URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) menggelar serangkaian kegiatan untuk memperingati Hari Kartini dan Hari Bumi pada 21 dan 22 April 2024. Kegiatan ini, yang dihadiri oleh civitas academica UKSW, dimulai dengan arak-arakan dari Balairung Universitas, diikuti oleh penanaman bunga dan tanaman oleh sepuluh perempuan inspiratif dari lingkungan UKSW.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Peringati Hari Kartini, Civitas Akademik UKSW Tanam Anggrek, Simbolisasi Kartini Rawat Bumi

Peringati Hari Kartini, Civitas Akademik UKSW Tanam Anggrek, Simbolisasi Kartini Rawat Bumi

Peringati Hari Kartini, Civitas Akademik UKSW Tanam Anggrek, Simbolisasi Kartini Rawat Bumi

Rektor UKSW Prof. Dr. Intiyas Utami, melakukan penanaman dan penyiraman salah satu Anggrek yang ditanam di sekitar Lapangan Sepak Bola UKSW.

Foto dok UKSW

Rektor UKSW Prof. Dr. Intiyas Utami, melakukan penanaman dan penyiraman salah satu Anggrek yang ditanam di sekitar Lapangan Sepak Bola UKSW.
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Dalam rangka memperingati Hari Kartini yang jatuh pada 21 April 2024 dan Hari Bumi yang diperingati pada 22 April 2024, Universitas Kristen Satya Wacana adakan serangkaian kegiatan yang menggabungkan semangat emansipasi dan pelestarian alam, Senin (22/04/2024).

Kegiatan ini dihelat dengan penuh warna dan pesan mendalam melalui arak-arakan yang dimulai dari Balairung Universitas oleh civitas academica UKSW. Kemudian acara dilanjutkan dengan penanaman bunga dan tanaman oleh sepuluh perempuan inspiratif yang menjadi perwakilan di lingkungan UKSW.
Tampak peserta arak-arakan mengenakan kebaya dan pakaian adat lainnya, serta aksesoris etnis.

Puncak acara ditandai dengan penyerahan Anggrek dan tanaman lainnya seperti Cendana Bali, Bungur dan Ketapang Biola oleh Direktur Direktorat Keamanan, Ketertiban dan Data Siber D2KDS, Dr. Teguh Wahyono, S.Kom., M.Cs., kepada Rektor UKSW Prof. Dr. Intiyas Utami, S.E., M.Si. Ak. Kemudian, dilanjutkan dengan penyerahan tanaman dari Rektor Intiyas kepada 10 perwakilan perempuan di UKSW.

Dalam kesempatan ini, Rektor Intiyas turut melakukan penanaman dan penyiraman salah satu Anggrek yang ditanam di sekitar Lapangan Sepak Bola UKSW. Selain itu, ia juga melakukan penanaman pohon Cendana Bali. Rektor Intiyas menjelaskan bahwa tanaman Anggrek dipilih sebagai simbol keanggunan dan keindahan, sedangkan Cendana Bali dipilih karena sifatnya yang mengharumkan.

Rektor Intiyas menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan refleksi dari komitmen UKSW untuk terus mendorong pemberdayaan perempuan dan pelestarian lingkungan. Ia menyebut bahwa wanita adalah inspirasi dan teladan dalam merawat bumi.

“UKSW sebagai kampus Indonesia Mini hadir untuk menjadi bagian penting menjaga bumi pertiwi Indonesia. Kita memiliki komitmen untuk merawat bumi dengan sepenuh hati dengan tulus seperti kasih ibu kepada anak-anaknya. Selamat hari Kartini, perempuan Indonesia,” tuturnya.

Ia juga berpesan kepada perempuan di UKSW untuk selalu “eling lan waspodo” (ingat dan waspada). Ia mengajak perempuan itu selalu mengingat hakekat dan kodrat seorang wanita, dan juga waspada dengan menempatkan diri di manapun berada.

Dengan kegiatan ini, UKSW tidak hanya mengingatkan tentang pentingnya peran Kartini dalam perjuangan emansipasi perempuan, tetapi juga mengajak masyarakat untuk berkontribusi dalam pelestarian lingkungan.

Selain itu, wujud komitmen UKSW untuk melanjutkan impian Kartini dalam memperjuangkan kesetaraan gender, dibuktikan dengan adanya Pusat Studi Gender dan Anak di UKSW serta implementasi dalam peningkatan peran perempuan dalam kehidupan sehari-hari di UKSW. UKSW juga memiliki Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) yang mencerminkan bahwa UKSW merupakan kampus yang aman bagi perempuan.

caption

BACA JUGA :

Sebanyak 111 siswa SMP Arunika dan SD School of Life Lebah Putih mengikuti Kemah Alih Golongan 2026 di Bumi Perkemahan Kuncen, Polobogo, Kabupaten Semarang. Kegiatan dikemas sebagai pembelajaran berbasis pengalaman untuk melatih kemandirian, kerja sama, pemecahan masalah, dan kemampuan berpikir kritis melalui berbagai tantangan di alam.
Ratusan Siswa ikuti Kemah Alih Golongan, Tanamkan Sikap Belajar Mandiri, dan Bekerja Sama di Alam
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga
Sebanyak 165 warga binaan Rutan Kelas IIB Salatiga mengikuti Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) yang digelar BPS Kota Salatiga di Aula Rutan, Kamis (20/8/2026). Pendataan tersebut dilakukan untuk memperoleh data ekonomi yang akurat dan komprehensif sebagai dasar perencanaan pembangunan, sekaligus memperkuat sinergi antara BPS dan jajaran pemasyarakatan.
Sensus Ekonomi 2026 Sasar Rutan Salatiga
Sebuah kios perlengkapan pakaian muslim di Pasar Raya II, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Salatiga, terbakar pada Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik pada lampu bagian atas ruko yang digunakan sebagai gudang. Tiga unit mobil damkar dikerahkan dan api berhasil dipadamkan tanpa korban jiwa.
Tiga Unit Mobil Pemadam Lumpuhkan Api yang Membakar Kios Perlengkapan Muslim di Salatiga
Muat Lebih

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
Kejaksaan Negeri Salatiga menyetorkan Rp150.297.670 hasil lelang 19 lot Barang Rampasan Negara ke Kas Negara, Kamis (20/8/2026). Lelang yang digelar melalui KPKNL Semarang pada 11–12 Agustus itu diikuti 66 peserta dan mencakup berbagai barang, mulai dari mobil, ponsel, pompa, penampungan air hingga tanah.
Eksekusi Tuntas, Kejaksaan Negeri Salatiga Setorkan Uang Ratusan Juta ke Kas Negara