URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Program ketahanan pangan hortikultura melalui BUMDes Mekar Wijaya mulai membuahkan hasil di Desa Wonoyoso, Pringapus, Semarang, Selasa (21/4/2026), saat panen perdana melon premium digelar. Dikelola modern dengan konsep petik sendiri, program ini dipilih karena risiko rendah dan permintaan tinggi, sekaligus menjadi edukasi dan peluang ekonomi bagi masyarakat.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Panen Perdana, BUMDes Wonoyoso Pringapus Tawarkan Sensasi Petik Melon Premium Sendiri

Panen Perdana, BUMDes Wonoyoso Pringapus Tawarkan Sensasi Petik Melon Premium Sendiri

Panen Perdana, BUMDes Wonoyoso Pringapus Tawarkan Sensasi Petik Melon Premium Sendiri

Direktur BUMDes Mekar Wijaya, Ulul Afik Mafrukhan, menunjukkan melon kualitas premium jenis Intanon yang siap petik di greenhouse yang dikelolanya di Desa Wonoyoso, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, Selasa (21/4/2026). Foto: win
Direktur BUMDes Mekar Wijaya, Ulul Afik Mafrukhan, menunjukkan melon kualitas premium jenis Intanon yang siap petik di greenhouse yang dikelolanya di Desa Wonoyoso, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, Selasa (21/4/2026). Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Program ketahanan pangan berbasis hortikultura mulai menunjukkan hasil di Desa Wonoyoso, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang. Melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mekar Wijaya, masyarakat kini bisa menikmati sensasi memetik langsung buah melon premium dari greenhouse yang dikelola secara modern.

Direktur BUMDes Mekar Wijaya, Ulul Afik Mafrukhan, menjelaskan pemilihan komoditas melon bukan tanpa alasan. Dibanding sektor peternakan maupun perikanan yang dinilai memiliki risiko tinggi, perkebunan buah dianggap lebih stabil, terutama karena permintaan pasar terhadap buah premium terus meningkat.

“Sekarang buah bukan lagi barang mewah, tapi sudah menjadi kebutuhan sehari-hari. Makanya kami fokus di melon,” ujarnya ditemui di kebun melon yang dikelolanya, Selasa (21/4/2026).

Mengusung konsep agrowisata edukatif, greenhouse melon ini dibuka untuk umum dengan sistem petik sendiri. Pengunjung tidak hanya membeli, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung memanen buah dari pohonnya.

“Kita ingin masyarakat tertarik sekaligus belajar bahwa wilayah seperti Wonoyoso ini ternyata cocok untuk budidaya melon,” tambahnya.

Dari sisi harga, melon yang ditawarkan tergolong terjangkau. Untuk jenis Intanon dan Sweet Net, pengunjung cukup membayar Rp25.000 per kilogram, lebih murah dibanding harga pasar yang bisa mencapai Rp30.000 per kilogram untuk kualitas serupa.

“Panen kali perdana sejak penanaman akhir Januari lalu. Seluruhnya ada sekitar 950 batang tanaman, setiap batang rata-rata menghasilkan satu buah dengan berat 1 kilogram,” lanjutnya.

Hingga saat ini, sekitar 60 persen tanaman telah dipanen, sementara sisanya masih menunggu tingkat kematangan optimal. Perbedaan waktu panen ini dipengaruhi oleh kondisi teknis di lapangan, termasuk kendala pada sistem irigasi tetes.

Selain penjualan langsung melalui konsep petik sendiri, BUMDes juga telah menyiapkan jalur distribusi ke sejumlah mitra, seperti perusahaan agribisnis dan toko buah di wilayah Pringapus. Namun untuk tahap awal, hasil panen diprioritaskan bagi masyarakat lokal.

“Kalau antusiasme masyarakat sudah mulai berkurang, baru kita distribusikan ke mitra kita,” paparnya. (win)

BACA JUGA :

Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengajak masyarakat aktif memeriksa data kesejahteraan dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), termasuk desil yang tercatat, di Jawa Tengah, Rabu (19/8/2026). Warga dapat menyanggah data yang tidak sesuai melalui laman kementerian agar penyaluran bantuan dan program pemberdayaan lebih tepat sasaran.
Warga Diminta Aktif Cek Data Desil dan Sanggah Data DTSEN
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved