URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengapresiasi manajemen lalu lintas yang diterapkan dan mengungkapkan rencana pembangunan fly over di Bawen masih dalam kajian. Kapolres Semarang AKBP Achmad Oka Mahendra menyatakan bahwa rekayasa lalu lintas telah dilakukan untuk mengurangi kemacetan. Rencana pembangunan fly over di Bawen dan penerapan pola satu arah di arus lalu lintas Ambarawa masih dikaji oleh Pemkab Semarang.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Pembuatan Fly Over Simpang Bawen Perlu Kajian Mendalam

Pembuatan Fly Over Simpang Bawen Perlu Kajian Mendalam

Pembuatan Fly Over Simpang Bawen Perlu Kajian Mendalam

(Foto/win)
Ketersendatan terjadi di Simpang Bawen saat libur lebaran, Selasa (25/4/2023).

RASIKAFM.COM | UNGARAN - Arus mudik dan balik Lebaran 1444 Hijriah telah berakhir. Wilayah Kabupaten Semarang menjadi salah satu daerah di Jawa Tengah yang menarik perhatian sebab terdapat simpul kemacetan yakni Simpang Bawen.

Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengatakan Simpang Bawen untuk arus mudik dan balik Lebaran tahun ini, tidak seperti sebelumnya. Meski terjadi kemacetan, namun tidak sampai parah.

“Manajemen lalu lintas yang diterapkan sangat tepat, seperti jalan alternatif Gembol dijadikan satu arah dan rekayasa ruas di Ungaran untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas di jalur arteri non-tol,” ujarnya di Ungaran, Rabu (3/5/2023).

Mengenai pembuatan fly over Bawen, Ngesti mengungkapkan sebenarnya dibutuhkan untuk mengurai arus lalu lintas. Namun hal tersebut membutuhkan kajian lebih lanjut seiring dengan pembangunan jalan tol Yogya-Bawen.

“DPRD Kabupaten Semarang juga mengusulkan hal tersebut, tapi tentu seiring perkembangan saat ini ada banyak pertimbangan juga. Karena dengan adanya pembangunan tol Yogya-Bawen, apakah fly over Bawen masih menjadi prioritas karena PUPR masih berkonsentrasi pada pembebasan lahan untuk proyek tol Yogyakarta- Bawen. Temasuk pelebaran jalan dari Terminal Bawen hingga exit tol yang ada di samping Pasar Hewan Ambarawa,” ungkapnya.

Sementara Kapolres Semarang AKBP Achmad Oka Mahendra mengatakan sejumlah rekayasa lalu lintas dilakukan untuk mengantisipasi kemacetan termasuk di Simpang Bawen.

“Meski kepadatan lalu lintas tetap terjadi, namun dalam waktu 15-20 menit sudah dapat diurai,” jelasnya.

Terkait wacana pembuatan fly over di Bawen dan penerapan pola satu arah di arus lalu lintas Ambarawa, ia mengungkapkan hal tersebut masih dikaji Pemkab Semarang.

“Kita menunggu perkembangannya seperti apa,” katanya. (win)

BACA JUGA :

Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran
Kota Salatiga meraih juara I kategori Akses Penduduk ke Layanan Pendidikan dalam Apresiasi Pemda Berprestasi Regional Jawa-Bali 2026 Batch II yang digelar Kemendagri pada 28 Agustus 2026. Atas capaian tersebut, Salatiga mendapat dukungan Rp2 miliar untuk memperkuat akses dan kualitas layanan pendidikan bagi masyarakat.
Bukan Kaleng-kaleng! Kota Salatiga raih Prestasi di Bidang Pendidikan
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak
DPRD Kabupaten Semarang meminta pemerintah daerah melakukan kajian menyeluruh sebelum pengembangan energi panas bumi Gunung Ungaran dilanjutkan, Senin (31/8/2026). Dewan menyoroti potensi dampak pengeboran lebih dari 2.000 meter terhadap kondisi geologi, lingkungan, sumber air, cagar budaya, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat dan daerah.
Legislator Kabupaten Semarang Soroti Risiko Geothermal Ungaran, Ingatkan Dampak Pengeboran
Kejaksaan Negeri Salatiga memberikan penyuluhan hukum dan kampanye antikorupsi kepada sekitar 150 siswa SMAN 3 Salatiga melalui program Jaksa Masuk Sekolah, Senin. Kegiatan tersebut bertujuan menanamkan kesadaran hukum, kejujuran, integritas, dan tanggung jawab sejak dini, sekaligus mengenalkan bahaya HIV/AIDS serta pengelolaan sampah kepada para pelajar.
JMS di SMAN 3 Salatiga, Gandeng Berbagai Pihak, “Wujudkan Generasi Emas Anti Korupsi”

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
WhatsApp Image 2026-08-30 at 22.25
Meriah! Peringatan HUT Paguyuban PKL Setia Kawan ke-24 di Pasaraya Salatiga
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved