URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Puluhan pelajar SDN Sugihan 03 Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang mengirimkan surat kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Dalam isi suratnya mereka meminta agar pemerintah provinsi Jawa Tengah lebih memperhatikan lagi nasib sekolah yang berada di daerah pinggiran.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Pelajar SDN Sugihan 03 Tengaran Surati Gubernur Jateng, Minta Tambahan Fasilitas Sekolah

Pelajar SDN Sugihan 03 Tengaran Surati Gubernur Jateng, Minta Tambahan Fasilitas Sekolah

Pelajar SDN Sugihan 03 Tengaran Surati Gubernur Jateng, Minta Tambahan Fasilitas Sekolah

featured-img

UNGARAN – Puluhan pelajar SDN Sugihan 03 Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang mengirimkan surat kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Dalam isi suratnya mereka meminta agar pemerintah provinsi Jawa Tengah lebih memperhatikan lagi nasib sekolah yang berada di daerah pinggiran.

Salah seorang pelajar yang berkirim surat itu adalah Mitha Aryani. Ia yang kini duduk di bangku kelas VI itu memberanikan diri menulis surat kepada orang nomor satu di Jawa Tengah tersebut untuk meminta tambahan fasilitas sekolah.

“Fasilitas di sini terbatas, sehingga saya dan teman-teman menulis surat kepada Pak Ganjar untuk memperhatikan sekolah kami,” ucapnya saat ditemui, Senin (10/10/2022).

Ia dan puluhan pelajar lainnya ingin agar sekolah tempatnya menuntut ilmu tidak ketinggalan dengan sekolah yang lain.

“Inginnya ada lapangan basket, lapangan voli dan juga fasilitas laptop,” ungkapnya.

Meski dalam kondisi terbatas seperti saat ini, ia mengaku tetap semangat untuk meraih cita-cita.

Sementara Kepala SDN Sugihan 03 Septina Ika Kadarsih menuturkan, anak didiknya berinisiatif menulis surat kepada Gubernur Jawa Tengah karena merasakan sendiri proses belajar di tengah keterbatasan fasilitas sekolah.

“Sekolah kami berada di pinggiran, ditambah fasilitas yang sangat minim. Sehingga seluruh siswa berinisiatif kirim surat ke Pak Gubernur,” terangnya.

Selain meminta dukungan fasilitas sekolah, ia berharap agar surat tersebut direspon langsung oleh Gubernur Jawa Tengah. Sehingga bisa melihat langsung kondisi sesungguhnya di lapangan.

“Setelah mirsani (melihat) langsung kondisinya, semoga segera ditindaklanjuti,” harapnya.

Ika menambahkan, selama ini SDN Sugihan 03 terkesan tertinggal dengan sekolah lain. Sebab selain jumlah murid yang terbatas yakni hanya ada 26 peserta didik dari kelas satu hingga kelas enam, lokasinya juga merupakan perbatasan Kabupaten Semarang dengan Kabupaten Boyolali yang relatif jauh dari permukiman dan tidak dilalui angkutan umum.

“Harapan kami, fasilitas yang diminta anak-anak bisa dipenuhi. Sehingga mereka bisa lebih semangat belajar dan sekolah kami tidak semakin tertinggal,” tandasnya. (win)

 

 

BACA JUGA :

Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengalihan status guru PPPK dari pemerintah daerah menjadi pegawai pemerintah pusat mulai 2027 mendapat perhatian Pemkab Semarang. BKPSDM Kabupaten Semarang menyatakan masih menunggu petunjuk teknis resmi pemerintah pusat, terutama terkait administrasi, pembiayaan, pembinaan, kewenangan, serta mekanisme pengelolaan ribuan guru PPPK dan PNS di daerah.
4.200 PPPK Guru di Kabupaten Semarang Berpotensi Diambil Alih Pusat, BKPSDM Tunggu Juknis
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela
Artis nasional Anang Hermansyah dan Ashanty mengunjungi Kota Salatiga pada Selasa (18/8/2026) malam untuk menjajaki pemanfaatan sejumlah lokasi sebagai tempat pengambilan gambar film. Didampingi Wali Kota Salatiga Robby Hernawan, rombongan juga menikmati suasana kota sekaligus mengenal potensi budaya, kuliner, UMKM, dan ekonomi kreatif setempat.
Kenakan Blangkon Pecis dan Syal Motif Khas Salatiga, Artis Anang dan Ashanty Keliling Kota

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
Kejaksaan Negeri Salatiga menyetorkan Rp150.297.670 hasil lelang 19 lot Barang Rampasan Negara ke Kas Negara, Kamis (20/8/2026). Lelang yang digelar melalui KPKNL Semarang pada 11–12 Agustus itu diikuti 66 peserta dan mencakup berbagai barang, mulai dari mobil, ponsel, pompa, penampungan air hingga tanah.
Eksekusi Tuntas, Kejaksaan Negeri Salatiga Setorkan Uang Ratusan Juta ke Kas Negara