KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Pemkot Bakal Mediasi Konflik di Lingkungan PMI Semarang

Pemkot Bakal Mediasi Konflik di Lingkungan PMI Semarang

Pemkot Bakal Mediasi Konflik di Lingkungan PMI Semarang

RASIKAFM.COM|SEMARANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang memastikan bakal melakukan mediasi konflik yang terjadi di lingkungan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang. Diketahui, ada permasalahan antara Relawan Donor Darah dan Karyawan yang meminta Pimpinan PMI Kota Semarang untuk mengundurkan diri karena dianggap arogansi.

Plt Wali Kota Semarang Hevrarita G Rahayu meminta semua pihak untuk menahan diri terkait permasalahan yang ada. Dirinya juga berharap permasalahan ini bisa segera selesai dengan diskusi.[custom-related-posts title=”Kabar Terkait: ” none_text=”None found” order_by=”title” order=”ASC”]

“Mediasi dulu masak langsung disuruh mundur kan kita tidak ngerti masalahnya apa. Apalagi PMI bukan domainnya Pemerintah Kota tapi kita partner kolega sehingga kita coba mediasi ada apasih kita akan cari jalan terbaik,” ujar Ita sapaan akrabnya saat ditemui di Hotel Gumaya, Selasa (27/12/2022).

Lebih lanjut, Ita mengaku belum mengetahui konflik yang terjadi di lingkungan PMI Kota Semarang. Namun, dari informasi yang ia dapat, diduga ada masalah fasilitas yang dikurangi untuk karyawan dan relawan.

“Saya semalam dikirimin ada berita semacam rilis saya belum tahu permasalahnnya apa memang dari karyawan dan relawan kalau tidak salah ada masalah fasilitas yang dikurangi dan ini nanti saya akan mencoba untuk berkomunikasi,” tuturny.

“Nanti kita coba komunikasi istilahnya kita belum tahu yang bener tu mana dan pasti semua pihak merasa benar,” bebernya.

Disis lain, Ita juga berharap masalah ini cepat selesai. Dirinya meminta ketika ada konflik untuk didiskusikan bersama.

“Kami akan mencoba untuk mengobrolkan bersama yang baik apasih yang menjadi permaslaahan. Gak usah diumbar gak usah dibuka kita duduk membahas bersana mudah-mudahan mendapat solusi yang terbaik,” imbuhnya.

Sebelumnya, relawan sangat kecewa karena pimpinan PMI Kota Semarang menghilangkan fasilitas untuk para pedonor. Fasilitas pemeriksaan kesehatan bagi sukarelawan juga dikurangi.

Tak hanya itu, sekarang sertifikat pendonor darah didigitalkan dan dikirim melalui aplikasi Whatsap. Pertemuan atau gathering yang rutin dilakukan sekali setahun juga ditiadakan. Karena hal ini, ratusan relawan membuat surat pernyataan sikap mengeluhkan banyak kebijakan pimpinan PMI yang merugikan anggota PMI Kota Semarang.

“Sekarang souvenir seperti mug, kaos, kalender itu dihilangkan. Fasilitas kesehatan juga dihilangkan padahal dulu ada fasilitas kesehatan khusus untuk pendonor. Mulai ada masalah sejak kepimpinan yang baru, kalau yang dulu tidak ada masalah,” ujar Yoga salah satu relawan saat dikonfirmasi.

Sementara itu, Anggota Komite Etik PMI Kota Semarang, Wiwit Rejanto mengatakan, pihaknya telah menerima surat pernyataan sikap yang dibuat relawan. Rencananya kedua belah pihak yakni relawan dan pimpinan PMI Kota Semarang juga akan dipanggil dalam rapat pleno. Keduanya akan dimintai klarifikasi terkait permasalahan yang sedang terjadi.

“Iya (laporan sudah diterima), komite etik juga dapat tembusan dari relawan, karena tembusannya banyak, dari ranting dari pusat, provinsi, wali kota. Tanggal 27 Desember 2022 besok akan ada rapat pleno membahas ini,” terangnya.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Seorang siswa kelas 4 SD Hj Isriati Moenadi, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, berinisial R diduga menjadi korban perundungan oleh teman sekelas pada Rabu (23/9/2026). R mengalami sejumlah memar, luka di belakang telinga, bibir pecah, serta trauma setelah kejadian. Pihak sekolah mengaku telah memberikan konsekuensi kepada siswa yang terlibat dan menyiapkan pembinaan serta upaya pemulihan kondisi psikologis korban.
Diduga Jadi Korban Perundungan Berulang, Siswa SD Hj Isriati Moenadi Ungaran Alami Luka hingga Trauma
GIIAS Semarang 2026 siap digelar di Muladi Dome UNDIP, Semarang, 30 September–4 Oktober 2026, dengan menghadirkan 19 merek kendaraan global dari Jepang, Eropa, Vietnam, Korea, dan China. Pameran juga menampilkan 22 merek komponen dan aksesori, serta tujuh merek kendaraan yang baru pertama kali tampil atau kembali berpartisipasi tahun ini.
GIIAS Semarang 2026 Hadir Semakin Lengkap Dengan Deretan Merek Kendaraan Global
Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
Toyota Land Cruiser LC 300 menjadi salah satu kendaraan yang menarik perhatian pengunjung GIIAS Semarang 2026 di Muladi Dome Universitas Diponegoro, Rabu (30/9/2026). SUV premium tersebut diperkenalkan kepada masyarakat Jawa Tengah dengan menawarkan perpaduan desain gagah, kabin mewah, performa kuat, serta kemampuan off-road.
Land Cruiser LC 300 Mencuri Perhatian di GIIAS Semarang 2026
[pekok2]