KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Pagar Beton Rusak Saluran Irigasi, Petani Protes

Pagar Beton Rusak Saluran Irigasi, Petani Protes

Pagar Beton Rusak Saluran Irigasi, Petani Protes

Kades Bergas Kidul Heri Nugroho menunjukkan pagar beton PT Inti Sandang di areal persawahan milik petani setempat, Senin (14/6/2021). (Foto/win)

UNGARAN – Pemagaran beton di areal persawahan Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang dinilai merugikan petani. Pasalnya, pemagaran tersebut merusak saluran irigasi, akses jalan setapak serta kalDur traktor menuju sawah.

Sugiono, salah seorang petani setempat menuturkan pemagaran tersebut sudah berlangsung selama satu tahun ini. Sawah seluas 8.000 meter persegi miliknya kesulitan mendapatkan aliran air karena saluran irigasinya rusak. Sehingga ia bersama beberapa petani lain terpaksa membuat saluran irigasi sendiri menggunakan cangkul.

Selama ini ia mengaku tidak ada masalah dengan pihak pemagar tersebut. Sebenarnya, ia bersama keluarganya sudah bersedia menjual tanah tersebut. Namun pada saat tiba waktu yang dijanjikan untuk pembayaran di kantor kecamatan, pihak calon pembeli tidak datang tanpa alasan jelas dan tiba-tiba langsung di lakukan pemagaran.

Kepala Desa Bergas Kidul Heri Nugroho mengatakan lahan yang dipagar tersebut seluas 20 hektare milik Edi Iskandar atas nama PT. Inti Sandang. Menurutnya, permasalahan terjadi karena sawah milik warga berada di dalam area pemagaran. Sehingga saluran irigasi dan akses para petani menuju sawah menjadi rusak. Mereka beberapa kali sudah mengadukan permasalahan tersebut akan tetapi dari pihak pengembang tidak memiliki itikad baik. Bahkan pada saat pengajuan izin pemagaran tersebut, ia sudah berpesan agar ada komunikasi antara pengembang dengan petani mengenai batas lahan dan irigasi. (win)

Knowledge

Tidak ada postingan.

Kabar Terkini

POPULER

Bakal calon Kepala Desa Cukilan, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Hermawan Sigit atau Nanang, menyiapkan sejumlah gagasan pembangunan yang mencakup perbaikan tata kelola pemerintahan, pengembangan UMKM, optimalisasi wisata lokal, dan pengelolaan sampah rumah tangga. Ia mengusung visi masyarakat religius, maju, sejahtera, dan mandiri dengan mengedepankan partisipasi warga serta penerapan program secara bertahap.
Bertarung dalam Pilkades Cukilan, Hermawan Sigit siapkan sejumlah Jurus Jitu, “urip kudu urup”
Persaingan cabang olahraga biliar dalam Porprov Jawa Tengah XVII 2026 di Kabupaten Semarang menghadirkan kejutan dengan tumbangnya sejumlah atlet unggulan. Hingga Rabu (28/10/2026), sebanyak 10 dari 15 nomor pertandingan telah selesai digelar. Sebanyak 112 atlet dari 29 kabupaten/kota mengikuti kompetisi yang berlangsung di J_Pool Billiard and Cafe dan Kingdom Billiard hingga Jumat (30/10/2026).
Kejutan di Cabor Biliar Porprov Jateng XVII, Sejumlah Unggulan Tumbang
BMKG memprakirakan cuaca Semarang pada Kamis, 29 Oktober 2026, pukul 07.00–19.00 WIB, cerah berawan hingga berawan pada pagi sampai siang hari, kemudian umumnya berawan dengan potensi hujan ringan hingga sedang pada sore hingga awal malam. Angin bertiup dari barat laut hingga timur dengan kecepatan 10–30 km/jam, suhu udara 27–34 derajat Celsius, dan kelembapan 45–90 persen.
29 Oktober 2026: Semarang Berpotensi Hujan, Jateng Waspadai Cuaca Ekstrem
Kirab obor Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII 2026 tiba di Kabupaten Semarang pada Sabtu (24/10/2026) sore setelah menempuh perjalanan dari Api Abadi Mrapen, Grobogan. Di tengah kemeriahan kirab, kontingen Kabupaten Semarang menambah medali dari cabang olahraga arung jeram dan muaythai, sehingga total raihan sementara mencapai dua emas, dua perak, dan tiga perunggu.
Kirab Obor Porprov Jateng 2026 Disambut Meriah, Kabupaten Semarang Tambah Emas dari Arung Jeram
[pekok2]