RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Pengamanan Hutan di Kabupaten Semarang, Tim Gabungan Kembali Gencarkan Patroli

Pengamanan Hutan di Kabupaten Semarang, Tim Gabungan Kembali Gencarkan Patroli

Pengamanan Hutan di Kabupaten Semarang, Tim Gabungan Kembali Gencarkan Patroli

RASIKAFM, Bringin – Perum Perhutani KPH Semarang bersama jajaran Muspika Kecamatan Bringin kembali menggencarkan patroli hutan. Ini dilakukan untuk mencegah pencurian kayu serta kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang pada musim kemarau.

Sejauh ini, hutan di wilayah Kecamatan Bringin dalam kondisi aman. Dalam patroli yang dilakukan di daerah Wiru pada Selasa (31/8/2021) sore hingga malam, petugas tim gabungan tidak menemukan tanda-tanda aksi pencurian kayu maupun hal lain yang mencurigakan.

Kepada rasikafm.com, Komandan Koramil 04 Bringin Kapten Inf FX Agung Kartika mengatakan, memasuki musim kemarau, potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan tinggi. Karena itu, KPH Semarang bersama jajaran Muspika Bringin melakukan langkah antisipasi kebakaran sekaligus pencegahan pencurian kayu dengan menggiatkan patroli.

“Pada musim kemarau ini, kebakaran hutan dan lahan menjadi salah satu perhatian kami. Disamping, kayu milik perhutani juga rawan dicuri. Maka dari itu, kami menggiatkan patroli hingga malam hari untuk mencegah dua hal itu,” katanya, Rabu dinihari (1/9/2021).

Menurutnya, pencurian kayu biasanya dilakukan pada malam hari. Namun ada juga pencuri yang melakukan penebangan siang hari, kemudian kayunya diangkut pada malam hingga dini hari.

Dia berharap, dengan digencarkannya patroli di malam hari, tidak ada lagi kasus pencurian kayu dan hutan tetap lestari. “Dalam patroli tadi malam, kami tidak menemukan aksi pencurian kayu. Dan sejauh ini situasi aman terkendali,” ujarnya.

Disisi lain Agung juga mengimbau kepada masyarakat, jika beraktivitas di lahan atau hutan, jangan membersihkan semak belukar dengan cara dibakar dan membuang puntung rokok sembarangan. Sebab saat ini, hutan dalam kondisi kering sehingga rawan terjadi kebakaran.

Sementara itu dalam kegiatan yang berlangsung selasa 31 Agustus 2021 malam tersebut selain diikuti oleh Danramil Bringin kapten inf Agung Kartika. Juga dihadiri oleh Kapolsek Bringin iptu Joko Susilo serta Asper (asisten perhutani) Adam, Para mantri hutan juga Kepala desa wiru Kahfid termasuk Masyarakat wiru sejumlah 6 orang. Sampai akhir acara berlangsung dalam keadaan aman tertib dan lancar ( rief )

BACA JUGA :

Pawai Ta’aruf MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang, Sabtu (12/9/2026), menampilkan keragaman budaya sekaligus semangat toleransi masyarakat. Wali Kota Semarang Agustina mengapresiasi keterlibatan masyarakat lintas agama dalam kegiatan tersebut. Lebih dari 1.000 peserta dari 38 kontingen mengikuti pawai sepanjang sekitar 2,5 kilometer dari Balai Kota menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah.
Mandra "Sidoel" ikut Pawai Pembukaan MTQ di Semarang
Kota Semarang menjadi pusat pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026 selama 10 hari, 11–20 September. Rangkaian dimulai dengan kedatangan kafilah dan Malam Ta’aruf, dilanjutkan pembukaan pada 12 September yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Kompetisi berlangsung 13–18 September, sebelum city tour, penutupan, dan kepulangan kafilah ke daerah masing-masing.
Catat Jadwalnya, MTQ Nasional XXXI Digelar 11-20 September di Semarang
Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Pemerintah Kabupaten Semarang membeli lahan seluas 2.024 meter persegi senilai Rp4,57 miliar menggunakan dana ganti rugi aset terdampak pembangunan Tol Yogyakarta-Bawen untuk memperluas Pasar Sayur Getasan. Lahan tersebut akan dimanfaatkan sebagai area parkir dan bongkar muat guna mengurangi kemacetan di jalur Salatiga-Magelang, terutama saat aktivitas pasar berlangsung dini hari.
Antrean Kendaraan Tembus 3 Km, Lahan Rp4,57 Miliar Disiapkan untuk Pasar Sayur Getasan
Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengusulkan alokasi 300 liter air per detik dari Bendungan Jragung untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kabupaten Semarang. Air tersebut diharapkan mendukung kebutuhan air bersih, industri, pertanian, dan pariwisata, terutama di Pringapus, Bergas, dan Ungaran Timur. Pemkab juga mendorong pengembangan wisata dengan memprioritaskan Desa Candirejo.
Bendungan Jragung Mulai Diisi, Bupati Semarang Dorong Pemanfaatan untuk Sektor Intanpari
Tri Susena (43), warga Gayamsari, Kota Semarang, rutin datang ke Ungaran setiap Jumat untuk menerima bantuan dalam program Jumat Berkah. Kondisi ekonomi dan pekerjaan yang tidak menentu membuat keluarganya kesulitan memenuhi kebutuhan. Pada Jumat (11/9/2026), sebanyak 400 paket sembako dari Alfamart dibagikan kepada masyarakat melalui program Bupati Semarang Ngesti Nugraha.
Tak Masuk Daftar Penerima Bansos, Warga Gayamsari Ini Rela ke Ungaran Berburu Jumat Berkah

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Masyarakat dapat mengecek status desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) secara online melalui laman dtsen-form.bps.go.id menggunakan NIK. Pemeriksaan dapat dilakukan untuk mengetahui kesesuaian data sosial ekonomi yang menjadi salah satu acuan penentuan sasaran bantuan. Jika data tidak sesuai, masyarakat dapat mengajukan sanggahan atau meminta bantuan desa maupun kelurahan.
Cara Cek Desil DTSEN dengan HP
Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Tim sepak bola Popda Kota Salatiga berhasil menjadi juara Popda Jawa Tengah 2026 setelah mengalahkan Kabupaten Wonogiri 1-0 pada partai final. Sebelumnya, Salatiga menyingkirkan Kota Semarang melalui adu penalti 5-3 di semifinal. Gelar ini diraih berkat konsistensi, kekompakan, dan mental bertanding para pemain muda sepanjang kompetisi.
Skuad Muda Juara, Perjuangan Tim Sepak Bola Salatiga di ajang Popda Jateng Berbuah Manis