barang Tak Dibatasi

Organda Kabupaten Semarang Minta BBM Bersubsidi untuk Transportasi Umum dan Barang Tak Dibatasi

Organda Kabupaten Semarang Minta BBM Bersubsidi untuk Transportasi Umum dan Barang Tak Dibatasi

UNGARAN – Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Semarang meminta agar tak ada pembatasan pembelian BBM bersubsidi jenis pertalite dan solar bagi angkutan umum dan barang. Pasalnya kebutuhan bahan bakar untuk operasional angkutan umum maupun barang sering kali melebihi batas yang ditentukan oleh Pertamina.

Dalam Surat Keputusan Kepala Badan Pengatur Hulu Minyak dan Gas (BPH Migas) Nomor 04/P3JBT/BPH MIGAS/KOM/2020, tercantum aturan mengenai pengendalian penyaluran jenis BBM tertentu. Untuk jenis kendaraan pribadi roda empat, pembelian maksimal 60 liter per hari. Sedangkan angkutan umum orang atau barang roda empat dibatasi 80 liter per hari dan angkutan umum orang atau barang roda enam maksimal 200 liter per hari.

Menyikapi hal itu Ketua DPC Organda Kabupaten Semarang Hadi Mustofa meminta agar tidak ada pembatasan pembelian jenis BBM tertentu terutama solar subsidi bagi angkutan barang.

“Kalau sehari dibatasi maksimal 200 liter, jelas tidak mencukupi. Apalagi jarak yang ditempuh relatif jauh,” ungkapnya di Ungaran, Kamis (8/9/2022).

Menurut Hadi, jika pembatasan itu diberlakukan untuk transportasi umum dan angkutan barang di dalam kota masih masuk akal. Akan tetapi jika jaraknya jauh seperti antarkota antarpropinsi (AKAP) maka tidak akan mencukupi.

“Sebagai contoh kendaraan berat jarak jauh bisa menggunakan solar sekitar 300 liter sampai 400 liter dalam satu hari. Kalau dalam kota oke lah, tapi kalau AKAP jelas nggak cukup,” ujarnya.

Oleh karena itu ia meminta agar ketentuan tersebut ditinjau ulang. Jangan sampai dengan adanya pembatasan itu justru mengganggu kelancaran pengiriman logistik.

“Kasihan kalau di jalan kehabisan bahan bakar. Maka mohon kiranya dibolehkan mengisi BBM lagi jika dirasa jarak yang ditempuh relatif jauh,” tandasnya. (win)

BACA JUGA :

Jaksa Masuk Pesantren, Kejari Salatiga Wanti-wanti Santri agar Tidak Terjerat Kasus Hukum
Jaksa Masuk Pesantren, Kejari Salatiga Wanti-wanti Santri agar Tidak Terjerat Kasus Hukum
Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga kembali menggelar Gelar Inovasi Harmoni Nusantara (GIHN) 2026 di Balairung UKSW, Kamis (10/9/2026). Mengusung tema “Lentera Harmoni”, kegiatan tahun keempat ini menampilkan inovasi ramah lingkungan dari 15 fakultas. GIHN juga mendorong kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan UMKM agar riset menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
GIHN 2026 UKSW, Ubah Inovasi Ramah Lingkungan Menjadi Dampak Nyata bagi Masyarakat
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga?
DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani

KNOWLEDGE

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved

Lebar: px

Tinggi: px