URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]

Mbak Google

KABAR RASIKA

Pelaku Pelecehan Seksual Di Semarang Masih Berkeliaran, Pihak Berwenang Diminta Tangani Serius

Pelaku Pelecehan Seksual Di Semarang Masih Berkeliaran, Pihak Berwenang Diminta Tangani Serius

Pelaku Pelecehan Seksual Di Semarang Masih Berkeliaran, Pihak Berwenang Diminta Tangani Serius

featured-img

Pria tak dikenal saat melakukan aksi tak senooh atau pelecehan seksual kepada S di Kampung Ciptosari RT 01 RW 08, Kelurahan Kalicari, Kecamatan Pedurungan.

RASIKAFM – Pelaku pelecehan seksual di Semarang saat ini masih berkeliaran dan jadi momok yang meresahkan dan menakutkan bagi para wanita.

Pelaku yang mempunyai ciri-ciri buncit masih terus mencari korban dengan melakukan aksi begal payudara dan eksibisionis.

Pelaku saat ini juga sudah sering melakukan aksinya dengan mencari perempuan menggunakan motor Supra 125 bernomor polisi H-5469-AJE.

Informasi yang dihimpun, sudah ada empat perempuan yang jadi korban perbuatan tak wajar tersebut.

Para korbanya yaitu, satu ibu rumah tangga berinisial S (23) , satu mahasiswi  P (19) dan dua anak yang masih berstatus pelajar kelas 3 SMP masing-masing berinisial R dan TM dimana mereka semua adalah warga Kelurahan Kalicari, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang.

Hingga, kini polisi belum berhasil melakukan penangkapan terhadap predator seksual tersebut.

“Kami mendesak pihak berwenang lekas menindaklanjuti kasus dengan serius karena sudah sangat meresahkan,” ungkap Aktivis anak Semarang, Bintang Alhuda, Kamis (24/6/2021).

Dia berharap, jikalau Kota Semarang masih ingin menyandang sebagai Kota Layak Anak (KLA) yang ramah anak, maka seharusnya semua pihak harus segera melakukan upaya penangkapan terhadap pelaku.

Apalagi, menurutnya aksi kejahatan ini tak bisa dibiarkan begitu saja lantaran sangat meresahkan khususnya bagi perempuan muda.

Pihak yang berwenang seharusnya segera merespon dengan menerjunkan timnya baik melalui PPT Seruni atau lembaga naungan lainnya.

Dia mendorong pihak Kepolisian melalui unit PPA Polrestabes Semarang bisa menindaklanjutinya dengan menerjunkan timnya ke lapangan. Apalagi menyangkut pelecehan seksual ke anak dengan adanya bukti kuat dari rekaman CCTV.

Dia khawatir para korban tak kunjung bisa hidup tenang lantaran pelaku belum diamankan.

“Tentu miris jika ada masalah yang cukup serius berupa predator seksual berkeliaran tak ada penanganan serius oleh Pemkot dan Kepolisian,” katanya.

Untuk para korban, lanjut dia, hendaknya dapat melakukan pelaporan ke pihak berwajib dan bagi korban yang masih anak tak perlu takut melaporkan pelecehan seksual ke orangtua.

Begitupun orangtua harus meresponnya dengan baik dan para korban harus memberanikan diri untuk melapor agar ada respon dari pihak terkait dan juga untuk mencegah timbulnya korban baru.

“Korban yang alami gangguan psikologi bisa melakukan konsultasi psikologi yang disediakan oleh Pemkot atau layanan lainnya,” bebernya.

Dia menyebut, pelaku sudah mengalami gangguan berfikir seksual yang sangat parah dan sudah pantas disebut sebagai predator seksual.

Sementara itu, aktivis anak Semarang, Tsaniatus Solihah, menyayangkan kejadian begal payudara yang menimpa anak berstatus pelajar kelas 2 SMP di Kalicari, Pedurungan, Kota Semarang.

Dia mendorong aparat penegak hukum agar lekas menangkap pelaku kejahatan asusila tersebut.

“Rekaman CCTV sudah jelas terlihat aksi pelaku sehingga kami harap pihak kepolisian bergerak cepat meringkus pelaku,” ujar wanita yang akrab disapa Ika saat dihubungi.

Dia tak ingin dari kejadian itu mencoreng nama Kota Semarang yang bepredikat Kota Layak Anak (KLA).

Selain itu, sebagai pelajaran bagi  pelaku agar tak membuka kejahatan serupa di masa mendatang.

“Seharusnya aparat sudah merespon karena korban juga alami trauma,” terang Direktur Pendidikan Yayasan Anantaka itu.

Dia menyebut, sudah berkoordinasi dengan Unit Layanan kekerasan gender dan anak tingkat Kecamatan Pedurungan agar korban mendapatkan pendampingan psikologi.

