KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Pemerintah Diminta Segera Prioritaskan Vaksin Bagi Guru

Pemerintah Diminta Segera Prioritaskan Vaksin Bagi Guru

Pemerintah Diminta Segera Prioritaskan Vaksin Bagi Guru

Wakil Ketua Komisi X saat melihat dari dekat pelaksanaan PTM di SMP 2 Salatiga, Kamis 1 April 2021

RASIKAFM – Permintaan itu disampaikan wakil ketua komisi X DPR RI Abdul Fikri Fakih. Kepada rasikafm.com pihaknya mengaku akan minta pemerintah pusat memberikan alokasi kuota vaksin khusus bagi tenaga pendidik sebelum diberlakukan pembelajaran tatap muka (PTM).

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Bidang Pendidikan, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif itu mengatakan dari pantauan langsung yang dilakukan sebelum PTM diberlakukan sebaiknya pemerintah memvaksin seluruh guru.

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=M5phZnRrpK8[/embedyt]
Wakil ketua komisi X didampingi Wakil Walikota Salatiga Muh Haris

” pada pertama kali dibuka penularan virus Corona (Covid-19) justru kasusnya naik, artinya tidak sukses. Makanya sekarang, kita harus meminta masukan semua pemangku kepentingan pendidikan termasuk dokter anak. Lalu, kuota vaksinasi guru harus dipenuhi pemerintah,” tambahnya kepada media usai meninjau uji coba PTM di SMP 2 Salatiga, Kamis (1/4/2021)

Menurutnya, persoalan vaksinasi bagi guru menjadi kendala utama diberlakukannya PTM. Kemudian, pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang ada sekarang dinilai justru banyak ditemukan siswa tidak paham.

Ia menambahkan, tidak kalah penting persoalan pendidikan karakter terhadap siswa selama PJJ tidak dapat berjalan maksimal.
“Nah, berdasarkan survei yang dilakukan sekira 80 persen orangtua maupun siswa di Salatiga menyetujui PTM. Tapi masalahnya vaksin, jadi kalau bisa kuota vaksin untuk guru ini jelas seperti halnya bagi TNI maupun Polri,” katanya.

Sementara itu,  Kepala Dinas Pendidikan Kota Salatiga Yuni Ambarwati mengakui dari 3000 guru baru 300 guru yang mendapat penyuntikan vaksin Covid-19 dosis pertama. Meskipun demikian, ditargetkan dalam waktu dekat ini akan ada jatah vaksinasi bagi guru. Karenanya apabila PJJ terus diperpanjang pendidikan karakter bagi siswa akan menurun termasuk minat belajarnya.

Kepala SMP 2 Mundjiati saat memberikan keterangan kepada media

“Kalau kebutuhan vaksin guru mulai PAUD, SD, SMP sekitar 3000. Adapun SMA dan SMK secara bertahap data telah masuk di Dinas Kesehatan Kota Salatiga,” ujarnya.

Dilain pihak Kepala Sekolah SMPN 2 Salatiga Mudjiati mengatakan jika saat ini sejumlah persiapan telah dilakukan pihaknya dalam rangka menyambut PTM “secara fasilitas SMP 2 telah siap melaksanakan tatap muka kini pihaknya tinggal menunggu vaksin bagi gurunya” terangnya (rief)

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Seorang siswa kelas 4 SD Hj Isriati Moenadi, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, berinisial R diduga menjadi korban perundungan oleh teman sekelas pada Rabu (23/9/2026). R mengalami sejumlah memar, luka di belakang telinga, bibir pecah, serta trauma setelah kejadian. Pihak sekolah mengaku telah memberikan konsekuensi kepada siswa yang terlibat dan menyiapkan pembinaan serta upaya pemulihan kondisi psikologis korban.
Diduga Jadi Korban Perundungan Berulang, Siswa SD Hj Isriati Moenadi Ungaran Alami Luka hingga Trauma
Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
[pekok2]