URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]

Mbak Google

KABAR RASIKA

Pandemi Terlalu Lama Warga Salatiga Ini Jual Sound System Di Pinggir Jalan Untuk Bertahan Hidup

Pandemi Terlalu Lama Warga Salatiga Ini Jual Sound System Di Pinggir Jalan Untuk Bertahan Hidup

Pandemi Terlalu Lama Warga Salatiga Ini Jual Sound System Di Pinggir Jalan Untuk Bertahan Hidup

featured-img
Gunarman didepan sound system yang ia jual di JLS depan IAIN Salatiga selasa 3 agustus siang

RASIKAFM – Berbagai upaya dilakukan oleh warga kota Salatiga untuk memenuhi kebutuhan hidup di era pandemi seperti sekarang ini. seperti yang dilakukan oleh Gunarman warga Watu Rumpuk Salatiga, ia bersama 3 orang lainnya terpaksa menjual sound system di Jalan lingkar Selatan JLS depan kampus IAIN Salatiga. saat ditemui rasikafm.com Selasa 3 Agustus 2021 siang Gunarman mengaku jika apa yang dilakukan ini tidak meniru dari rekannya yang ada di Boyolali yang sempat viral gara-gara menjual sound system karena setahun lebih tidak ada “tanggapan” sementara cicilan bank terus berjalan.

Gunarman mengaku menjual sound sistem ini memang ia lakukan sudah sejak lama namun demikian ia mengaku saat pandemi ini omzet penjualan sound system miliknya mengalami penurunan “apa yang saya lakukan ini tidak ada kaitannya dengan yang dilakukan oleh Riyanto Boyolali yang menjual alat musiknya pada Senin 2 Agustus 2021 hingga viral di media sosial, hanya kebetulan saja waktunya sama. Karena saya juga mulai menjual sound system ini sejak hari senin kemarin ” ungkap Gunarman.

Ia juga mengaku kesulitan untuk berjualan mengingat pandemi yang lama sehingga jarang ada orang yang memerlukan sound system. Sebagian warga lebih mementingkan membeli kebutuhan pokok. Hingga akhirnya ia memilih berjualan di pinggir jalan raya yang dianggapnya lebih Strategis dan meninggalkan tokonya.

sementara itu pantauan Rasika FM apa yang dilakukan Gunarman dan tiga orang temannya tersebut menarik perhatian warga yang melintas mereka menduga apa yang dilakukan ini ada kaitannya dengan yang dilakukan warga Banyudono Boyolali pada senin lalu. Hanya
Bedanya sound system yang dijual di JLS kebanyakan untuk keperluan tempat ibadah maupun rapat seperti toa dan juga amplifier serta salon kecil. Sedang di Boyolali yang dijual salon besar dengan seperangkat alat musiknya (rief)

BACA JUGA :

Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Sebanyak 165 warga binaan Rutan Kelas IIB Salatiga mengikuti Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) yang digelar BPS Kota Salatiga di Aula Rutan, Kamis (20/8/2026). Pendataan tersebut dilakukan untuk memperoleh data ekonomi yang akurat dan komprehensif sebagai dasar perencanaan pembangunan, sekaligus memperkuat sinergi antara BPS dan jajaran pemasyarakatan.
Sensus Ekonomi 2026 Sasar Rutan Salatiga
Sebuah kios perlengkapan pakaian muslim di Pasar Raya II, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Salatiga, terbakar pada Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik pada lampu bagian atas ruko yang digunakan sebagai gudang. Tiga unit mobil damkar dikerahkan dan api berhasil dipadamkan tanpa korban jiwa.
Tiga Unit Mobil Pemadam Lumpuhkan Api yang Membakar Kios Perlengkapan Muslim di Salatiga
Kejaksaan Negeri Salatiga memberikan penyuluhan hukum kepada siswa SMP Negeri 10 Salatiga melalui program Jaksa Masuk Sekolah (JMS), Kamis (20/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di mushola sekolah tersebut membahas perundungan, tawuran, kekerasan, narkotika, pelecehan seksual, pencurian, hingga penggunaan media sosial secara bijak untuk membangun kesadaran hukum sejak dini.
Program JMS di SMP 10 Salatiga, Siswa Diberikan Materi Tentang Hukum dan Konsekuensinya
Kejaksaan Negeri Salatiga menyetorkan Rp150.297.670 hasil lelang 19 lot Barang Rampasan Negara ke Kas Negara, Kamis (20/8/2026). Lelang yang digelar melalui KPKNL Semarang pada 11–12 Agustus itu diikuti 66 peserta dan mencakup berbagai barang, mulai dari mobil, ponsel, pompa, penampungan air hingga tanah.
Eksekusi Tuntas, Kejaksaan Negeri Salatiga Setorkan Uang Ratusan Juta ke Kas Negara

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
Kejaksaan Negeri Salatiga menyetorkan Rp150.297.670 hasil lelang 19 lot Barang Rampasan Negara ke Kas Negara, Kamis (20/8/2026). Lelang yang digelar melalui KPKNL Semarang pada 11–12 Agustus itu diikuti 66 peserta dan mencakup berbagai barang, mulai dari mobil, ponsel, pompa, penampungan air hingga tanah.
Eksekusi Tuntas, Kejaksaan Negeri Salatiga Setorkan Uang Ratusan Juta ke Kas Negara