“Kami koordinasi ke tingkat kecamatan agar penangananya lebih kompherensif,” paparnya.

Melihat kejadian itu, lanjut dia, masih banyak tempat rentan bagi anak-anak menjadi korban kekerasan seksual.

Dia meminta para pemangku jabatan di tingkat Kelurahan untuk mengindentifikasi tempat-tempat di wilayahnya yang rentan kejahatan bagi anak.

Karena kekerasan seksual bisa muncul dari tempat yang rentan bagi anak sehingga perlu identifikasi dan pengamanan yang lebih ketat agar tidak terjadi tindak kejahatan kepada anak. (alv)

BACA JUGA :

Dosen STAI Kuningan, Dakhori, menjelaskan bahwa istilah Londo Ireng kini berkembang sebagai simbol kritik terhadap praktik kekuasaan yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat. Pernyataan tersebut disampaikan kepada Rasika FM, Minggu (26/7/2026), sebagai refleksi atas ketimpangan sosial, pembangunan, dan demokrasi. Menurutnya, kritik terhadap kebijakan merupakan bagian penting dalam menjaga akuntabilitas pemerintahan serta memastikan kemerdekaan benar-benar dirasakan masyarakat.
Istilah Londo Ireng Kembali Muncul, Dr. Dakhori Soroti Bahaya Mental Penjajah di Tubuh Bangsa Sendiri
Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah Abdul Ghoffar Rozin menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dan kolaborasi lintas elemen dalam menghadapi bencana saat Apel Kesiapsiagaan Jambore Relawan NU Peduli se-Jawa Tengah di Bumi Perkemahan Harda Walika, Gunungpati, Kota Semarang, Sabtu (25/7/2026). Kegiatan ini diisi peluncuran aplikasi NU Risk, penyerahan bantuan kebencanaan, serta penanaman pohon sebagai upaya memperkuat respons bencana, pemulihan korban, dan konservasi lingkungan.
Gus Rozin: Relawan NU Peduli Harus Siaga, Cepat dan Utamakan Kemanusiaan
Ribuan warga dan wisatawan memadati Alun-alun Salatiga, Jumat (24/7/2026), untuk mengikuti Kenduri Rakyat dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-1276 Kota Salatiga. DPRD Kota Salatiga menyediakan 7.000 porsi makanan dan minuman gratis serta satu gunungan raksasa sebagai wujud rasa syukur dan kebersamaan. Antusiasme masyarakat membuat ratusan stan kuliner habis diserbu hanya dalam hitungan menit
Ribuan Warga Salatiga Berebut 7.000 Porsi Makanan Gratis dalam Acara Kenduri Rakyat HUT Salatiga
Rumah pasangan lansia Muhroji (73) dan Munarti (65) di Dusun Pledokan, Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, akhirnya mendapat sambungan listrik pada Kamis (23/7/2026) setelah sekitar 20 tahun hidup tanpa aliran listrik. Penyambungan dilakukan menyusul koordinasi Pemerintah Kabupaten Semarang, Pemerintah Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, dan PLN, sehingga keluarga tersebut kini dapat menikmati penerangan listrik untuk kebutuhan sehari-hari dan mendukung proses belajar anak mereka.
Rumah Muhroji Sudah Terang Benderang, Buku Pelajaran Sang Anak Tak Lagi 'Belepotan' Minyak Goreng
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.54
Kejati Jateng dan Kejari Salatiga Lelang Barang Rampasan, Awan Prastyo Imbau Masyarakat Waspadai Penipuan
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah dan Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok menggelar pertemuan strategis di Semarang untuk memperkuat kerja sama pendidikan, kebudayaan, dan hubungan persahabatan Indonesia–Tiongkok. Pertemuan yang dihadiri Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah Gus Rozin beserta sejumlah pimpinan perguruan tinggi membahas penyediaan pengajar Bahasa Mandarin, peluang beasiswa, kemudahan visa, serta pengembangan jejaring akademik sebagai upaya meningkatkan kolaborasi antar kedua negara.
PWNU Jawa Tengah Perkuat Kerja Sama Strategis dengan Konsulat Jenderal Tiongkok, Fokus pada Pendidikan, Beasiswa, dan Hubungan Bilateral

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Puluhan pecatur dari berbagai daerah mengikuti Turnamen Catur Taman Tingkir Cup I kategori non-master di Kota Salatiga, Minggu (19/7/2026), dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Salatiga. Ajang ini digelar untuk mewadahi penghobi catur, mengembangkan bibit atlet muda, mempererat komunitas pecatur, serta diharapkan menjadi agenda bergengsi yang mampu melahirkan prestasi hingga tingkat nasional.
Puluhan Peserta ikuti Turnamen Catur Taman Tingkir Cup I Non-Master
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga