KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Pembuatan Fly Over Simpang Bawen Perlu Kajian Mendalam

Pembuatan Fly Over Simpang Bawen Perlu Kajian Mendalam

Pembuatan Fly Over Simpang Bawen Perlu Kajian Mendalam

(Foto/win)
Ketersendatan terjadi di Simpang Bawen saat libur lebaran, Selasa (25/4/2023).

[@]Arus mudik dan balik Lebaran 1444 Hijriah telah berakhir. Wilayah Kabupaten Semarang menjadi salah satu daerah di Jawa Tengah yang menarik perhatian sebab terdapat simpul kemacetan yakni Simpang Bawen.

Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengatakan Simpang Bawen untuk arus mudik dan balik Lebaran tahun ini, tidak seperti sebelumnya. Meski terjadi kemacetan, namun tidak sampai parah.

“Manajemen lalu lintas yang diterapkan sangat tepat, seperti jalan alternatif Gembol dijadikan satu arah dan rekayasa ruas di Ungaran untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas di jalur arteri non-tol,” ujarnya di Ungaran, Rabu (3/5/2023).

Mengenai pembuatan fly over Bawen, Ngesti mengungkapkan sebenarnya dibutuhkan untuk mengurai arus lalu lintas. Namun hal tersebut membutuhkan kajian lebih lanjut seiring dengan pembangunan jalan tol Yogya-Bawen.

“DPRD Kabupaten Semarang juga mengusulkan hal tersebut, tapi tentu seiring perkembangan saat ini ada banyak pertimbangan juga. Karena dengan adanya pembangunan tol Yogya-Bawen, apakah fly over Bawen masih menjadi prioritas karena PUPR masih berkonsentrasi pada pembebasan lahan untuk proyek tol Yogyakarta- Bawen. Temasuk pelebaran jalan dari Terminal Bawen hingga exit tol yang ada di samping Pasar Hewan Ambarawa,” ungkapnya.

Sementara Kapolres Semarang AKBP Achmad Oka Mahendra mengatakan sejumlah rekayasa lalu lintas dilakukan untuk mengantisipasi kemacetan termasuk di Simpang Bawen.

“Meski kepadatan lalu lintas tetap terjadi, namun dalam waktu 15-20 menit sudah dapat diurai,” jelasnya.

Terkait wacana pembuatan fly over di Bawen dan penerapan pola satu arah di arus lalu lintas Ambarawa, ia mengungkapkan hal tersebut masih dikaji Pemkab Semarang.

“Kita menunggu perkembangannya seperti apa,” katanya. (win)

Kabar Terkini

POPULER

Jateng Guyub menggelar aksi penolakan rencana pembangunan geothermal di kawasan Gunung Ungaran dan Gunung Lawu sejak Selasa (22/9/2026). Gerakan yang disebut menghimpun elemen masyarakat dari 28 kabupaten/kota di Jawa Tengah itu dilakukan dengan berjalan kaki menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah karena kekhawatiran terhadap dampak lingkungan dan kehidupan generasi mendatang.
Massa Gelar Aksi Longmarch Gedong Songo-Kantor Gubernur Jateng, Suarakan Penolakan Geothermal
Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang mencatat 218 kejadian kebakaran lahan kosong sepanjang Januari hingga September 2026. Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Damkar Semarang Tantri Pradono mengatakan kebakaran meningkat karena kondisi lahan kering dan aktivitas manusia, sehingga pemilik lahan diminta menjaga kebersihan serta menghindari pembakaran sampah.
Lahan Kosong Jadi Ladang Api, 218 Kebakaran Terjadi di Semarang
PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) melakukan perbaikan expansion joint dan rekonstruksi rigid pavement di sejumlah titik Tol Semarang A, B, C hingga akhir September 2026. Pekerjaan dilakukan untuk menjaga kualitas infrastruktur dan keselamatan pengguna, dengan pengaturan lalu lintas secara situasional serta dukungan rambu, petugas lapangan, dan kepolisian.
Tol Semarang Diperbaiki, Siap-Siap Ada Perlambatan!
Haryono (58), warga Desa Diwak, Bergas, Kabupaten Semarang, selamat dari tenggelamnya KM Virgo 8 di perairan Masalembo, Minggu (13/9/2026). Ia bersama sembilan korban lain bertahan di rakit penolong sebelum ditemukan kapal nelayan. Haryono mengaku mengalami sejumlah kejadian yang dianggapnya sebagai firasat sebelum kapal berangkat menuju Kalimantan Tengah.
Cerita Korban Selamat Kapal Virgo Asal Kabupaten Semarang, Nasi Berkat yang Tumpah hingga Mimpi Kapal Tenggelam
[pekok2]