KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Pelaku Usaha Kreatif di Salatiga Diminta Manfaatkan Pasar Digital

Pelaku Usaha Kreatif di Salatiga Diminta Manfaatkan Pasar Digital

Pelaku Usaha Kreatif di Salatiga Diminta Manfaatkan Pasar Digital

Caption: Ketua DPRD Kota Salatiga Dance Ishak Palit saat menjadi narasumber dalam agenda Reses DPRD Kota Salatiga Masa Sidang I Tahun 2021, di Rumah Makan Joglo Rini,


RASIKAFM – Dampak negatif dari pandemi virus Covid-19 tidak hanya dirasakan pelaku usaha sektor formal maupun non formal tetapi yang paling tertekan adalah ekonomi kreatif.
Pernyataan tersebut disampaikan Ketua DPRD Kota Salatiga Dance Ishak Palit dalam agenda Reses DPRD Kota Salatiga Masa Sidang I Tahun 2021 dengan tema “Geliat Ekonomi Kreatif Dimasa Pandemi Covid-19”, Jumat (5/3/2021). Diwarung Joglo Burini Salatiga.
Menurut Dance, pelaku usaha kreatif di Salatiga sekarang ini diharapkan dapat merambah sektor pasar digital. Apalagi Kota Salatiga telah dibentuk Komite Ekonomi Kreatif (KEK).
“Dampak sosial ekonomi memang dirasakan oleh pelaku bisnis formal dan informal akibat pandemi virus Corona jadi terguncang. Maka, teman-teman kreatif ini saya harap dapat mulai melirik dan bergeser ke pasar digital,” terangnya kepada rasikafm.com.
Ketua DPRD Salatiga menyatakan, meskipun pemerintah telah membuat langkah pencegahan inflasi khusus mulai relaksasi pajak dan bantuan lainnya diharap tidak menjadi ketergantungan.
” pelaku kreatif usaha fotografi yang juga menurun dan videografi serta yang terkait dengannya. Termasuk pekerja di Mall Ramayana yang mulai dirumahkan ayo mulai melihat digital buktinya pelaku usaha pengiriman barang justru meningkat karena ada transaksi online,” katanya
[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=JtktcY_YKZU[/embedyt]
Apabila pelaku usaha ekonomi kreatif ini bersedia mengakselerasi digital dalam pertumbuhannya, sehingga dampak pandemi Covid-19 yang berakibat pada penurunan pendapatan bisa diminimaliskan.
Ketua Komite Ekonomi Kreatif (KeK) Roy Wibisono mengaku kendala pelaku usaha kreatif rata-rata tidak diikuti dengan persiapan matang.
Roy mengungkapkan, kedepan butuh pendampingan, seperti pelatihan-pelatihan. Kemudian peserta lebih baik didata guna menghindari persamaan produk, ditambah perlu ada perbaikan database.
” saya minta nanti Pemerintah Kota Salatiga dapat memfasilitasi, mendampingi
banyaknya ekonomi kreatif yang tidak bisa jalan karena rata-rata asal buat mulai riset, desaign, dan pemasaran,” ujarnya (rief)

Kabar Terkini

POPULER

Relokasi Makam Wonokendeng di Lingkungan Lonjong, Ngampin, Ambarawa, Kabupaten Semarang, yang terdampak pembangunan Tol Jogja-Bawen masih menunggu tindak lanjut Pemkab Semarang. Warga telah memilih lahan pengganti sekitar 5.000 meter persegi, tetapi proses pembelian belum berjalan. Kepastian dibutuhkan karena makam lama masih digunakan dan menampung sekitar 550 makam.
Makam Wonokendeng Terdampak Tol Jogja-Bawen, Warga Sudah Pilih Lahan Baru tapi Relokasi Belum Jelas
Peserta Aksi Jateng Guyub Kecewa Tak Diizinkan Transit di Kantor Bupati Semarang
Peserta Aksi Jateng Guyub Kecewa Tak Diizinkan Transit di Kantor Bupati Semarang
Trans Banyumas Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Trans Banyumas: Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Haryono (58), warga Desa Diwak, Bergas, Kabupaten Semarang, selamat dari tenggelamnya KM Virgo 8 di perairan Masalembo, Minggu (13/9/2026). Ia bersama sembilan korban lain bertahan di rakit penolong sebelum ditemukan kapal nelayan. Haryono mengaku mengalami sejumlah kejadian yang dianggapnya sebagai firasat sebelum kapal berangkat menuju Kalimantan Tengah.
Cerita Korban Selamat Kapal Virgo Asal Kabupaten Semarang, Nasi Berkat yang Tumpah hingga Mimpi Kapal Tenggelam
[pekok2]